Terakurat – Jenis-jenis SSD – Ruang penyimpanan yang umum digunakan pada komputer dan laptop saat ini adalah HDD atau Hard Disk Drive. Namun, seiring dengan berjalannya waktu dan teknologi yang kian semakin berkembang, produsen komputer atau laptop mulai mengganti teknologi ruang penyimpanan produk mereka dengan sesuatu yang baru dan mampu bekerja lebih baik.

Agar sebuah laptop atau komputer mampu menunjukan performa lebih baik dan lebih cepat maka komponen yang bekerja di dalamnya juga harus mampu bekerja secara optimal. Salah satu bagian laptop yang cukup berpengaruh pada performa perangkat tersebut adalah ruang penyimpanan.

Ruang penyimpanan komputer saat ini terbagi menjadi dua jenis, yakni HDD (Hard Disk Drive) dan SSD (Solid State Drive). Untuk saat ini SSD adalah ruang penyimpanan komputer atau laptop terbaik yang bisa kamu pilih.

SSD adalah sebuah penyimpanan data sama halnya seperti HDD. Belakangan ini SSD sudah bisa menggantikan HDD di beberapa laptop lama dan biasanya dilakukan oleh pengguna yang ingin memperbaiki dan meningkatkan kualitas kinerja dari perangkatnya tersebut. SSD salah satu pilihan ruang penyimpanan tertipis yang ada di pasaran.

SSD semakin popular untuk penyimpanan data berkat kemampuannya dalam meningkatkan kinerja komputer atau laptop dan tidak mudah panas ataupun berisik layaknya Hardisk. Hal ini tentunya sangat penting, terutama bagi pengguna laptop.

Saat ini berbagai produsen ternama seperti Samsung, SanDisk, ADATA, dan lainnya telah mengeluarkan berbagai produk SSD dengan keunggulannya masing-masing.

SSD pada umumnya ditawarkan dengan harga yang lebih mahal dibandingkan HDD. Namun, nilai yang dimilikinya menjadikan SDD layak untuk dibeli.

Kelebihan SDD dibandingkan HDD

Meskipun fungsinya sama, SDD dan HDD memiliki beberapa perbedaan. SSD dibuat dengan teknologi yang lebih maju sehingga memiliki banyak keunggulan dibandingkan HDD. Nah, berikut ini adalah keunggulan dari SSD dibandingkan HDD.

Desain yang Kecil dan Tipis

SSD dibuat tanpa komponen bergerak di dalamnya, sehingga perangkat ini datang dengan desain yang lebih kecil dan tipis. Dengan demikian, laptop yang sudah menggunakan SDD dapat dibuat lebih tipis lagi. Sehingga mampu menarik perhatian pembeli, selain itu SSD mampu bekerja lebih baik disbanding HDD.

Bekerja Lebih Cepat

Laptop yang sudah menggunakan SSD mapu menunjukan performa yang lebih cepat, seperti halnya ketika sedang booting atau sedang melakukan kegiatan multitasking. Hal tersebut dikarenakan SSD ini mampu membaca dan menulis data dengan lebih cepat dibandingkan HDD.

Baca juga  Penyebab Chipset Laptop Rusak yang Sering Terjadi

Daya Tahan Kuat

Karena desainnya dibuat seringan mungkin, sehingga SSD memiliki daya tahan yang lebih kuat. SSD tidak terdapat komponen bergerak di dalamnya, sehingga perangkat ini mampu bertahan dari benturan, terjatuh hingga suhu yang ekstrim. Dengan demikian, SSD ini memiliki masa pakai yang lebih lama dibandingkan HDD yang memiliki komponen bergerak.

Kekurangan SSD

Keunggula-keunggulan SSD tidak serta merta hal tersebut sempurna. Bahkan karena kelebihannya tersebut, SSD juga memililki kekurangan. Berikut ini beberapa kekurangan SSD.

Kapasitas Kecil Untuk Harga yang Mahal

Kapasitas SSD terbesar yang mungkin bisa kamu temukan di pasaran adalah sebesar 4 TB dengan harga yang sangat mahal. Agar terjangkau oleh setiap konsumen, SSD juga memiliki kapasitas yang lebih kecil yang dapat dibeli dengan harga yang cukup terjangkau.

