Film para tokoh dunia yang diangkat dari kisah nyata selalu bisa memberikan inspirasi bagi para penontonnya. Dengan demikian, penonton dapat mempelajari sejarah dan dan memetik banyak nilai hidup dari orang-orang hebat yang kisahnya diangkat menjadi film ini. Berikut ini beberapa tokoh dunia yang kisah dan perjalanan hidupnya di buat menjadi sebuah film yang menginspirasi.

Gandhi.

Sosoknya dikenal sebagai salah satu orang penting di balik kemerdekaan India. Tak hanya itu, Gandhi juga memperjuangkan hak asasi dan kemerdekaan, bahkan hingga ke tingkat dunia. Kisah inspiratif ini lah yang kemudian menggugah para sineas berbakat untuk mengangkatnya jadi sebuah film yang berjudul “Gandhi”.

Film ini digarap oleh Richard Attenborough, dan mendapatkan banyak penghargaan, termasuk “Best Director”, “Best Picture”, “Best Actor”, “Best Writing”, “Best Art Direction”, dan “Best Cinematography” dari Academy Awards ke-55. Meski sudah dirilis lebih dari tiga dekade silam, film ini masih tetap relevan untuk ditonton pada masa sekarang.

Lincoln.

Amerika Serikat dikenal sebagai negara adidaya, sosok-sosok presiden dari negara ini pun sering menjadi perhatian dunia. Tidak sedikit orang yang ingin mengetahui kisah-kisahnya. Termasuk kisah dari presiden ke-16 mereka, Abraham Lincoln. Lincoln dikenal sebagai pemimpin yang mampu membuat negaranya keluar dari perang saudara. Namun sayangnya, kisah hidup Lincoln berakhir dengan tragis.

Pada 1865, ia ditembak mati dalam sebuah gedung teater oleh seorang pemain teater yang mengidap gangguan jiwa. Kisah hidup sang Presiden ini kemudian diangkat menjadi sebuah film layar lebar. Berjudul “Lincoln”, film ini dibintangi oleh Daniel Day-Lewis dan digarap oleh sutradara kondang Steven Spielberg.

Soekarno.

Indonesia juga memiliki sosok presiden yang keberadaanya cukup diakui oleh dunia. Presiden Soekarno merupakan Presiden pertama Indonesia yang dikenal berkat perjuangannya untuk kemerdekaan Indonesia.

Baca juga  Kucumbu Tubuh Indahku, Kalahkan 70 Negara.

Film “Soekarno” ini sebenarnya sempat mendapat kecaman dari beberapa pihak, termasuk Rachmawati Soekarnoputri, puteri Presiden Soekarno. Namun, Upaya Hanung Bramantyo patut diacungi jempol.

Mandela: Long Walk To Freedom.

Nama Nelson Mandela sering kali disebut-sebut dalam buku pelajaran sejarah. Hal tersebut karena ia merupakan sosok revolusioner yang melawan sistem Apartheid di Afrika Selatan.

Dia juga menjadi presiden pertama Afrika Selatan yang terpilih melalui sistem demokrasi. Demi melawan diskriminasi rasial yang terjadi pada bangsanya, Mandela tidak pernah berhenti untuk berjuang meskipun dipenjara beberapa kali.

Kisah hidup dan perjuangan sosok Mandela ini akhirnya diangkat ke dalam sebuah film “Mandela: Long Walk To Freedom” yang disutradarai oleh Justin Chadwick. Film ini juga dibintangi oleh Idris Elba dan Naomie Harris. Film yang diangkat dari buku autobiografi Mandela ini mendapatkan banyak apresiasi dari seluruh dunia.

Young Victoria.

Emily Blunt terpilih untuk memerankan Victoria, Ratu Inggris pada abad ke-19 yang diberikan mahkota saat usianya baru menginjak 18 tahun.

Meskipun banyak sekali orang yang meragukan kemampuannya dalam memimpin negara dan berusaha untuk memanfaatkan kelemahan tersebut, Victoria muda tak membiarkan satu orang pun membuat keputusan untuknya. Ia tetap teguh untuk mengambil keputusannya sendiri.

