Proses pembekuan darah merupakan salah satu hal yang sering terjadi pada seseorang yang mengalami luka.

Ketika kamu mengalami cedera dan terjadi pendarahan, maka secara alami tubuhmu akan melakukan proses untuk menghentikan keluarnya darah. Itulah yang dinamakan proses pembekuan darah.

 

proses terjadinya pembekuan darah
proses terjadinya pembekuan darah

 

Proses Pembekuan Darah Pada Manusia

Hematosis merupakan istilah lain yang sering digunakan untuk proses pembekuan darah. Proses pembekuan darah pada manusia terjadi jika darah membentuk suatu gumpalan yang disebut dengan bekuan darah.

Bekuan darah tersebut nantinya akan menutup luka sehingga pendarahan dapat dihentikan.

Setelah pendarahan dihentikan, maka otomatis luka akan segera pulih kembali. Bayangkan jika pembekuan darah tidak terjadi pada manusia.

Jika hal tersebut benar-benar terjadi, maka penyembuhan luka pada seseorang akan sulit sekali terjadi. Dalam proses pembekuan darah, ada beberapa faktor yang berperan.

Faktor pertama yang berperan adalah trombosit. Trombosit disebut juga keping darah atau sel darah merah. Faktor yang kedua adalah faktor pembekuan atau yang biasa disebut dengan koagulasi.

Koagulasi sendiri sebenarnya merupakan protein yang terdapat pada organ hati. Ketika dua faktor tersebut sudah ada, maka pembekuan darah pun bisa terjadi.

Proses pembekuan darah dimulai dari keping darah atau trombosit yang membentuk suatu sumbatan. Trombosit akan membentuk sumbatan jika terjadi luka atau terjadi kerusakan pada pembuluh darah.

Ketika trombosit melakukan sumbatan, maka darah yang keluar dari luka tersebut pun dapat dihentikan.

Proses selanjutnya adalah pembentukan pembekuan darah. Proses tersebut secara alami terjadi karena adanya sinyal yang berantai. Reaksi tersebut dinamakan dengan kaskade Koagulas.

Setelah proses tersebut kira-kira cukup, maka protein-protein pun akan menghentikan proses pembekuan darah.

Ketika luka yang dialami tubuh sembuh, maka tubuh dengan alami akan membuang sumbatan yang terjadi. Namun, ada pula kelainan yang terjadi pada seseorang yang membuatnya susah menghentikan pendarahan.

Baca juga  3 Jenis Pengobatan Keloid Yang Ampuh Dan Efektif

Kelainan ini dinamakan dengan hemofilia dimana faktor koagulasi di dalam tubuh kurang. Dengan demikian, jika luka terjadi pendarahan akan sulit berhenti.

Untuk menghindari hemofilia, hal yang penting yang harus dilakukan adalah dengan mengonsumsi makanan sehat dan menerapkan pola hidup sehat. Ubahlah pola hidupmu mulai dari sekarang!

 

Gangguan pada Pembekuan Darah

 

Hemophilia

Penyakit hemophilia merupakan jenis penyakit yang berkaitan dengan proses pembekuan darah yang terganggu dan penyakit ini merupakan penyakit yang diwariskan atau faktor genetic dari ibu ke anaknya.

Pada para penderita hemophilia ini jika mereka mengalami pendarahan maka darah yang keluar akan mengalami pembekuan yang tidak normal karena dalam jangka waktu yang cukup panjang meskipun itu hanya berupa luka kecil saja.

Sebagian besar penderita hemophilia ini mengalami pendarahan yang terjadi di bawah kulit dimana jika terbentur sedikit akan mengalami memar dalam jangka panjang dan areanya bisa menyebar lebih luas.

Penderita hemophilia ini sangat berbahaya terutama jika terjadi pendarahan pada bagian tubuh yang vital seperti di otak, sendi, dan organ vital lainnya. ada beberapa jenis penyakit hemophilia, seperti berikut ini:

  • Hemophilia A

Penyakit Hemophilia A atau juga dikenal dengan nama hemophilia klasik merupakan penyakit yang berkaitan dengan proses pembekuan darah manusia yang paling banyak dialami oleh orang.

penyakit hemophilia merupakan gangguan karena tidak adanya faktor 8 yaitu antihemapholic yang menyebabkan kelainan pada kromosom X.

  • Hemophilia B

Penyakit Hemophilia B juga memiliki nama lain yaitu cristmas desease karena ditemukan oleh ahli asal kanada yang bernama steven crisrmas. Pada penyakit ini berarti di dalam darah kekurangan faktor 9 yaitu komponen thromboplastin plasma.

Pada penderita hemophilia baik A atau B jika mereka mengalami luka kecil itu adalah hal yang sangat berbahaya bagi mereka karena dibutuhkan waktu yang lama untuk menghentikan pendarahan tersebut tidak seperti orang normal pada umumnya.

Baca juga  3 Manfaat Donor Darah Untuk Kesehatan Pendonor

Nah, Untuk menghindari hemofilia, hal yang penting yang harus dilakukan adalah dengan mengonsumsi makanan sehat dan menerapkan pola hidup sehat. Ubahlah pola hidupmu mulai dari sekarang!

 

Coba baca : mengalami pendarahan? asam traneksamat obatnya

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *