terakurat.comkematian mendadak – Belakangan ini kematian mendadak sudah sering terjadi, biasanya tanpa diawali oleh gejala atau tanda-tanda sakit sebelumnya. Terkadang mereka masih tampak sehat dan bersemangat sebelum pergi tidur. Itulah mengapa keluarga dan sahabat yang ditinggalkan kadang sulit memercayai bahwa orang tersebut memiliki penyakit yang dapat mengancam nyawanya. Padahal, biasanya gejala yang menyebabkan kematian mendadak dalam tidur ini sebenarnya sudah sering muncul, tapi selalu disepelekan.

1. Serangan jantung mendadak.

klikdokter.com

Serangan jantung mendadak juga dapat menyebabkan kematian mendadak, hal ini terjadi ketika pemacu alami jantung mengalami kerusakan. Akibat berkurangnya aliran darah yang menuju ke otak. Tidak hanya terjadi pada saat tidur saja, sebagian besar kasus ini justru tidak memiliki gejala apa pun. Serangan yang datangpun benar-benar terjadi secara mendadak.

2. Epilepsi.

hellosehat.com

Penyakit yang kerap dikenal sebagai penyakit kejang ini disebabkan adanya kelainan di pusat sistem saraf otak yang membuatnya menjadi abnormal dan bisa menyebabkan kematian mendadak. Semua orang dapat terkena epilepsi, semua gender, ras, etnik, dan usia. Menurut situs resmi Epilepsy Foundation, orang yang mengalami kematian mendadak akibat epilepsi biasanya meninggal di tempat tidur dan hanya mengalami tanda-tanda kejang mendekati akhir hayatnya.

Belum diketahui penyebab pastinya, namun beberapa peneliti dan studi menyebutkan karena ritme jantung yang tidak teratur, kesusahan bernapas, cairan di paru-paru dan karena umumnya mereka ditemukan tertelungkup di kasur ada kemungkinan mereka alami henti napas.

3. Aorta Dissection.

medindia.net

Kondisi ini sangat serius karena adanya robekan pada lapisan pembuluh darah aorta, yang menyebabkan darah mengalir dan memisahnya lapisan dalam dan tengah dari aorta (dissection). Bila tidak ditangai dengan tepat, bisa memicu sejumlah komplikasi atau bahkan berujung kematian mendadak, menurut MayoClinic. Kematian mendadak yang diakibatkan penyakit yang tak umum ini kadang memilukan. Karena diagnosisnya lebih sering baru diketahui setelah meninggal.

4. Penggumpalan darah.

dictio.id

Biasanya penggumpalan darah tidak membahayakan kesehatan karena gumpalan ini akan terurai dengan sendirinya atau dengan bantuan pengobatan. Akan tetapi, kalau darah yang menggumpal sudah menjadi terlalu besar, gumpalan tersebut akan menghalangi aliran darah. Jika aliran yang terblokir adalah pembuluh utama yang memompa darah menuju otak atau jantung, penggumpalan darah bisa berujung kematian mendadak pada seseorang saat tidur.

Baca juga  Manfaat Serai Untuk Kecantikan.

Kasus penggumpalan darah yang cukup parah biasanya terjadi karena ada trauma seperti luka yang cukup serius, kulit yang tergores, atau darah yang mengental. Gejala yang tampak biasanya berupa pembengkakan, kulit yang pucat, rasa sakit, dan napas yang memburu.

5. Stroke.

newsnetwork.mayoclinic.org

Pada dasarnya stroke dapat dicegah dan diobati sebelum terlambat. Namun kenyataannya, 1 dari 7 serangan terjadi pada saat penderita sedang tidur dan tanpa gejala apa pun. Akhirnya mereka tidak langsung mendapat penanganan. Oleh karena itu, orang yang memiliki riwayat stroke dan penyakit jantung harus waspada terutama pada saat bangun tidur karena bisa mengalami kematian mendadak. Jika sulit berbicara, berjalan, atau tubuh mati rasa segera periksakan ke dokter.

6. Unexplained Nocturnal Death Syndrome (SUNDS).

medium.com

Seperti namanya, penyebab kematian mendadak ini cukup misterius. Sebagian orang menamainya dengan penyakit mimpi. Mereka yang mengalaminya biasanya masih muda dan sehat. Para ilmuwan masih belum bisa menjelaskan bagaimana SUNDS bisa terjadi. Namun mereka meyakini bahwa malfungsi saluran ion hingga fibrilasi ventrikel (gangguan pada jantung) bisa menjadi pemicu kematian mendadak.

7. Cerebral aneurysm.

urmc.rochester.edu

Cerebral aneurysm atau brain aneurysm disebabkan oleh munculnya tonjolan di pembuluh darah sekitar otak. Saat darah melewati saluran tersebut, akan muncul area yang menonjol seperti balon. Ketika pembuluh darah itu pecah, sel otak akan rusak dan tekanan di dalam tengkorak naik. Kondisi tersebut bisa berakibat fatal, dan bisa menyebabkan kematian mendadak.