Victoria juga tak takut membuat perubahan yang cukup kontroversial bagi Inggris dan berhasil meningkatkan taraf hidup rakyatnya pada masa itu.

The Iron Lady.

Margaret Thatcher mendapat julukan si tangan besi, selama masa kepemimpinan nya. Perdana Menteri wanita yang pertama di Inggris, kerap menghasilkan kebijakan yang membuat rekan-rekan dan saingan politiknya terbelalak.

Ia juga mengajarkan kita bahwa kepemimpinan bukanlah tentang mengejar kekuasaan, tetapi justru tentang pelayanan untuk banyak orang. Ia memilih untuk ikut pemilihan umum bukan karena ambisi pribadi, melainkan karena keprihatinannya dengan kondisi politik Inggris saat itu.

Baca juga  Film'Pet Sematary' Karya Stephen King Paling Menakutkan.

The Last Emperor.

Film garapan Bernardo Bertolucci ini mengisahkan tentang Pu Yi, orang terakhir yang menjabat sebagai kaisar dalam sejarah Tiongkok. ia sudah dinobatkan sebagai kaisar sejak berusia dua tahun 10 bulan pada 1908 setelah kaisar sebelumnya wafat.

The Last Emperor yang Dibintangi oleh John Lone ini menggambarkan awal kehidupan Pu Yi, pemberontakan yang ia lakukan untuk melawan praktik pengadilan tradisional, saat dia diasingkan setelah kudeta, sampai masa dimana dirinya ditahan oleh Tentara Merah.

Pada tahun perilisanya, film ini mendapatkan banyak penghargaan, di antaranya sembilan Piala Oscar dan empat kategori Golden Globe.

Darkest Hour.

Film ini berlatar pada era 1940-an. “Darkest Hour” menyoroti tentang kisah orang Inggris yang paling terkemuka di dunia, Winston Churchill.

Menceritakan tentang masa diawal pemilihan Churcill sebagai perdana menteri Inggris. Kita juga akan menyaksikan intrik dalam dunia politik seputar kekuasaan dan keberpihakan terhadap rakyat yang seru dan menginspirasi.

Film ini berhasil mengantarkan Gary Oldman untuk membawa pulang piala Aktor Terbaik di Academy Awards, lho guys!

Morning Glory.

Becky Fuller merupakan seorang produser eksekutif dari sebuah acara televisi pagi yang sudah hampir kehilangan penonton. Ia ditantang berhadapan dengan sebuah tim yang sangat sulit diatur.

Namun, berkat semangatnya yang tak pernah gentar, Becky akhirnya berhasil mengembalikan dan justru meningkatkan popularitas acara tersebut. Rahasia yang diterapkan oleh Becky adalah kepercayaan tinggi pada orang-orang yang bekerja dengannya.

Dengan melakukan pendekatan yang penuh kepedulian, Becky menyentuh hati seluruh anggota timnya untuk kembali bersatu dan berbagi tanggung jawab bersama.

The Theory of Everything.

Di tahun 1960-an, seorang mahasiswa Universitas Cambridge bernama Stephen Hawking (Eddie Redmayne) jatuh cinta pada teman kuliahnya, Jane Wilde (Felicity Jones).

Baca juga  Rumah dan Lokasi Angker di Film Horor Indonesia!

Hawking yang cerdas dan aktif tiba-tiba menderita penyakit motor neuron yang membuatnya sulit beraktifitas saat usianya menginjak 21 tahun. Jane yang akhirnya menikah dengannya tetap setia untuk mendampinginya. Hawking memulai kerja ilmiah terbesarnya meski dokter mengatakan hidupnya sudah tidak akan lama lagi.

Mereka bersama-sama melawan ketidakmungkinan, mencetus pengetahuan baru di bidang kedokteran dan sains, bahkan hingga mencapai lebih dari yang pernah mereka impikan.

Nah guys, film mana nih yang sudah kalian tonton? Tidak ada alasan dan kata menyerah untuk menjadi hebat. Semoga film-film ini bisa menginspirasi kamu ya…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here