Inilah Faktor Penyebab Dan Resiko Hamil Anggur

Istilah hamil anggur mungkin sudah pernah kamu dengar sebelumnya. Tapi bagi yang belum tahu pengertiannya, pasti penasaran apa hubungannya antara hamil dengan anggur. Mari kita simak penjelasannya untuk memperluas pengetahuan kita.

Hamil anggur adalah kehamilan yang terjadi kelainan di dalam proses perkembangannya. Kegagalan ini menyebabkan sel telur yang telah dibuahi gagal tumbuh menjadi seorang bayi. Yang terjadi adalah sel telur yang dibuahi tersebut akan membentuk gelembung berisi cairan yang menyerupai anggur tetapi berwarna putih.
Faktor Risiko Hamil Anggur

Ada beberapa faktor yang menyebabkan hamil anggur, diantaranya adalah sebagai berikut ini:

1. Hamil anggur parsial biasanya tidak dipengaruhi oleh usia penderita. Sedangkan untuk yang lengkap sering terjadi pada wanita yang hamil diatas 40 tahun ataupun di usia remaja.

2. Orang yang pernah mengalami hamil anggur akan lebih berpotensi untuk mengalami hamil anggur lagi di kehamilan selanjutnya.

3. Etnis yang paling sering mengalami hamil seperti ini adalah negara di kawasan Asia seperti Taiwan, Filipina dan Jepang. Namun di etnis lain juga banyak yang sekarang mengalaminya.

4. Pernah mengalami riwayat keguguran di kehamilan sebelumnya.

Agar tidak berlanjut dan semakin parah hingga mengancam jiwa, tindakan yang biasanya disarankan oleh dokter adalah operasi jaringan abnormal tersebut. Ada dua jalan yang bisa diambil yaitu dengan cara kuret ataupun histetektomi. Pengangkatan rahim ini bisa dilakukan tetapi dengan resiko tidak dapat lagi memiliki keturunan.

Setelah proses operasi tersebut, biasanya penderita akan tetap dalam pengawasan dokter. Pemeriksaan rutin harus dilakukan agar dapat mengetahui keadaan pasien. Selama 6 bulan hingga 1 tahun kadar HCG dipantau setiap 2 minggu. Hal ini bertujuan agar tidak ada sel abnormal yang tumbuh lagi.

Biasanya sel kista tersebut akan mati dalam rahim penderita. Tetapi bila dipantau masih tetap berkembang lagi, pasien akan disarankan untuk menempuh kemoterapi. Selama proses pemantauan, pasien disarankan untuk menunda kehamilan terlebih dahulu.

Hal ini bertujuan agar rahim sudah dalam keadaan siap untuk menghadapi kehamilan lagi. Di sisi lain. Pasien hamil anggur yang harus di kemoterapi akan kembali mens setelah 6 bulan sesudah pengobatan tuntas.

 

Baca Juga : INILAH UPAYA PENCEGAHAN DAN PERTOLONGAN PERTAMA UNTUK CANTENGAN

Disclaimer: Artikel ini disajikan sebagai informasi dan referensi berdasarkan pengolahan berbagai sumber publik yang tersedia saat penulisan. Informasi yang dimuat tidak dimaksudkan sebagai nasihat profesional, pernyataan resmi, kebijakan lembaga tertentu, maupun dokumen hukum. Terakurat.com tidak bertanggung jawab atas keputusan yang diambil berdasarkan isi artikel ini. Informasi lebih lanjut dapat dibaca di Privacy Policy Terakurat.com.

Written By

More From Author

Cara Berhenti Merokok

Cara Berhenti Merokok: Panduan Lengkap dan Efektif untuk Hidup Lebih Sehat

Cara berhenti merokok bisa jadi tantangan besar, terutama bagi Kamu yang sudah terbiasa melakukannya selama…

Manfaat Buah Bit serta Cara Mengolah Buah Bit

Terakurat – Buah bit mungkin masih jarang terdengar di kalangan muda, tetapi kehadirannya mulai mendapatkan…

Menjelajahi Keindahan 10 Pantai Terbaik di Yogyakarta

Menjelajahi Keindahan 10 Pantai Terbaik di Yogyakarta

Terakurat.com – Pantai Terbaik di Yogyakarta – Yogyakarta, kota budaya yang kaya di Indonesia, terkenal…