terakurat – Bagi sebagian besar pasangan Muslim, kehamilan bukan hanya peristiwa biologis, tetapi juga spiritual. Ketika usia kandungan menginjak bulan keempat, banyak keluarga melaksanakan acara yang dikenal dengan nama syukuran empat bulan kehamilan. Tradisi ini diyakini sebagai bentuk pengharapan dan rasa syukur kepada Allah atas janin yang mulai ditiupkan ruh.
Menariknya, makna syukuran 4 bulan kehamilan menurut Islam tidak hanya sekadar seremoni adat, tetapi memiliki akar yang cukup kuat dalam nilai-nilai keimanan. Tradisi ini menyiratkan pengakuan atas kekuasaan Allah dalam menciptakan kehidupan, sekaligus menjadi bentuk ikhtiar spiritual agar proses kehamilan dan persalinan berlangsung dengan lancar.
Makna syukuran 4 bulan kehamilan menurut Islam juga sering dikaitkan dengan saat di mana ruh ditiupkan ke dalam janin, sesuai dengan hadits Nabi Muhammad SAW. Maka dari itu, banyak pasangan yang menganggap momen ini sangat penting, sehingga perlu diiringi dengan doa dan ibadah sebagai bentuk penghormatan terhadap amanah besar ini.
Dasar Keagamaan Syukuran Empat Bulan
Hadits tentang Peniupan Ruh
Berdasarkan hadits riwayat Bukhari dan Muslim, disebutkan bahwa ruh ditiupkan ke dalam janin saat usia kandungan mencapai 120 hari atau sekitar empat bulan. Hal ini menjadi dasar utama mengapa banyak keluarga Muslim mengadakan syukuran di usia kehamilan tersebut.
Dalam hadits tersebut disebutkan:
“Sesungguhnya penciptaan salah seorang di antara kalian dalam rahim ibunya selama 40 hari berupa nutfah, kemudian menjadi alaqah selama itu juga, lalu menjadi mudghah selama itu juga. Kemudian malaikat diutus untuk meniupkan ruh ke dalamnya…”
Dengan memahami hadits ini, makna syukuran 4 bulan kehamilan menurut Islam menjadi lebih dari sekadar tradisi. Ia menjadi momen spiritual di mana manusia mengakui fase penting dalam perkembangan janin sebagai bukti kuasa Allah SWT.
Tidak Ada Kewajiban, Tapi Diperbolehkan
Meskipun tradisi ini tidak secara eksplisit diperintahkan dalam Al-Qur’an maupun sunnah, namun banyak ulama yang memperbolehkannya selama tidak mengandung unsur syirik dan dilakukan sebagai bentuk syukur, bukan ritual wajib. Oleh karena itu, makna syukuran 4 bulan kehamilan menurut Islam dapat dijadikan momentum reflektif dan positif dalam bingkai nilai-nilai Islami.
Doa dan Amalan yang Menyertai
Membaca Surah Yasin dan Al-Fatihah
Dalam pelaksanaan syukuran empat bulan kehamilan, biasanya dibacakan beberapa surah dari Al-Qur’an, seperti Yasin, Al-Fatihah, dan surah Maryam. Tujuannya adalah untuk memohon perlindungan Allah bagi janin serta kelancaran proses kehamilan hingga persalinan.
Amalan ini bersifat sunnah dan bisa dilakukan sendiri oleh orang tua atau bersama keluarga besar dan tetangga. Kegiatan ini juga menjadi ajang untuk mempererat silaturahmi dan membiasakan budaya tolong-menolong dalam kebaikan.
Mengumandangkan Azan di Perut Ibu
Tradisi lain yang sering dilakukan adalah mengumandangkan azan di dekat perut sang ibu. Hal ini dilandaskan pada keyakinan bahwa suara azan akan menjadi pengantar nilai tauhid kepada janin. Meskipun tidak ada dalil kuat yang mewajibkannya, amalan ini tetap dijalankan sebagai simbol pembiasaan spiritual sejak dini.
Syukuran semacam ini menunjukkan bahwa makna syukuran 4 bulan kehamilan menurut Islam tidak hanya seremonial, tetapi juga mengandung unsur pendidikan keimanan sejak dalam kandungan.
