Cara Dan Syarat Mengajukan Kur BRI 2018

Sekilas Tentang Kredit Usaha Rakyat (KUR)?

KUR BRI ditujukan pada rakyat Indonesia yang produktif dan Layak namun Belum Bankable, yang diartikan bankable itu adalah prasyarat yang dapat diterima oleh bank bila kita ingin mengajukan kredit dengan Bank tersebut.

Saat ini KUR BRI masih menjadi tujuan utama para debitur dibanding bank lain-nya untuk mendapatkan dana sebagai modal usaha, karena memang bank tersebut sudah merakyat walaupun bank lain-nya juga memberikan bunga yang sama. KUR BRI merupakan program pemerintah meskipun  sebenarnya modal utama dari pihak bank sendiri.

Pada tahun 2018 ini pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian akan menurunkan suku bunga KUR tahun 2018 dari sebelumnya 9% efektif per tahun menjadi sebesar 7% efektif per tahun.

 

syarat dan ketentuan KUR BRI
syarat dan ketentuan KUR BRI

 

Berapa Lama Sih Proses Pengajuan KUR?

Proses pengajuan KUR biasanya membutuhkan waktu 3-7 hari kerja sampai dana KUR yang anda ajukan dicairkan. Dana ini akan di transfer ke rekening pribadi Anda tentunya dengan menggunakan tabukan BRI

 

Pembiayaan KUR BANK BRI

  • Kredit Usaha Rakyat (KUR) BANK BRI terdiri dari KUR Mikro, KUR Ritel, dan KUR TKI
  • KUR Mikro BANK BRI adalah Kredit Modal Kerja dan atau Investasi dengan plafond s.d Rp 25 juta per debitur
  • KUR Ritel BANK BRI adalah Kredit Modal Kerja dan atau Investasi kepada debitur yang memiliki usaha produktif dan layak dengan plafond > Rp 25 juta s.d Rp 500 juta per debitur
  • KUR TKI BANK BRI juga diberikan untuk membiayai keberangkatan calon TKI ke negara penempatan dengan plafond s/d Rp 25 juta
  • Pemberian KUR BANK BRI akan diberikan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah dengan usaha produktif dan layak
  • Sektor usaha yang dibiayai sesuai dengan ketentuan pemerintah
  • KUR BANK BRI dapat dilayani di seluruh Unit Kerja BANK BRI yang tersebar di seluruh Indonesia
Baca juga  4 Perusahaan Startup Terbaik di Indonesia

 

Syarat dan Ketentuan Calon Debitur Berbeda-Beda Tergantung Dari Jenis KURnya Berikut Syarat Dan Ketentuannya 

 

KUR Mikro BANK BRI

  • Individu (perorangan) yang memiliki usaha produktif dan layak
  • Telah melakukan usaha secara aktif minimal 6 bulan
  • Tidak sedang menerima kredit dari perbankan kecuali kredit konsumtif seperti KPR, KKB, dan, Kartu Kredit
  • kelengkapan dokumen Identitas berupa KTP, Kartu Keluarga (KK), dan surat ijin usaha
  • Besar Kredit maksimal sebesar 25 juta per debitur
  • Jenis kredit
    • Kredit Modal Kerja (KMK) jangka waktu maksimal 3 (tiga) tahun
    • Kredit Investasi (KI) jangka waktu maksimal 5 (lima) tahun
  • Suku bunga 7% efektif per tahun
  • Tidak dipungut biaya provisi dan administrasi

 

KUR Ritel BANK BRI

  • Mempunyai usaha produktif dan layak
  • Tidak sedang menerima kredit dari perbankan kecuali kredit konsumtif seperti KPR, KKB, dan, Kartu Kredit
  • Usaha telah berjalan secara aktif minimal 6 bulan
  • Memiliki Surat Ijin Usaha Mikro dan Kecil (IUMK) atau surat ijin usaha lainnya yang dapat dipersamakan
  • Besar kredit maksimal sebesar Rp 25 juta – Rp 500 juta
  • Jenis kredit
    • Kredit Modal Kerja (KMK) jangka waktu maksimal 4 (empat) tahun
    • Kredit Investasi (KI) jangka waktu maksimal 5 (lima) tahun
  • Suku bunga berkisar 9% efektif per tahun
  • Tidak dipungut biaya provisi dan administrasi
  • Nilai agunan sesuai dengan ketentuan bank

 

KUR TKI BANK BRI

  • Calon TKI akan berangkat bekerja kenegara penempatan
  • Kelengkapan dokumen Identitas berupa KTP dan Kartu Keluarga
  • Perjanjian kerja dengan pengguna jasa
  • Perjanjian penempatan
  • Passpor
  • Visa
  • Besar kredit Rp 25 juta atau sesuai Cost Structure yang ditetapkan pemerintah
  • Suku bunga berkisar 7% efektif per tahun
  • Tidak dipungut biaya provisi dan administrasi
  • Jangka waktu maksimal 3 (tiga) tahun atau sesuai kontrak kerja
  • Tujuan negara penempatan Singapura, Hongkong, Taiwan, Brunei, Jepang, Korea Selatan, dan Malaysia
Baca juga  Cara Berwirausaha Bisnis Unik Bagi Pemula

 

Prosedur/Mekanisme Pengajuan KUR BRI

  • Pemohon (UMKMK) harus mengajukan surat permohonan KUR kepada Bank dengan melampiri dokumen seperti legalitas usaha, perizinan usaha, catatan keuangan dan sebagainya.
  • Bank akan mengevaluasi/analisa kelayakan usaha UMKMK berdasarkan permohonan tersebut layak dibiayai atau tidak.
  • Apabila Bank menyatakan, usaha UMKMK layak maka Bank menyetujui permohonan KUR. Pemberian KUR sepenuhnya merupakan kewenangan Bank.
  • kemudian antara Bank dan UMKMK menandatangani Perjanjian Kredit/Pembiayaan.
  • UMKMK juga wajib membayar/mengangsur kewajiban pengembalian KUR kepada Bank sampai lunas.

 

Yang Termasuk Agunan Sebagai Jaminan:

  • Agunan wajib ada yaitu Kelayakan Usaha dan Obyek yang dibiayai itu sendiri (jenis usaha yang sudah anda jalankan), Kalau anda tidak punya usaha apa apa mustahil akan di setujui
  • Agunan Tambahan sesuai dengan ketentuan pada Bank Pelaksana, misalnya sertifikat tanah, BPKB mobil, dan lain sebagainya.

Baca juga artikel :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *