Hukum Mengubur Ari-ari dalam Islam dan Penjelasannya

terakurat – Hukum mengubur ari-ari dalam Islam sering menjadi pertanyaan yang muncul di tengah masyarakat, terutama setelah kelahiran seorang bayi. Ari-ari atau plasenta adalah bagian penting yang menyertai kelahiran, dan secara budaya maupun spiritual, banyak keluarga Muslim yang merasa perlu memperlakukannya secara khusus. Namun, apa sebenarnya hukum dari mengubur ari-ari dalam pandangan Islam? Apakah ada dalil yang mengaturnya secara eksplisit, ataukah hal ini lebih merupakan praktik adat yang diberi sentuhan nilai Islami?

Kelahiran anak adalah peristiwa agung dalam kehidupan, dan dalam Islam, setiap fase dari proses ini memiliki makna yang dalam. Termasuk bagaimana memperlakukan bagian-bagian tubuh yang keluar bersamaan dengan bayi, seperti ari-ari. Banyak orang meyakini bahwa mengubur ari-ari adalah bagian dari menghormati ciptaan Allah, meski tidak semua memahami asal-usul dan dasar hukumnya. Maka, penting untuk membahas hukum mengubur ari-ari dalam Islam secara jelas dan menyeluruh.

Dalam kehidupan masyarakat Muslim, praktik ini kerap dilakukan dengan tata cara tertentu. Ari-ari dibersihkan, dibungkus dengan kain bersih, kemudian dikubur di tempat yang diyakini aman dan bersih. Beberapa daerah bahkan melengkapinya dengan doa-doa khusus atau meletakkan benda tertentu sebagai simbol perlindungan. Namun, sebelum mengikutinya, ada baiknya kita memahami apakah semua ini merupakan bagian dari ajaran Islam yang sahih atau lebih ke tradisi lokal.

Landasan Fikih dan Adab terhadap Bagian Tubuh

Menjaga Kehormatan Tubuh Manusia

Dalam ajaran Islam, tubuh manusia—baik hidup maupun mati—memiliki kehormatan yang harus dijaga. Termasuk bagian tubuh seperti rambut, kuku, darah, dan juga ari-ari. Dalam konteks hukum mengubur ari-ari dalam Islam, hal ini bisa dilihat sebagai bentuk menjaga martabat bagian tubuh manusia yang keluar setelah kelahiran. Para ulama menyebut bahwa bagian-bagian ini sebaiknya tidak dibuang sembarangan agar tidak menimbulkan najis atau disalahgunakan.

Mengubur ari-ari menjadi salah satu cara untuk menjaga kebersihan lingkungan sekaligus menghormati ciptaan Allah. Meskipun tidak ada perintah khusus dalam Al-Qur’an atau hadis yang secara eksplisit membahas ari-ari, para ulama membandingkan kasus ini dengan rambut, darah, atau bagian tubuh lainnya. Hukum mengubur ari-ari dalam Islam kemudian dipahami sebagai mustahabb (dianjurkan), karena mengandung adab yang baik dalam memperlakukan sesuatu yang berasal dari tubuh manusia.

Kamu mungkin pernah mendengar kisah para sahabat yang mengubur potongan kuku atau rambut mereka. Ini bukan semata ritual, melainkan refleksi dari nilai kesucian dan penghormatan terhadap jasad. Maka, walaupun ari-ari bukan bagian tubuh utama, memperlakukannya dengan adab yang baik menjadi sesuatu yang selaras dengan semangat syariat.

Pendapat Ulama dan Praktik di Masyarakat

Mayoritas ulama sepakat bahwa hukum mengubur ari-ari dalam Islam adalah anjuran yang baik, bukan kewajiban. Dalam kitab-kitab fikih seperti al-Majmu’ karya Imam Nawawi dan al-Mughni karya Ibn Qudamah, dijelaskan bahwa bagian tubuh manusia yang telah lepas seperti rambut, kuku, atau darah hendaknya dikubur. Dengan pendekatan analogi (qiyas), ari-ari juga termasuk dalam hal ini, meskipun tidak disebutkan secara langsung dalam nas.