Tradisi Lokal dan Ragam Pelaksanaan
Perbedaan Tradisi di Berbagai Daerah
Setiap daerah di Indonesia memiliki cara unik dalam menyelenggarakan syukuran empat bulan kehamilan. Misalnya, di Jawa dikenal dengan istilah “mitoni” atau “tingkepan,” sementara di daerah lain mungkin disebut “selamatan calon bayi.” Namun pada dasarnya, tujuan utamanya tetap sama: berdoa dan memohon perlindungan untuk janin dan ibunya.
Menariknya, dalam acara ini biasanya ada makanan khusus yang disiapkan, seperti tumpeng, bubur merah putih, atau jajanan pasar. Namun, kembali ditekankan bahwa unsur spiritual tetap menjadi poin utama dalam pelaksanaannya.
Nilai Sosial dalam Pelaksanaan Syukuran
Selain nilai ibadah, syukuran ini juga menyimpan makna sosial. Dengan mengundang tetangga, keluarga, dan sahabat, orang tua ikut serta dalam membangun lingkungan yang peduli dan suportif terhadap proses kehamilan.
Melalui momen ini, para ibu hamil bisa mendapat dukungan moril, nasihat, bahkan bantuan konkret dari lingkungan sekitarnya. Dalam konteks ini, makna syukuran 4 bulan kehamilan menurut Islam menjadi lebih luas—mengandung semangat kebersamaan, bukan hanya ibadah personal.
Etika dan Batasan dalam Syukuran Kehamilan
Hindari Unsur Syirik atau Khurafat
Penting bagi setiap Muslim untuk memastikan bahwa syukuran yang dilakukan tidak mengandung unsur yang bertentangan dengan ajaran Islam. Hindari praktik yang berbau mistik, syirik, atau kepercayaan yang tidak berdasar syariat.
Jika perlu, konsultasikan pelaksanaan syukuran dengan tokoh agama setempat agar kegiatan tetap berada dalam koridor syar’i. Dengan demikian, makna syukuran 4 bulan kehamilan menurut Islam tetap terjaga dan tidak ternodai oleh kebiasaan menyimpang.
Fokus pada Doa, Bukan Ritual
Fokus utama dari syukuran ini adalah doa dan penguatan iman. Maka, hendaknya acara ini tidak dijadikan sebagai ajang pamer kekayaan atau pemborosan. Syukuran sederhana, namun penuh keikhlasan, justru lebih bernilai di mata Allah SWT.
Dengan menitikberatkan pada nilai spiritual dan bukan pada keramaian atau hiasan acara, maka makna syukuran 4 bulan kehamilan menurut Islam akan terasa lebih dalam dan bermakna bagi semua pihak yang terlibat.
Menanam Harapan Sejak dalam Kandungan
Doa untuk Kebaikan Anak
Tradisi syukuran ini juga menjadi momen untuk menanamkan doa-doa terbaik bagi anak yang sedang dikandung. Orang tua biasanya memohon agar kelak anak menjadi pribadi yang sholeh atau sholehah, sehat, cerdas, dan bermanfaat bagi agama dan masyarakat.
Sejak dalam kandungan, seorang anak sudah mulai dibentuk melalui doa-doa orang tuanya. Maka tidak heran jika makna syukuran 4 bulan kehamilan menurut Islam juga sering dikaitkan dengan spiritual parenting.
Menumbuhkan Rasa Syukur dan Amanah
Kehamilan adalah amanah besar. Dengan melakukan syukuran, orang tua diingatkan bahwa anak bukan sekadar anugerah, tapi juga tanggung jawab yang besar. Oleh karena itu, momen ini juga menjadi awal dari proses mendidik dan menjaga titipan Allah SWT.
Kesimpulan
Syukuran empat bulan kehamilan bukan sekadar tradisi, tetapi mengandung nilai spiritual yang mendalam. Dalam Islam, acara ini menjadi refleksi atas kekuasaan Allah dalam menciptakan kehidupan, serta wujud syukur atas ruh yang telah ditiupkan ke dalam janin. Melalui doa, dzikir, dan kegiatan sederhana namun bermakna, syukuran ini bisa menjadi awal yang baik dalam menyambut kelahiran buah hati.
Jika dilakukan dengan niat yang tulus dan sesuai syariat, maka makna syukuran 4 bulan kehamilan menurut Islam akan membawa berkah tidak hanya bagi janin, tetapi juga bagi seluruh keluarga. Mari kita jadikan setiap momen dalam kehidupan, termasuk masa kehamilan, sebagai ruang untuk memperkuat keimanan dan ketakwaan kepada-Nya. Yuk, bagikan pendapatmu di kolom komentar—apakah Kamu juga pernah mengikuti tradisi ini?
