Terakurat.com – dampak hiv dan aids – Sistem kekebalan tubuh atau imun seharusnya memiliki peranan yang kursial guna menjaga dari penyakit dan infeksi. Tapi bagaimana jika satu-satunya sistem pertahanan tubuh kita terserang virus? Mungkin kamu sudah familiar dengan HIV/AIDS yang dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh.

Sebenarnya, HIV adalah virus yang dapat menghancurkan sel CD4 yang seharusnya melawan infeksi. Selanjutnya konsisi penyakit kronis dari HIV adalah penyakit AIDS.

HIV (Human Immunodeficiency Virus) adalah sebuah virus yang dapat menyerang sistem kekebalan tubuh yang selanjutnya melemahkan kemampuan tubuh melawan infeksi dan penyakit. Obat atau metode penanganan HIV hingga saat ini masih belum ditemukan.

Dengan menjalani pengobatan tertentu, pasien pengidap HIV dapat memperlambat laju perkembangan penyakit ini, sehingga pengidap HIV mampu menjalani hidup dengan normal.

Pengertian HIV dan AIDS

AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) adalah kondisi di mana HIV sudah pada tahap infeksi akhir. Ketika seseorang sudah mengalami AIDS, maka tubuh tidak lagi memiliki kemampuan untuk melawan infeksi yang ditimbulkan.

Lalu bagaimana proses HIV menjadi AIDS?

Penyakit HIV mampu menghancurkan sel darah putih, T CD4 yang sangat berperan bagi tuhub melawan penyakit. Senakin sedikit sel T CD4 maka akan semakin lemah pula sistem kekebalan imun tubuh.

Selama jumah sel T CD4 yang berada di dalam tubuh masih di atas 200, maka HIV belum berubah menjadi AIDS. HIV bisa saja menginfeksi tubuh selama bertahun-tahun sebelum bertransformasi menjadi AIDS.

Kamu bisa saja tertular jika bertukar cairan tubuh seperti darah, Air Mani, Cairan Vagina dan air susu ibu dengan penderita HIV/AIDS. Berbagai penyebab pertukaran cairan tubuh tersebut antara lain melakukan hubungan intim dan memakai jarum suntik yang sama.

Bisa juga melalui peralatan tato yang tidak diperhatikan kebersihannya atau melalui transfusi darah. Akan tetapi HIV/AIDS tidak dapat ditularkan melalui kontak kulit atau air liyr asalkan tidak terdapat luka terbuka.

Baca juga  Social Distancing Atasi COVID-19?, Ini Caranya!

Hingga saat ini masih belum ada obat untuk menyembuhkan secara penuh pasien yang terjangkit HIV/AIDS. Selain karena kesempatan sembuh yang rendah bagi penderitanya, penyakit ini juga dapat mengakibatkan pasien mengalami komplikasi penyakit karena kekebalan tubuh atau imun yang melemah.

Dampak dari HIV dan AIDS

Berikut ini adalah komplikasi penyakit yang kerap ditemukan pada penderita HIV/AIDS.

(TBC) Tuberkulosis

Tuberkulosis dapat dengan mudah menyerang penderita HIV yang memiliki daya tahan tubuh lemah, karena TBC bisa menular lewat udara. Jika penderita HIV/AIDS terbukti positif terjangkut virus TBC maka harus sesegera diberi antibiotik untuk mematikan bakteri TBC tersebut.

Bakteri Tuberkulosis yang berada di dalam tubuh penderita HIV/AIDS harus sesegera mungkin ditangani terlebih dahulu sampai tuntas, setelah itu pasien baru boleh melanjutkan obat-obatan HIV lagi. Tuberkulosis dinobatkan sebagai penyebab kematian nomor satu bagi penderita HIV/AIDS.

Toksoplasmosis

Toksoplasmosis adalah infeksi pada manusia yang ditimbukan oleh adanya parasit ber sel satu Toxopasma Gondii. Parasit ini dapat ditemukan pada kotoran kucing atau daging yang masih beleum matang.

Sebenarnya pada sistem kekebalan tubuh normal, infeksi parasit ini tidaklah membahayakan. Akan tetapi bagi seseorang dengan sistem imunitas rendah seperti penderita HIV/AIDS perlu penangan medis serius untuk menghindari komplikasi yang lebih berat.

Komlplikasi yang ditimbulkan dari Toksoplasmosis terkusus pada penderita HIV/AIDS adalah infeksi otak serius yang disebut ensefalitis.

Kriptosporidiosis

Kriptosporidiosis adalah penyakit yang diakibatkan infeksi oleh parasit Cryptosporidium yang ditandai dengan diare yang tak kunjung sembuh. Infeksi seperti ini biasanya datang dari infeksi usus pada hewan.

Infeksi parasit ini masuk kedalam tubuh lewat makanan atau minuman yang telah terkontaminasi. Gejalanya biasanya akan muncul seminggu setelah dimasuki parasit dan akan berlangsung selama dua minggu.