Praktik ini banyak dilakukan di berbagai negara dengan nuansa budaya lokal yang beragam. Di Indonesia, misalnya, ada tradisi menanam ari-ari di dekat rumah, lengkap dengan penanda dan doa. Meskipun kebiasaan ini bukan bagian dari syariat Islam, selama tidak disertai keyakinan yang bertentangan dengan akidah (seperti anggapan bahwa ari-ari bisa menjaga rumah), maka tidak dianggap menyimpang.

Hukum mengubur ari-ari dalam Islam juga bisa menjadi sarana edukasi keluarga tentang pentingnya menjaga kebersihan, rasa hormat terhadap tubuh, dan nilai spiritual dalam setiap fase kehidupan. Dalam hal ini, tradisi dan agama bisa berjalan beriringan asalkan tidak keluar dari batas tauhid dan akhlak Islam yang lurus.

Menghindari Penyalahgunaan dan Najis

Salah satu alasan kenapa mengubur ari-ari dianjurkan adalah untuk mencegah penyebaran najis dan potensi penyalahgunaan. Ari-ari yang dibuang sembarangan bisa menjadi sumber bau, kuman, atau bahkan dipakai untuk praktik-praktik yang tidak benar secara agama. Oleh karena itu, Islam mengajarkan untuk menutup segala celah kemudaratan.

Dalam konsep maqashid syariah (tujuan syariat), menjaga kebersihan dan kehormatan manusia adalah bagian dari perlindungan terhadap jiwa dan agama. Hukum mengubur ari-ari dalam Islam bisa ditempatkan dalam kerangka ini: sebagai langkah preventif yang menghindarkan umat dari bahaya fisik dan spiritual. Oleh sebab itu, tindakan sederhana ini justru mencerminkan kesadaran etika dan nilai Islam yang mendalam.

Kamu bisa melibatkan anggota keluarga dalam proses penguburan sebagai bentuk penghargaan dan rasa syukur atas hadirnya anak yang baru lahir. Tidak perlu upacara besar atau ritual yang rumit—cukup niat yang tulus, tempat yang bersih, dan tata cara yang tidak bertentangan dengan ajaran Islam.

Praktik yang Dianjurkan Saat Mengubur Ari-ari

Praktik yang Dianjurkan Saat Mengubur Ari-ari

Tata Cara yang Sederhana dan Sesuai Syariat

Jika Kamu ingin mengamalkan hukum mengubur ari-ari dalam Islam, lakukanlah dengan cara yang sederhana dan bersih. Pertama, pastikan ari-ari dibersihkan dengan air, dibungkus kain bersih (misalnya kain putih), lalu dikubur di tanah yang tidak dilalui orang. Tidak ada doa khusus dari Rasulullah SAW yang diriwayatkan untuk praktik ini, jadi cukup dengan niat baik dan doa pribadi sebagai bentuk syukur kepada Allah.

Pilih lokasi yang aman, tidak dekat sumber air minum atau tempat bermain anak-anak, agar tidak menimbulkan masalah kebersihan. Jangan lupa beri penutup seperti batu atau kayu agar tanah tidak mudah tergali kembali oleh binatang. Ini merupakan bagian dari kehati-hatian yang dianjurkan dalam Islam.

Kamu juga tidak perlu mengikuti adat yang meyakini bahwa ari-ari harus ditanam dengan benda-benda tertentu, seperti bawang merah, lilin, atau penjagaan khusus. Selama tidak ada dasar syar’i dan bisa menimbulkan keyakinan yang keliru, sebaiknya dihindari. Yang terpenting adalah kesungguhan dalam mengikuti nilai Islam tentang kebersihan dan penghormatan terhadap tubuh.

Menghindari Keyakinan yang Menyesatkan

Salah satu perhatian utama dalam hukum mengubur ari-ari dalam Islam adalah menjaga niat dan keyakinan agar tidak bercampur dengan unsur syirik atau takhayul. Ada sebagian masyarakat yang masih meyakini bahwa ari-ari bisa membawa keberuntungan atau menjaga rumah dari roh jahat. Padahal, dalam Islam, perlindungan hanya datang dari Allah, bukan dari benda mati seperti ari-ari.

