Pemerintah menghimbau agar masyarakat menggunakan masker kain saat beraktivitas di luar ruangan. Himbauan ini berlaku untuk semua orang termasuk orang yang sehat.

Hal ini dilakukan sebagai upaya pencegahan penyebaran virus corona. Secara khusus, dianjurkan agar masyarakat memilih masker tiga lapis.

Ketua Tim Pakar Percepatan Penanganan Covid-19, Prof. Wiku Adisasmito menjelaskan, masker tiga lapis efektif untuk menangkal virus. Namun, belum dijelaskan lebih rinci seperti apa masker tiga lapis yang dimaksud.

Sejalan dengan itu, masyarakat memproduksi dan menjual masker kain sebagai alternatif masker bedah yang semakin langka di pasaran. Salah satu jenis paling umum adalah masker dengan dua lapis kain dan bagian tengah bisa dilapis oleh tisu sebagai filter.

Jika kamu bingung memilih kain yang tepat, Kepala anestesiologi di Wake Forest Baptist Health, Dr. Scott Segal yang kini tengah mempelajari masker buatan rumahan memberikan saran.

Dia menyebut, langkah pertama adalah merentangkan kain yang akan digunakan menghadap ke arah cahaya. Jika cahaya menembus dengan mudah melalui serat kain, dan kamu hampir bisa melihat serat-seratnya, artinya itu bukan bahan yang bagus digunakan untuk membuat masker.

Oleh sebab itu, Dr. Tirta dan Belva Devara aktif menyarankan agar masyarakat awam yang bukan tenaga medis bisa menggunakan masker kain untuk melakukan kegiatan sehari-hari sehingga masker medis bisa digunakan oleh para tenaga medis yang benar-benar meliki potensi tinggi terserang COVID-19.

Jenis Kain Yang Efektif.

Berikut ini hasil studi terkait kain yang paling efektif berdasarkan studi tersebut, yaitu:

  1. Sarung bantal dan kain dari 100% katun merupakan bahan paling cocok untuk DIY masker wajah, berdasarkan studi tersebut. Peregangan dari bahan kain tersebut juga bisa pas di wajah orang, yang merupakan poin penting dalam menyaring partikel.
  2. bahan Scuba, belakangan ini masyarakat ramai menjual masker berbahan scuba. karna selain nyaman digunakan serat kain dari bahan ini juga cukup rapat hingga bisa menghalangi droplet.
  3. Kantong penyedot debu yang memiliki efisiensi penyaringan yang sangat baik, namun, karena bahannya kaku dan tebal, bahannya cenderung tidak pas di wajah. Artinya tidak cocok digunakan sebagai masker, karena masih bisa ada celah yang memungkinkan partikel masuk ke hidung dan mulut.
  4. Scarf dan kain sutera juga kurang memberikan perlindungan daripada bahan-bahan sebelumnya. Jangan gunakan kain berbahan sutra karena memiliki daya saring yang paling buruk. Dari jurnal tersebutjuga dinyatakan bahwa bahan kain masker yang paling nyaman digunakan sembari bernafas adalah kain kaos katun 100%, sarung bantal berbahan katun, dan bahan katun pada umumnya. Masker kain ini nantinya dapat dilapis dengan filter kopi atau tisu agar daya saringnya meningkat.
Baca juga  Manfaat Susu Sapi Murni untuk Kesehatan dan Kecantikan

Namun, kelemahan dari studi ini yaitu tidak ada perhitungan seberapa baik bahan-bahan tersebut dalam mencegah COVID-19. Selain itu, tidak semua sarung bantal, kain, atau scarf terbuat dari bahan yang sama.

Menurut Dr. Shan Soe-Lin, PhD, dosen kesehatan global di Universitas Yale, semakin tebal kainnya, semakin baik. Jika menggunakan kain seperti bandana atau scarf, dobel kain tersebut karena bahannya tipis. Dan setelah terpasang, harus selalu terpasang hingga Anda kembali ke rumah.

Jadi, hingga muncul informasi terbaru terkait bahan terbaik untuk digunakan sebagai masker, pertahankan prinsip berikut ini.

  • Kenyamanan harus menjadi hal paling penting untuk masker kain.
  • Masker juga harus menutup rapat atau pas di wajah. Masker yang longgar tidak akan membantu dalam menghalau virus.
  • Masker kain tanpa dijahit jika sangat darurat.

Membuat Masker Kain.

Masker kain bisa dibuat tanpa menjahit jika dalam keadaan darurat. Cara mengujinya, cukup kamu gunakan masker tersebut kemudian coba tiuplah sebuah api. Jika api tidak padam, maka masker tersebut bisa kamu junakan.

Bahan:

  • Siapkan kain katun, kaos katun yang sudah tidak terpakai, atau sarung bantal katun.
  • Karet elastis, bisa juga menggunakan ikat rambut karet yang dilapisi kain agar Iebih nyaman saat dikaitkan ditelinga.

Cara membuat:

  • Cuci dan keringkan terlebih dahulu kain agar steril saat digunakan, kamu juga boleh menstrika kain tersebut.
  • Ukurlah panjang kain sesuai dengan ukuran wajah, masker harus menutupi hidung, mulut sampai ke bawah dagu.
  • Coba rentangkan kain, kemudian tambahkan filter kopi atau tissue di dalamnya agar serat semakin rapat.
  • Lipat kain menjadi tiga lipatan, lalu sematkan ikat rambut pada kedua sisi kain.
  • Lipat bagian ujung kain tepat di mana karet disematkan, satukan bagian ujung satu dengan ujung lainnya sampai kain menjadi rapat.
  • Masker kain buatanmu siap digunakan.
Baca juga  Tips Memilih Matras Yoga Terbaik

Namun, yang perlu diingat memakai masker saja masih tidak cukup untuk mencegah penyebaran Covid-19, lakukan juga langkah lain seperti mencuci tangan dan physical distancing. Masker kain juga harus diganti dan dicuci setiap hari ya…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here