Sebagai perbandingan, kapasitas HDD terbesar yang tersedia di pasaran untuk penggunaan konsumen mencapai angka 14 TB hingga 80 TB. Karena hal tersebut, sehingga harga yang ditawarkan untuk sebuah SSD bisa beberapa kali lipat lebih mahal dibandingkan dengan harga sebuah HDD dengan kapasitas yang sama. Hal tersebut dikarenakan biaya produksi yang lebih mahal. Namun, meski demikian, SSD menawarkan kualitas yang lebih baik.

Masa Pakai Bergantung Pada Data yang Ditulis

Meskipun SSD memiliki kemampuan dan ketahanan yang lebih baik dibandingkan dengan HDD, namun SSD memiliki kelemahan dari segi umur pemakaian.

Sebagai informasi, umur pakai HDD tergantung dari rusak atau tidaknya cakram di dalamnya, sedangkan umur pakai SSD tergantung dari pemakaian write atau seberapa banyak data yang dapat dtulis. Sementara untuk readnya, tidak terlalu berpengaruh.

Misalnya, SSD berkapasitas 250 GB pada umumnya memiliki masa pakai data yang dapat ditulis dalam jumlah tertentu, misalnya 300 TB. Jika sudah mencapai data tulis mencapai 300 TB maka SSD akan rusak. Namun, menurut Michael Crider dari situs Howtogeek.com, usia SSD cenderung dapat lebih tahan lama dari sekedar perkiraan maksimal pencapaian data yang dapat ditulis.

Jenis-Jenis SSD berdasarkan Bentuk dan Ukuran

Saat ini SSD yang beredar di pasaran dapat dibedakan berdasarkan bentuk dan ukurannya. Jenis-jenis SSD ini dapat digunakan untuk komputer, baik itu laptop maupun desktop. Namun ada juga SSD yang hanya khusus dapat digunakan untuk desktop saja. Nah, berikut ini adalah jenis-jenis SSD tersebut.

Baca juga  Fitur Wajib Laptop Bisnis yang Harus Ada Pada Laptop Pebisnis!

SSD 2.5 Inch

Dapat dikatakan jika SSD berukuran 2,5 ini adalah jenis SSD yang paling umum ditemukan sekarang ini. Terdapat berbagai ketebalan drive di dalam format ukuran SSD 2,5 ini. Jika kamu memasukannya ke dalam laptop, maka kamu bisa mengetahui berapa ketebalan hard disk yang dapat diterima oleh laptop tersebut.

SSD mSAta

SSD mSATA memiliki bentuk factor yang lebih kecil dari SSD standar dan khusus dirancang untuk digunakan dengan perangkat portable yang memiliki daya terbatas seperti laptop, tablet dan notebook. Ukuran SSD mSAta ini kira-kira sebesar kartu nama. Selain bentuknya kecil, konsumsi dayanya juga rendah dan tahan guncangan atau getaran. Selain itu memiliki kemampuan boot atau shutdown perangkat yang cepat.

SSD M.2 SATA

SSD M.2 SATA ini khusus dirancang untuk menghadirkan media penyimpanan yang berkinerja tinggi dalam perangkat yang tipis dan memiliki daya terbatas seperti pada laptop ultrabook dan tablet.

Bentuk dan ukuran yang berbeda inilah yang disebut dengan form factor. Sederhananya, SSD mSATA adalah SSD dengan form factor mSATA sedangkan M.2 adalah SSD dengan form factor M.2.

Terdapat dua jenis SSD M.2 ini, yang pertama dalah double sided yang memiliki ukuran 22mm x 60 mm dan kedua adalah M.2 single sided yang berukuran 22 mm x 80 mm. perbedaan kedua M.2 ini terdapat pada kapasitasnya, M.2 memiliki kapasitas yang lebih besar.

