terakurat.compemenang-oscar-2020Penobatan pemenang Penghargaan Film Dunia telah usai, Deretan film bagus bisa jadi rekomendasi untuk kamu tonton di akhir pekan. Berikut Film-film terbaik yang berhasil membawa pulang piala Oscar!

1. The Parasite.

Pemenang Oscar 2020 yang pertama adalah The Parasite. Menceritakan Kim Ki Taek, seorang sopir yang menganggur. Ia tinggal bersama istrinya Choong Sook dan dua anak. Keluarga kecil tersebut tinggal di sebuah rumah bawah tanah yang kumuh. Demi memenuhi kebutuhan hidup, mereka bekerja sebagai pelipat kotak pizza.

Suatu hari, putra Ki Taek yang bernama Ki Woo sedang minum-minum dengan seorang teman. Temannya adalah guru bahasa Inggris untuk putri dari keluarga kaya. Teman itu pergi untuk belajar di luar negeri. Ia menyarankan Ki Woo untuk menggantikannya.

Ki Woo diwawancarai di kediaman Park yang sangat mewah dan luas. Dia diterima oleh Nyonya Park. Resmi menjadi guru bahasa Inggris, Nyonya Park memperlihatkan hasil lukisan anak bungsunya. Dengan dalih bahwa potensi artistik putranya harus dikembangkan, Ki Woo menyarankan untuk mempekerjakan guru seni bernama Jessica. Sebenarnya Jessica adalah saudara perempuan Ki Woo, Ki Jeong.

Setelah dipekerjakan, Ki Jeong merancang rencana untuk membuat sopir Park dipecat dan diganti dengan ayahnya, Ki Taek. Ki Taek berhasil bekerja sebagai sopir keluarga dan ibunya, Choong Sook jadi pembantu rumah tangga. Suatu hari Park pergi berkemah di pedesaan. Ki Taek dan keluarganya memanfaatkan kesempatan ini untuk memanfaatkan fasilitas rumah dan menjadi tuan rumah untuk semalam.

Tiba-tiba, mantan pembantu rumah tangga, Moon Kwang mengunjungi rumah dan berkata ingin mengambil barang yang ketinggalan. Faktanya, suami Moon Kwang tinggal di bunker bawah tanah rumah. Ia bersembunyi dari rentenir. Perkelahian terjadi ketika Moon Kwang dan suaminya mengetahui kebenaran tentang Kim. Ki Taek dan keluarganya berhasil mengurung Moon Kwang dan suaminya di ruang bawah tanah.

Nyonya Park memanggil Choong Sook untuk memberitahunya menyiapkan makanan. Hujan membuat rencana perkemahan batal. Ki Taek, Ki Jeong, dan Ki Woo dengan cepat bersembunyi di rumah setelah hampir tertangkap beberapa kali. Tapi akhirnya mereka berhasil merlarikan diri tanpa terdeteksi.

Rencana Pesta Ulang Tahun yang Menjadi Bencana.

Keesokan harinya Nyonya Park berencana mengadakan pesta ulang tahun putranya dan mengundang seluruh keluarga Kim untuk datang. Ki Woo menemukan mantan pembantu rumah tangga telah meninggal karena lukanya. Suaminya menyerang Ki Woo dan berhasil keluar dari ruang bawah tanah setelah memukul Ki Woo dengan batu.

Ia mengambil pisau dan mencari kerumunan untuk menusuk Kim. Suami Moon Kwang menyerang Choong Sook. Park berusaha melarikan diri dengan putranya yang pingsan. Ia berteriak pada Ki Taek untuk melemparkan kunci mobil. Choong Sook berhasil membunuh suami Moon Kwang. Ia membalik mayat untuk mengambil kunci mobil yang dilemparkan oleh Ki Taek.

Baca juga  Idol K-Pop yang berasal dari Indonesia.

Park menutup hidunya menjauh dari aroma tubuh lelaki itu. Ki Taek sebelumnya melihat Park menutup hidung karena jijik. Ki Taek kemudian membunuh Park dengan cara menusuknya. Kemudian melarikan diri dan bersembunyi di bunker, akhirnya menggantikan suami Moon Kwang untuk keluarga berikutnya yang menetap di istana.

Ki Woo berjanji bahwa suatu hari, ia akan menghasilkan uang dan membeli rumah sehingga ayahnya bisa tinggal bersama mereka.

2. Joker.

Menjadi pemenang Oscar 2020, dengan Best Actor. Joker menceritakan tentang perjalanan sosok komedian gagal, Arthur Fleck (dibintangi Phoenix), pria yang diabaikan oleh masyarakat dan berubah menjadi penjahat yang sangat keji. Arthur tumbuh dari masyarakat kalangan bawah yang terus gagal untuk meraih kesuksesan dalam profesinya sebagai komedian stand up.

Hidupnya kerap dirundung pilu. Hal itu diperjelas dalam trailer, kala berusaha menghibur seorang anak kecil di dalam bus sekalipun raut muka Arthur Fleck terlihat sedang diliputi rasa kecewa dan putus asa. Ia kemudian dihardik oleh ibu si anak karena dianggap mengganggu.

Selain itu, pekerjaannya sebagai badut yang bertugas memegang papan penanda di jalanan membuatnya dirundung, bahkan pernah sampai terkapar di sebuah gang. Arthur Fleck tampak terbiasa diperlakukan tak adil oleh lingkungan sekitar. Titik terbawah hidup Arthur terjadi saat ia diolok-olok oleh presenter yang diperankan Robert De Niro lewat siaran TV nasional.

Begitu banyak kekecewaan yang membuatnya menjadi pribadi pahit dan akhirnya, berubah menjadi pembunuh. Arthur mengubah identitas dirinya dengan menjadi Joker, menampilkan pribadi baru yang jahat.

3. Once Upon a Time on Hollywood.

Once Upon a Time… in Hollywood, menceritakan tentang kisah yang terjadi di Los Angeles pada 1969, pada puncak kejayaan Hollywood. Film ini berfokus pada Rick Dalton (diperankan Leonardo DiCaprio), seorang bintang televisi yang pernah berjaya di masanya.

Dengan perkembangan industri layar lebar Hollywood, Rick dan pemeran penggantinya Cliff Booth (Brad Pitt) memutuskan bekerja sama untuk mengejar karier di industri film. Mereka berusaha bertahan hidup setelah masa keemasan mereka usai. Nasib keduanya memburuk saat menyadari tetangga baru mereka di kawasan Cielo Drive merupakan Sharon Tate (Margot Robbie), aktris yang sedang naik daun yang juga istri dari sutradara Roman Polanski.

Film ini juga memiliki latar belakang pembunuhan yang dilakukan keluarga Manson, sebuah aliran yang dipimpin oleh Charles Manson. Pembunuhan itu terjadi di rumah aktris Sharon Tate, istri dari sutradara Roman Polanski, yang terbunuh saat sang aktris hamil delapan bulan, bersama empat korban lainnya.

Manson dan keempat anggota ‘keluarganya’ dijatuhi hukuman penjara seumur hidup pada 1971. Film yang naskahnya ditulis oleh Tarantino sendiri ni turut dibintangi sejumlah bintang kenamaan, seperti Al Pacino, Kurt Russell, Timothy Olyphant, Dakota Fanning, Lena Dunham, Luke Perry dan Margaret Qualley.

Baca juga  Artis Korea Berdonasi Untuk Wabah COVID-19.

Menjadi pemenang Oscar 2020 dengan nominasi Aktor Pendukung Terbaik yang diraih oleh Brad Pitt.

4. 1917.

Pada puncak Perang Dunia I selama musim semi tahun 1917 di Prancis utara, dua tentara muda Britania Raya, Schofield (George MacKay) dan Blake (Dean-Charles Chapman), diberikan misi yang tampaknya mustahil untuk menyampaikan pesan berisi peringatan. Bahwa akan terjadi penyergapan dalam salah satu pertempuran segera setelah pasukan Jerman mundur ke Garis Hindenburg dalam Operasi Alberich.

Mereka berdua bergegas melawan waktu, melintasi wilayah musuh untuk menyampaikan peringatan dan menjaga satu batalion Britania Raya yang terdiri dari 1.600 tentara, termasuk saudara Blake sendiri, agar tidak masuk ke dalam jebakan maut. Mereka berdua harus memberikan segalanya untuk menyelesaikan misi mereka dengan selamat dari perang untuk mengakhiri semua perang.

Film ini menjadi pemenang Oscar 2020 dengan nominasi; Sound Mixing Terbaik, Efek Visual Terbaik, dan Sinematografi Terbaik.

5. Judy.

Pemenang Oscar 2020 selanjutnya adalah film Jury. Judy adalah film biografi drama Amerika Serikat tahun 2019 yang disutradarai oleh Rupert Goold dan diproduseri oleh David Livingstone. Naskah film ini ditulis oleh Tom Edge berdasarkan drama musikal End of the Rainbow karya Peter Quilter. Film ini dibintangi oleh Renée Zellweger, Finn Wittrock, Jessie Buckley, Rufus Sewell dan Michael Gambon.

Di lokasi syuting, Judy Garland (Darci Shaw) berusia 14 tahun dan diberitahu oleh pemimpin studionya, Louis B. Mayer (Richard Cordery), bahwa ia memiliki bakat yang tidak dimiliki gadis lain. Bakat Judy dalam bernyanyi hampir tidak tertandingi saat ia mampu melampaui kesuksesan Shirley Temple sebagai bintang cilik Hollywood.

