Bagaimana jika tidak ada hari esok ?

Pernahkah terlintas di benakmu bagaimana jika tidak ada hari esok ? sebuah lamunan sekaligus renungan yang kadang terlintas dalam fikiran setiap manusia, bagaimana jika tidak ada hari esok.

Tentunya manusia dengan yakin menyusun rencana, punya keinginan dan segala mimpi yang membuat dirinya menjadi nyata dan hidup, namun seringkali manusia bisa memaksakan kehendak dan melupakan segala sesuatunya hanya bersifat sementara.

Karena Segala sesuatu yang ada pada dunia tidaklah abadi.

 

Dalam konteks Islami apabila seseorang Meninggal maka akan meninggalkan 3 hal diantaranya :

Abu Hurairah – bahwa Rasulullah s.a. bersabda: “ Apabila seseorang itu meninggal dunia maka terputuslah amalannya kecuali dari tiga perkara, Sedekah Jariyah, Ilmu yang dimanfaatkan dan anak yang soleh mendoakan untuknya.”

 

  1. Shadaqah Jariyyah

Pengrtian Sedeqah Jariyyah (Sedekah mengalir yang pahalanya sampai kepadanya) adalah  menurut Madzhab Empat yaitu memberikan shadawah yang tidak wajib, dengan cara menguasakan barang dengan tanpa ganti (gratis).

 

  1. Ilmu Yang di Manfaatkan

Ketika seseorang bertanya bagaimana jika tidak ada hari esok, maka jawablah ilmu yang bermanfaat dan diajarkan kepada orang lain akan terus mengalirkan pahala bahkan walaupun dirinya telah tiada di dunia.

Dilansir dari almanhaj.or.id, Ibnu Majah meriwayatkan dari Muadz bin Anas dari ayahnya, bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ عَلَّمَ عِلْمًا فَلَهُ أَجْرُ مَنْ عَمِلَ بِهِ لاَ يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الْعَامِلِ

“Barangsiapa mengajarkan suatu ilmu, maka dia mendapatkan pahala orang yang mengamalkannya, tidak mengurangi dari pahala orang yang mengamalkannya sedikitpun”.

 

  1. Anak Shaleh yang mendoakan orang tuanya

Berusahalah untuk mendidik anak menjadi anak yang Shaleh yang senantiasa mendoakan kedua orang tuanya, dan berdzikir pada Allah S.W.T Sesungguhnya apabila timbul pertanyaan dalam benakmu mengenai bagaimana jika tidak ada hari esok, anak yang Shaleh akan menjadi harta yang paling berharga di dunia.

Baca juga  Kewajiban Seorang Ayah di dalam Keluarga

Imam Turmudzi, Imam Nasai dan Ibnu Majah meriwayatkan dari Aisyah Radhiyallahu ‘anha bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

ِنَّ أَطْيَبَ مَا أَكَلْتُمْ مِنْ كَسْبِكُمْ وَإِنَّ أَوْلاَدَكُمْ مِنْ كَسْبِكُمْ

“Sesungguhnya sebaik-baik yang kamu makan adalah yang (kamu dapatkan) dari usaha kamu, dan sesungguhnya anak-anakmu itu termasuk usaha kamu”.

Ketika kamu berfikir bagaimana jika tidak ada hari esok, tentunya Tidak ada yang abadi di dunia ini bahkan Kecantikan pun akan memudar seiring berjalannya waktu, kulit akan mengeriput, tubuh menjadi renta dan setiap yang berjiwa akan merasakan mati,  cepat atau lambat orang yang dicinta akan pergi. dan juga kita tidak bisa memprediksi berapa lama lagi kita hidup di dunia.

 

Ayat Al – Quran Mengenai Kematian

 

(Ali ‘Imran Ayat 185)

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan“.

 

(Al – ‘Ankabut Ayat 57)

Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kemudian hanyalah kepada Kami kamu dikembalikan”.

 

(Ar – Rum Ayat 19)

Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan menghidupkan bumi sesudah matinya. Dan seperti itulah kamu akan dikeluarkan (dari kubur)“.

Baca juga artikel Menghakimi Orang Lain

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here