terakurat.comkapal-sewol– Pada tanggal 16 April 2014 tercatat sebagai salah satu lembaran kelam sejarah transportasi di Korea Selatan, saat kapal ferry Sewol miring lalu tenggelam dalam pelayaran dari Incheon menuju pulau Jeju.

Tenggelamnya kapal yang membawa 476 orang penumpang itu menewaskan 304 orang penumpang yang sebagian besar adalah pelajar SMA Danwon yang akan berlibur menjelang ujian.

Sekitar 172 orang selamat karena ditolong oleh kapal-kapal nelayan dan beberapa kapal lainnya yang tiba di lokasi 40 menit setelah kedatangan pasukan penjaga pantai Korea Selatan.

Kapal ferry itu dibuat di Jepang pada tahun 1994, kemudian dibeli perusahaan Chonghaejin Marine pada tahun 2012.
Perusahaan tersebut kemudian melakukan sejumlah modifikasi terhadap Sewol termasuk tambahan kabin penumpang di dek tiga, empat, dan lima.

Setiap minggu Sewol melakukan tiga perjalanan pergi pulang dari Incheon menuju Jeju yang jaraknya sekitar 425 kilometer atau sekitar 13,5 jam perjalanan.

Berikut ini Beberapa film yang menceritakan tentang Tragedi Kapal ferry Sewol :

In The Absence.

In the Absence bercerita tentang tragedi Kapal Sewol yang menewaskan lebih dari 300 orang. Sebagian besar korban merupakan pelajar SMA yang akan melakukan wisata ke pulau Jeju.

Yi Seung-jun Sutradara yang membuat film ini mengatakan In the Absence dibuat agar semua orang terus mengingat tragedi maritim terburuk Yaang terjadi di Korea Selatan tersebut. Banyak orang disebut masih geram dengan operasi pencarian dan penyelamatan pemerintah yang dianggap cacat.

Sutradara Yi Seung-jun melakukan sebuah riset dan mencari tahu kejadian awal tragedi tersebut. Menurutnya, orang-orang tidak akan memalingkan muka jika mengetahui hal yang sebenarnya sebelum kecelakaan terjadi.

Dalam film yang berdurasi 29 menit tersebut, Yi Seung-jun menunjukkan seorang kapten Kapal Sewol yang berusaha menyelamatkan diri terlebih dahulu meski masih banyak anak-anak yang terjebak di dalam.

Baca juga  5 Hal Menarik Film 'Wonder Woman 1984' Tayang November 2019 !

In the Absence juga memperlihatkan desakan dari pihak pemerintah kepada penjaga pantai untuk mengirimkan rekaman saat operasi penyelamatan sedang berlangsung.

Film dokumenter In the Absence dibuat dari sejumlah rekaman video yang berhasil didapatkan dari banyak pihak. Bukan hal yang mengejutkan jika In the Absence masuk nominasi Oscar 2020. Sebelumnya, film ini juga berhasil memenangkan hadiah terbesar dalam penghargaan film dokumenter tahunan di New York, DOC NYC 2018.

In the Absence juga berhasil memenangkan, World Press Photo Digital Storytelly Content untuk Long Form di tahun 2019.

The Truth Shall Not Sink with Sewol.

The Truth Shall Not Sink with Sewol dirilis beberapa bulan setelah tragedi tenggelamnya kapal ferry Sewol. Film dokumenter yang disutradarai oleh Ahn Hae-ryong dan Lee Sang-ho ini mencoba mengungkap kebenaran yang tersembunyi dari tenggelamnya kapal tersebut. Fokus terhadap jalannya distorsi media dan intervensi birokrasi yang sedang berlangsung.

Intention.

Intention adalah film dokumenter yang digarap oleh Kim Ji-Young. Film dokumenter ini memperlihatkan hasil pengumpulan fakta, analisis ilmiah, dan juga pengumpulan data selama 4 tahun terakhir. Dari mulai tenggelamnya kapal Sewol pada tahun 2014 hingga tahun 2018 saat film dokumenter ini dirilis.

Sewol – Paused in Time.

Sewol – Paused in Time ini merupakan film dokumenter karya Sutradara Minsu Park. Menceritakan tentang penderitaan yang dialami para korban tenggelamnya kapal ferry Sewol dan juga bagaimana peristiwa tragis itu menghancurkan otoritas.

After Diving Bell.

Sama seperti The Truth Shall Not Sink with Sewol, After Diving Bell ini juga merupakan film dokumenter yang digarap oleh Sutradara Lee Sang-ho. Namun bedanya, After Diving Bell ini lebih fokus untuk melaporkan kegagalan penyelamatan insiden Sewol.

Baca juga  Drama Korea Bertema Psikologi

After The Sewol.

Film ini digarap oleh dua sutradara Inggris, Neil George dan Matthew Root. Dirilis pada tahun 2017, film ini menampilkan kerabat para korban, penyelam penyelamat dan juga aktivis tentang perjuangan mereka sejak tenggelamnya kapal ferry Sewol. Film ini juga memperlihatkan bagaimana perubahan Korea Selatan setelah kecelakaan tragis itu terjadi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here