Ketika ia berusia 40-an tahun, Judy (Renée Zellweger) tampil bersama kedua anaknya dari pernikahannya dengan Sidney Luft (Rufus Sewell), suami ketiganya. Kemudian, Judy serta anak-anaknya mencoba check in ke hotel mereka, tetapi mereka ditolak karena tidak membayar sebelumnya. Karena itu, Judy terpaksa kembali ke rumah Sidney Luft, yang sejak saat itu menceraikan Judy.

Di sebuah pesta, Judy bertemu dengan Mickey Deans (Finn Wittrock), pemilik klub malam, dan mereka menjadi teman dekat. Kembali ke masa remaja Judy dengan Mickey Rooney, seorang eksekutif studionya menginterupsi akting kencan mereka dengan memberikan amfetamina kepada Judy untuk membantu mengendalikan nafsu makannya.

Kembali ke tahun 1969, dengan Judy bertemu dengan seorang agen yang memberitahunya bahwa Britania Raya terbuka untuknya, tetapi penerimaan Amerika Serikat terhadapnya telah dingin dan tidak dapat bekerja karena kinerjanya yang sangat tidak diandalkan.

Hijrah ke London dan Meninggalkan Anaknya.

Judy memutuskan untuk pergi ke Britania Raya, meninggalkan kedua anaknya dengan Sidney Luft, yang membuat Judy merasa sulit. Di Britania Raya, masalah penyalahgunaan zat mencegahnya tampil baik di atas panggung. Semua asisten dipanggil untuk memeriksa kesehatan Judy dan memperbaiki rias wajahnya. Judy datang ke acara perdananya di London, tetapi ia terlambat.

Baca juga  Marc Webb Siap Sutradarai 'Live-Action Snow White' !

Para penggemarnya sangat antusias dan penampilan Judy sangat bagus dan dalam penampilan yang terbaik. Kembali ke masa Judy pada usia 14 tahun, ia mengeluh sering diberi pil untuk membantunya memenuhi tuntutan jadwalnya.

Kembali ke London pada tahun 1969, Judy tampil kembali dan mulai menyanyikan lirik “Clang, clang, clang…” dari lagu “The Trolley Song”, yang disambut tepuk tangan meriah oleh para penonton. Judy bertemu dengan dua penggemar gay yang memujanya di pintu keluar panggung dan bergabung dengan mereka untuk camilan larut malam di apartemen mereka.

Mereka bercerita tentang kesulitan mereka, lalu Judy menyanyikan lagu “Get Happy” sambil bermain piano. Mickey Deans datang ke London dan memberikan kejutan untuk Judy. Judy masih kesulitan membuat penampilan panggungnya tepat waktu karena masalah penyalahgunaan zat dan kecemasan.

Kembali ke masa Judy pada usia 15 tahun di mana Louis B. Mayer berbicara dengannya yang sangat lelah dengan jadwal sebagai bintang cilik, namun Louis B. Mayer menggunakan kekerasan emosional dan tekanan fisik untuk membuat jadwalnya tetap berjalan.

Kelelahan Fisik dan Mental.

Agen sponsornya dari Britania Raya membawa Judy ke dokter spesialis suara. Judy memberitahunya bahwa ia memiliki trakeostomi beberapa tahun lalu yang membuat suaranya lemah. Dokter mendiagnosis kelelahan fisik dan mental yang memerlukan istirahat untuk pemulihan.

Hubungan Judy dengan Mickey Deans adalah dukungan untuk kehidupan pribadi Judy dan mereka akhirnya menikah. Mickey Deans adalah suami kelimanya. Judy masih memikirkan anak-anaknya dan merasa terpisah dari mereka.

Namun, anak-anaknya senang menjalani pendidikan di California. Mickey Deans memberitahukan berita buruk tentang kesepakatan uang kepada Judy, memaksa Judy tinggal di Britania Raya untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.

Judy Pingsan di Atas Panggung!

Pada penampilan berikutnya, Judy pingsan di atas panggung dan dicela oleh para penonton. Judy mengakhiri turnya, tetapi ia kembali untuk semalam di atas panggung di mana ia meminta untuk melakukan satu lagu terakhirnya.

Kondisinya melemah saat menyanyikan lagu “Over the Rainbow”, tetapi ia pulih dengan dukungan para penggemar sehingga ia mampu menyelesaikannya. Judy bertanya, “Kalian tidak akan melupakanku, kan?” kepada para penonton, yang bertepuk tangan sebelum Judy mengakhiri penampilannya dengan mengatakan, “Berjanjilah kalian tidak akan melupakanku.” Judy tidak hidup hidup lama setelah itu dan akhirnya meninggal pada musim panas tahun 1969.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here