terakurat.comcerita-mistis– Museum tak melulu soal barang bersejarah yang dipamerkan. Banyak museum yang ternyata memiliki inti sejarah justru di bangunan itu sendiri. Seperti Museum Sejarah Jakarta, landmark dari kawasan Kota Tua yang lebih dikenal dengan nama Museum Fatahillah.

Pada zaman penjajahan Belanda, Museum Sejarah Jakarta adalah balai kota Batavia yang merupakan pusat aktivitas rakyat pada abad ke 17-19. Tiap sore rakyat berkumpul mengambil air bersih dari satu-satunya mata air di halaman depan balai kota, ada pula trem yang berjalan dengan rel di depan balai kota.

Selain aktivitas tersebut, balai kota juga memiliki fungsi lain, yakni sebagai tempat pelaksanaan hukuman mati dan pembantaian massal. Saksi bisu dari pemerintahan yang brutal. Selain pembantaian tersebut, Museum Sejarah Jakarta juga menjadi saksi bisu dari penderitaan tawanan di penjara bawah tanah untuk wanita dan laki-laki.

Berikut ini cerita mistis yang tersebar di Museum Fatahillah :

1. Bau Anyir dan Amis Darah Dari Dalam Penjara Bawah Tanah.

blogunik.con

Inilah cerita mistis paling melegenda di museum Fatahillah, kisah yang bersumber dari area penjara bawah tanah. Ruang penjara ini sudah berdiri sejak 300 tahun silam. Dulunya, digunakan sebagai tempat penampungan para tahanan, penjahat dan tokoh-tokoh masyarakat yang memberontak terhadap pemerintahan Belanda.

Di sinilah aksi kejam paling banyak terjadi. Para tahanan di masukkan ke sana hingga sesak sebanyak 500 orang, dibiarkan kelaparan, membusuk mati sampai disiksa dengan sadis. Kisah kelam itulah yang kemudian dipercaya menjadikan areal penjara ini kental dengan nuansa mistis.

Mulai dari suara-suara aneh, bau anyir dan amis darah, hingga penampakan sosok bayangan hitam acapkali terlihat. Selain itu serimg tampak penampakan tiga hantu berwujud anak kecil yang sudah tidak karuan, juga pria dan wanita yang mengenakan busana khas Belanda dengan bentuk yang sudah hancur sering terlihat di kawasan ini.

2. Penjara Tidak Ada Sejak Awal.

tribunnews.com

Ternyata penjara bawah tanah ini tidak dibangun sejak awal pembangunan gedung ini. Penjara bawah tanah ini dibangun setelah fungsi gedung berubah dari balai kota menjadi dewan pengadilan. Penjara bawah ini sangat kecil dan gelap. Ada dua jenis penjara, yaitu penjara laki-laki dan penjara perempuan. Kebanyakan yang ditahan adalah kaum pribumi yang mencoba melawan penjajah.

Baca juga  Misteri Palung Mariana, dan Misteri Bawah Lautnya yang Menyeramkan

3. Sering Terjadi Kesurupan.

lpmpijarnigha.wordpress.com

Kisah angker kawasan Kota Tua semakin lengkap dengan banyaknya pengunjung yang kesurupan. Menurut Asep Saefullah, hampir setiap minggu ada saja wisatawan yang ‘dimasuki’. Bahkan, banyak juga wisatawan yang kesurupan pada siang hari.

4. Mencapai 70 Tahanan.

hipwee.com

Di ruangan yang kecil dan gelap ini, bisa jadi ada 50 – 70 tahanan yang tinggal. Dapat dibayangkan betapa sesaknya ruangan tersebut. Sumber makananpun terbatas. Apalagi segala kegiatan dilakukan di dalam. Tahanan pun banyak yang sakit dan akhirnya meninggal. Banyak jasadnya dari mereka yang dimasukkan ke sumur di depan penjara bawah tanah tersebut.

5. Suara Jeritan dari Penjara Wanita.

tribunnews.com

Selain Museum Wayang, spot paling angker lainnya adalah penjara wanita yang ada di Museum Sejarah Jakarta. Museum Sejarah Jakarta sebelumnya merupakan kantor Gubernur Belanda, yang memiliki ruangan bawah tanah. Tempat itu difungsikan sebagai penjara untuk wanita. Nah, pada malam hari, dari gedung Museum Sejarah Jakarta bagia kiri kerap muncul suara-suara jeritan perempuan dan suara musik kolonial.

6. Pohon yang dipenuhi tengkorak.

pixabay.com

Spot angker lainnya adalah pohon kecil yang terletak di dekat meriam, di depan Museum Sejarah Jakarta. Konon, di tempat pohon tersebut tumbuh dulunya merupakan tempat menumpuk kepala-kepala tentara yang dipenggal di depan Museum Sejarah. Hingga saat ini, banyak pengunjung yang mengaku melihat ‘penampakan’ tengkorak di sekitar pohon tersebut.

