terakurat.com – Cara Merawat Kain Tenun Tradisional –

Selain batik, kita memiliki kain tradisional lainnya yang tak kalah populer yaitu kain tenun. Warna dan corak kain tenun tradisional memiliki daya tarik di dunia fashion hingga ke seluruh dunia.

Tak jarang Anda harus merogoh kocek yang dalam untuk dapat memiliki koleksi kain tenun tradisional. Hal ini dikarenakan teknik tenun itu sendiri tidak dilakukan dengan mesin, sehingga membutuhkan waktu yang lama, serta perlu keterampilan pengrajinnya.

Tentu saja dengan harga yang mahal, Anda ingin koleksi kain tenun Anda tetap terjaga dengan baik. Lantas bagaimana cara merawat koleksi Anda agar dapat bertahan lama?

Kali ini kita ulas tips bagaimana cara merawat kain tenun tradisional yang sebenarnya tidak sulit namun tetap butuh beberapa perhatian.

Pilih deterjen dengan formula yang lembut

Kain tenun tradisional perlu dicuci untuk menghindarinya dari debu, namun yang perlu diperhatikan, jangan menggunakan deterjen sabun yang terlalu kuat formulanya.

Penggunaan deterjen berformula kuat akan mengakibatkan warna pada koleksi kain tenun tradisional Anda cepat pudar.

Jika tidak ada deterjen khusus Anda dapat juga mencucinya dengan sabun atau shampoo yang diperuntukkan untuk bayi.

Jangan menggunakan mesin cuci

Dalam mencuci kain tenun tradisional, hindari penggunaan mesin cuci. Kain tenun Anda sebaiknya dicuci dengan tangan. Selain itu jangan mengkucek kain tenun Anda apalagi hingga memelintirnya.

Cara mencuci kain tenun tradisional adalah dengan mencelup-celupkannya saja ke air sabun berformula rendah hingga beberapa kali celupan.

Deterjen alternatif dengan biji lerak

Biji lerak cukup populer penggunaannya sebagai alternatif deterjen yang minim limbah atau dikenal dengan istilah zero waste.

Kini biji lerak telah banyak diekstrak dan dikemas dalam bentuk cair serta banyak dijual di toko online atau marketplace.

Baca juga  Rekomendasi Aplikasi Edit Lagu Terbaik untuk Android

Perhatikan cara menjemur kain tenun tradisional

Setelah mencuci pada saat ingin menjemur, kain tenun dipijat dari ujung ke ujung agar airnya keluar, lalu dikibaskan. Jangan memeras kain dengan cara memelintir.

Saat menjemur kain tenun tradisional cukup diangin-anginkan saja dan hindari menjemur di bawah terik sinar matahari langsung. Hal ini untuk menjaga agar warna pada tekstur kain tenun tradisional Anda tidak cepat pudar.

Perhatikan kelembapan saat menyimpan

Jamur dan ngengat bisa menjadi musuh Anda, karena Indonesia memiliki kelembapan yang cukup tinggi. Salah satu cara merawat kain tenun tradisional Anda adalah dengan menaruh kapur barus , kamper, atau tanaman tradisional seperti cengkeh.

Sekian tips bagaimana cara merawat kain tenun tradisional Anda, semoga bermanfaat dan ayo terus dukung produk lokal Indonesia.

Bagi Anda para UMKM yang ingin menambah keilmuan tentang dunia bisnis dan kewirausahaan maupun ekonomi kreatif, dapat mengikuti webinar yang diadakan oleh Karya Kreatif Jawa Barat (KKJ), suatu event tahunan yang diselenggarakan atas kerjasama dan sinergi dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Bank Indonesia Jawa Barat, Dekranasda Jawa Barat, Otoritas Jasa Keuangan, dan Perbankan dengan mengunjungi halaman berikut ini.

https://karyakreatifjawabarat.com/

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here