Jika praktik penguburan ari-ari dilakukan dengan keyakinan mistis atau disertai jampi-jampi, maka hal tersebut bisa menyimpang dari tauhid. Oleh sebab itu, penting bagi keluarga Muslim untuk meluruskan niat dan menjadikan kegiatan ini sebagai bentuk penghormatan, bukan pemujaan.

Kamu bisa menjelaskan kepada anggota keluarga lainnya bahwa tindakan mengubur ari-ari adalah bentuk adab, bukan ritual sakral. Ini juga bisa menjadi kesempatan baik untuk memperkuat nilai-nilai Islam di rumah, sejak awal kelahiran si kecil. Tunjukkan bahwa Islam adalah agama yang memperhatikan hal-hal kecil dengan penuh makna dan tanggung jawab.

Menanam Nilai Spiritualitas Sejak Dini

Mengubur ari-ari bisa menjadi awal dari pendidikan spiritual bagi keluarga. Hukum mengubur ari-ari dalam Islam bukan hanya tentang tata cara, tetapi juga tentang membangun kebiasaan menjaga amanah Allah dengan sebaik mungkin. Kehadiran seorang anak membawa amanah besar, dan setiap tindakan yang dilakukan orang tua sejak awal kelahiran adalah bentuk kesungguhan dalam menyambut anugerah tersebut.

Kamu bisa mengiringi proses ini dengan mendoakan anak, membaca Al-Fatihah, atau mengajak keluarga untuk bersama-sama bersyukur. Meskipun tidak wajib, tindakan ini bisa mempererat ikatan emosional dan spiritual di antara anggota keluarga. Terkadang, hal-hal sederhana seperti ini justru menjadi kenangan yang paling berarti dan berkesan.

Dalam Islam, setiap amal tergantung pada niatnya. Maka, meski hukum mengubur ari-ari dalam Islam hanya anjuran, jika dilakukan dengan niat baik dan penuh keikhlasan, insyaAllah bernilai pahala. Tidak semua yang sederhana itu remeh—sebab bisa jadi, justru dari hal sederhana itulah tumbuh kesadaran besar akan tanggung jawab sebagai orang tua Muslim.

Kesimpulan

Hukum mengubur ari-ari dalam Islam termasuk dalam adab yang dianjurkan sebagai bentuk penghormatan terhadap bagian tubuh manusia. Meskipun tidak wajib, tindakan ini sejalan dengan prinsip Islam tentang kebersihan, kehormatan jasad, dan kehati-hatian dalam menjaga lingkungan. Mengubur ari-ari juga mencerminkan tanggung jawab spiritual dan sosial seorang Muslim, terutama dalam menyambut amanah berupa kelahiran anak.

Tidak ada ritual khusus atau aturan kaku dalam praktik ini. Selama dilakukan dengan niat yang baik, tidak bertentangan dengan akidah, dan tidak menimbulkan mudarat, maka mengubur ari-ari adalah tindakan yang bermakna. Yuk, bagikan pendapatmu—apakah keluargamu juga memiliki tradisi tertentu dalam memperlakukan ari-ari? Tulis di kolom komentar, siapa tahu bisa saling berbagi perspektif dan menambah pemahaman bersama.

Disclaimer: Artikel ini disajikan sebagai informasi dan referensi berdasarkan pengolahan berbagai sumber publik yang tersedia saat penulisan. Informasi yang dimuat tidak dimaksudkan sebagai nasihat profesional, pernyataan resmi, kebijakan lembaga tertentu, maupun dokumen hukum. Terakurat.com tidak bertanggung jawab atas keputusan yang diambil berdasarkan isi artikel ini. Informasi lebih lanjut dapat dibaca di Privacy Policy Terakurat.com.

More From Author

negara mana yang memiliki durasi puasa paling singkat di tahun 2026

Durasi Puasa Terpendek Dunia Tahun 2026 Terungkap

terakurat – Negara Mana yang Memiliki Durasi Puasa Paling Singkat di Tahun 2026 lagi jadi…

rostov

Rostov Hadapi Inkonsistensi Performa di Liga Rusia

terakurat – Rostov dalam beberapa waktu terakhir jadi salah satu tim yang cukup menarik buat…

dazn

DAZN Hadapi Tantangan Stabilitas Layanan Streaming Global

terakurat – DAZN sekarang lagi ada di fase yang bisa dibilang cukup agresif banget di…