Baca juga  Hias Pekarangan Rumah Dengan Tanaman Obat Ini!

Namun, pada orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh rendah atau anak-anak gejala seperti ini dapat bertahan selama 24 hingga 36 bulan, bahkan bisa sampai komplikasi fatal.

Sitomegalovirus

Sitomegalovirus adalah virus yang berhubungan dengan virus herves. Penularan virus ini melalui cairan tubuh seperti air liur, darah, mani dan urin. Sistem kekebalan tubuh sehat mampu mengontrol virus ini sehingga bisa menjadi tidak aktif. Sedangkan pada menderita HIV, CMV dapat menyebar ke seluruh tubuh jika tidak cepat di obati.

Penderita HIV akan mengalami gangguan penglihatan, saluran pencernaan, paru-paru bahkan bisa sampai kesulitan berjalan. Kemungkinan pasien HIV terserang virus CMV akan lebih besar ketika jumlah CD4 berkurang dari 100 sel/mikroliter.

Kandidiasis

Infeksi yang satu ini disebabkan oleh infeksi jamur yang lagi-lagi menyerang seseorang dengan imun atau kekebalan tubuh lemah. Pada penderita HIV, jamur tersebut akan berkembang biak secara berlebihan sehingga membuat lapisan membran palsu pada mulut, lidah dan vagina.

Area mulut akan terasa seperti terbakar dan jika membran putih tersebut coba dilepaskan akan mengakibatkan rasa perih dan pendarahan. Kandidiasis orofaring dapat ditemukan pada 50-95% penderita HIV/AIDS.

Kriptokokus Meningitis

Meningitis adalah penyakit yang disebabkan radang selapu cairan otak dan sumsum tulang belakang. Sedangkan Kriptokokus meningitis adalah infeksi yang pada bagian sistem saraf umum pusat yang biasanya muncul pada pasien yang postifive HIV/AIDS.

Jamur ini menebakan infeksi yang disebur Cryptococcus neoformans yang tersebar melalui udara. Hal tersebut berarti jamur yang satu ini sangatlah mudah terhirup karena jamur ini akan mengendap di paru-paru dan masuk ke aliran darah melalui otak dan sumsum tulang belakang. Penderita HIV dengan CD 4 dibawah 50 akan lebih mudah terinfeksi jamur ini.

Baca juga  Wabah Aneh Di Dunia Yang Tidak Biasa!

Kanker Kelenjar Getah Bening atau Linfoma

Linfoma atau kanker kelenjar getah bening adalah kanker darah yang disebabkan oleh kelenjar getah bening membengkak. Penyakit ini diawali dari sel kanker yang menyerah salah satu limfosit atau sel darah putih.

Selain di kelenjar getah bening, limfosit juga tersebar di limpa, timus, sumsum tulang dan juga saluran pencernaan.

Limfosit yang terserang akan berubah, berkembang san menyebar secara tidak normal. Pengobatan Kanker yang diterima oleh penderita HIV/AIDS tidak berbeda dengan yang lainnya seperti Radiasi, Kemoterapi, bahkan Operasi. Efek samping sari pengobatan kanker pada pasien HIV/AIDS adalah rentan terhadap berbagai penyakit infeksi.

Sistem kekebalan tubuh yang sudah positif HIV yang sudah melemah akan semakin melemah salama pengobatan kanker ini. Makannya pasien HIV yang terkena akan mendapatkan perawatan Khusus.

Pneumonia Kronis

Pneumonia adalah infeksi yang disebabkan oleh salah satu atau kedua paru-paru yang disebabkan oleh bakteri, virus dan jamur. Mungkin kamu pernah mendengar kata paru-paru basah, nah ini dia penyakitnya.

Kantung udara yang berada di paru-paru terinfeksi akan meradang dan membengkak. Infeksi seperti ini sebenarnya bisa di lawan oleh siapapun yang berusia 3-4 tahun. Jika memiliki sistem kekebalan tubuh yang bekerja dengan baik.

Sedangkan pada penderita HIV/AIDS dengan jumlah CD 4 kurang dari 200 akan mudah terinfeksi penyakit yang satu ini. Hampir dari 75% pasien poisitif HIV terinfeksi Pneumonia Kronis.

Demikian sangat membahayakan penyakit HIV/AIDS ini, sekali kamu terjangkit maka HIV/AIDS yang akan melemahkan sistem imun kekebalan tubuh dan tubuhmu akan rentan terhadap berbagai penyakit berbahaya lainnya.

Beberapa dari penyakit tersebut dapat dengan mudah ditularkan karena penyebarannya melalui udara. Oleh sebab itu, maka jauhkanlah segalah hal yang bisa membuat dirimu terjangkit virus penyebab penyakit berbahaya ini. Nah, itulah beberapa dampak dari hiv dan aids.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here