7. Pangeran Diponegoro.

tribunnews.com

Salah satu pahlawan yang pernah ditahan di penjara bawah tanah ini adalah Pangeran Diponegoro. Bahkan ada kejadian mistis yang dipercaya terjadi ketika Pangeran Diponegoro ditahan, yaitu tubuhnya masih terdapat di dalam penjara, tetapi ada yang melihatnya berjalan-jalan di suatu daerah untuk mengabarkan peperangan.

Baca juga  Misteri Gunung Lalakon, Makam Embah Batu Gajah

8. Toko Merah.

kumparan.com

Bangunan yang satu ini mempunyai ciri khas dengan warnanya yang merah. Sesuai dengan namanya. Sejarahnya, dulu bangunan ini adalah milik seorang Belanda yang meninggalkan banyak misteri berdarah karena adanya pembantaian pada etnis China. Meski tempat ini adalah salah satu obyek wisata namun tidak mudah mendapat izin masuk ke tempat ini. Bangunan ini memang tidak dibuka untuk umum. Tetapi, tempat ini pun bisa menjadi spot fotomu yang menarik.

9. Bunyi gamelan dari Museum Wayang.

indonesiakaya.com

Museum wayang menjadi salah satu spot paling angker di kawasan Kota Tua. Bagian depan museum ini memajang beberapa wayang raksasa yang memberikan kesan magis. Ruangan museum wayang dengan pencahayaan yang muram juga menambah sisi mistis dari bangunan tua tersebut. Di dalam museum wayang dulu terdapat sebuah kuburan salah satu pejabat Belanda.

Meski saat ini kuburan tersebut sudah dipindahkan, suasana angker masih tertinggal. Menurut cerita para penjaga dan sejumlah pengunjung, pada malam hari kerap ada suara gamelan dari dalam Museum Wayang. Kira-kira siapa yah yang main gamelan malam-malam di Museum Wayang?

10. Lonceng Kematian Masih Sering Berbunyi.

travel.kompas.com

Selain dijadikan sebagai gedung pemerintahan di era Belanda, museum Fatahillah juga dijadikan sebagai tempat eksekusi. Dalam kisah sejarahnya, seorang tahanan yang akan dieksekusi akan diberi tanda dari orang-orang di sekitar museum melalui sebuah lonceng yang dikenal dengan nama lonceng kematian. Satu kali berbunyi, berarti tahanan mulai digiring ke ruang pengadilan, kedua berarti tahanan sudah berada di atas podium pengadilan.

Sedangkan bunyi lonceng ketiga menjadi tanda bahwa tahanan akan segera dieksekusi dan disaksikan oleh pejabat dan hakim pengadilan. Di saat-saat tertentu, lonceng yang dulu memang selalu dibunyikan saat malam hari, masih sesekali berbunyi sendiri. Bahkan, bunyinya hingga tiga kali. Yang begini masa nggak ngeri?

Baca juga  Misteri Hilangnya Lantai 13, di Dalam Sebuah Lift

11. kisah Pieter Erberveld.

akarasa.com

Pemberontak yang dihukum mati di halaman selatan Benteng Batavia dengan cara yang kejam. Kedua tangan dan kaki Erberveld serta rekan-rekannya, diikat pada tali tambang. Keempat ujung tali tambang kemudian diikatkan pada kuda-kuda pilihan yang sangat kuat. Kemudian, kuda-kuda tersebut dilecut hingga berlari ke arah-arah yang berlawanan. Badan Elberverd dan rekan-rekannya pun terkoyak.

Peristiwa tersebut tercatat di monumen pecah kulit yang berada di halaman belakang Museum Sejarah Jakarta. Sementara itu, untuk para kriminal itu di dakwa karena membunuh atau merampok. Mereka semua dieksekusi di depan umum dengan cara hukuman gantung di depan gedung yang kini telah menjadi Musium Nasional ini.

12. Mural Di Sebuah Ruang Rahasia.

liputan6.com

Di salah satu ruang kamar di Museum Fatahillah terdapat sebuah dinding kamar yang cukup luas, sekitar 200 m persegi, terdapat mural yang sangat eksotis. Mural itu tampak setengah jadi. Mural itu menggambarkan Batavia era 1880-1920, di mana kala itu terjadi pertumpahan darah di Batavia.

Menurut brosur yang kubaca, mural itu dibuat oleh pelukis Harijadi Sumodidjojo dan S.Sudjojono pada tahun 1974 atas suruhan Ali Sadikin. Mural ini tak pernah selesai, dikarenakan dinding yang lembab akibat terembes air laut, sehingga cat pada mural tak bisa menempel secara utuh.

Kamar rahasia ini sendiri baru ditemukan dan dibuka kembali pada 2010, setelah selama 35 tahun ditutup. Kamar ini secara tak sengaja ditemukan oleh orang-orang Indonesia pecinta sejarah. Setelah itu, banyak yang mencoba menerjemahkan misteri lukisan dinding tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here