SSD M.2 NVMe

NVMe atau Non Volatile Memory Express adalah sebuah standar atau protokol komunikasi yang dikembangkan khusus untuk SSD oleh vendor-vendor seperti Intel, Samsung, SanDisk, Dell dan Seagate. Pada dasarnya, NVMe memungkinkan memori flash untuk beroperasi sebagai SSD secara langsung melalui antarmuka PCIe daripada melalui SATA dan dibatasi oleh kecepatan SATA yang lebih lambat.

M.2 hanyalah sebuah faktor bentuk M.2 drive bisa terdapat dalam versi SATA dan versi NVMe. NVMe beroperasi di seluruh bus PCIe yang memungkinkan drive untuk bekerja lebih cepat.

SSD PCIe

Selanjutnya adalah SSD PCIe. PCIe adalah salah satu dari empat faktor bentuk SSD. Pada umumnya, SSD berbasis PCIe ini memiliki kinerja yang lebih baik daripada serial ATA berbasis server. Spesifikasi format untuk perangkat berbasis PCIr ini dikembangkan dan di maintain oleh PCI Special Interest Group.

Nah, setelah kamu mengetahui jenis-jenis SSD. Maka berikut ini tips membeli SSD terbaik agar kamu tidak salah beli dan kecewa setelah membelinya.

Baca juga  Inilah Jenis Memori yang Umumnya Digunakan pada Smartphone

Cara Memilih SSD

Selain faktor performa, kamu juga harus memastikan apakah SSD tersebut nantinya dapat digunakan pada PC atau laptop milik kamu. Ada banyak kasus dimana ketika membei SSD sebagai komponen baru untuk memodifikasi komputer atau laptop ternyata tidak bisa dipakai atau tidak sesuai.

Pilih Sesuai Standar Interface Terminalnya

Selain memperhatikan SSD itu sendiri, perhatikan juga kabel yang digunakan. Terdapat beberapa tipe kabel yang menghubungkan PC dengan SSD. Untuk saat ini, tipe kabel yang popular dan banyak digunakan adalah SATA. Namun, beberapa PC masih menggunakan tipe kabel lawas, yaitu IDE.

Pilih Berdasarkan Ukuran SSD
Ukuran SSD juga harus diperhatikan. Pada umumnya, ukuran HDD untuk desktop PC adalah 3,5 inci, sedangkan untuk laptop berukuran 2,5 inci. Sebaliknya, SSD dibuat dengan ukuran yang seragam yaitu 2,5 inci. Jika kamu menggunakan desktop PC sebaiknya kamu menyiapkan dudukan tempat memasukan SSD secar terpisah.

Selain itu, SSD juga tersedia dalam beberapa ketebalan. Meskipun secara umum ketebalannya 7m, ada pula yang memiliki ketebalan 9 mm. Maka dari itu, kamu harus mengecek HDD pada komputer kamu sebelum menentukan pilihan.

Pilih Kapasitas Penyimpanan Data Sesuai Tujuan Penggunaan

Semakin besar kapasitas suatu media penyimpanan, maka semakin banyak pula data yang dapat disimpan. Akan tetapi, hal ini berarti harganya juga semakin mahal. Maka dari itu, pilihlan sesuai dengan tujuan penggunaan.

Meski begitu, belakangan ini harga SSD sudah semakin terjangkau. Jadi tidak ada salahnya mencoba menggunakan SSD pada komputer atau laptop kamu.

Pilih Berdasarkan Write Speed-nya

Dengan menggunakan SSD berkapasitas lebih dari 128, maka kemampuannya dalam membaca dan menulis data relatif sudah lebih cepat dibandingkan dengan HDD. Akan tetapi, sebisa mungkin pilihlah yang memiliki kecepatan read&writenya yang lebih tinggi untuk kemanan penggunaan komputer atau laptop.

Nah itulah beberapa tips dan jenis-jenis SSD yang tersedia di pasaran. Dengan mengganti menggunakan SSD maka tingkat penggunaan PC atau laptop pastinya akan meningkat. Untuk merasakan perbedaannya dengan HDD, kamu bisa coba terlebih dahulu menggunakan SSD yang harganya terjangkau.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here