8. Keracunan karbon monoksida.

aura.tabloidbintang.com

Karbon monoksida atau CO adalah gas tanpa bau yang berbahaya ketika dihirup terlalu banyak. Gas tersebut bisa berasal dari kendaraan bermotor, kompor, pemanggang, perapian, dan lain-lain. Saat menghirupnya, kamu akan bangun dengan pusing, lemas, dan sakit perut. Jika terlalu banyak karbon monoksida yang masuk ke dalam paru-paru, kamu akan mengalami kematian mendadak tanpa adanya gejala apa pun.

Baca juga  Cara Mengonsumsi Obat Ranitidin Yang Benar & Aman

9. Central sleep apnea.

alodokter.com

Central sleep apnea adalah penyakit yang membuat penderitanya berhenti bernapas saat berada di bawah alam sadar. Ini terjadi ketika otak tidak mampu untuk mengirimkan sinyal elektrik ke otot paru-paru. Jika kasus yang terjadi cukup buruk, oksigen dalam tubuh akan menurun secara drastis dan menyebabkan kematian mendadak.

10. Enterovirus D68.

nutritionreview. org

Virus ini menyebabkan gejala yang mirip dengan influenza. Para ilmuwan mengatakan bahwa enterovirus bisa lebih berbahaya daripada Ebola, bahkan bisa menyebabkan kematian mendadak. Ia akan menyebabkan gangguan pernapasan yang ditandai dengan suara mendecit, demam, batuk, dan keluar ingus.

Selain itu, enterovirus juga berhubungan dengan melemahnya otot dan peradangan pada saraf tulang belakang. Oleh karena itu kamu harus berhati-hati ya saat tidur. Untuk mencegahnya, biasakan hidup sehat dengan makan makanan bergizi, tidur yang cukup, dan rutin berolahraga.

11. Angina (Angin Duduk).

tribunnews.com

Angina atau angin duduk adalah nyeri dada yang muncul akibat adanya gangguan aliran darah ke jaringan otot jantung. Nyeri dada akibat angin duduk sering kali mirip dengan nyeri dada akibat penyakit lainnya. Gejala angin duduk berupa nyeri dada seperti ditindih atau ditekan. Gejala ini lebih sering muncul ketika penderitanya sedang beraktivitas, yaitu ketika jantung memompa darah lebih cepat.

Angin duduk dapat ditangani dengan pengobatan dari dokter serta dengan menjalani gaya hidup sehat. Jika ditangani dengan baik, penderita angin duduk dapat terhindar dari komplikasi yang serius. Penyebab Angin Duduk (Angina) Angin duduk terjadi ketika pembuluh darah jantung (koroner) mengalami penyempitan.

Pembuluh koroner jantung berfungsi untuk mengalirkan darah yang kaya akan oksigen ke otot jantung, agar jantung dapat memompa darah dengan baik. Ketika pembuluh koroner ini mengalami penyempitan, suplai oksigen untuk otot jantung akan terganggu sehingga jantung tidak dapat memompa darah dengan maksimal. Kondisi ini juga dikenal dengan penyakit jantung koroner.

Baca juga  Informasi lengkap Tentang Obat Antibiotik cefixime

Penyebab penyakit jantung koroner adalah pembentukan plak atau tumpukan lemak di pembuluh darah koroner (aterosklerosis). Pembuluh darah koroner yang sudah menyempit tersebut dapat makin menyempit saat penderita melakukan aktivitas.

Selain akibat penyakit jantung koroner, angin duduk juga dapat muncul akibat pembuluh darah koroner menyempit sesaat karena otot pembuluh darah yang menegang (angin duduk varian). Angin duduk ini bisa terjadi kapan saja, bahkan ketika seseorang sedang beristirahat serta bisa menyebabkan kematian mendadak.

Gejala Angin Duduk.

Gejala utama angin duduk adalah nyeri dada. Nyeri dada akibat angin duduk berupa nyeri seperti ditindih atau ditekan benda berat. Nyeri yang timbul akibat angin duduk dapat menyebar ke bagian tubuh lain, seperti leher, lengan, bahu, punggung, rahang, dan gigi.

Pada wanita, terkadang nyeri dada dapat terasa seperti ditusuk benda tajam. Gejala angin duduk lebih sering timbul saat beraktivitas, dan mereda atau hilang jika penderitanya beristirahat atau meminum obat. Angin duduk jenis ini disebut angin duduk stabil.

Pada kasus tertentu, angin duduk tidak dapat hilang walaupun sudah beristirahat dan minum obat, atau timbul saat seseorang sedang beristirahat. Angin duduk jenis ini disebut dengan angin duduk tidak stabil.

Demikianlah beberapa deretan penyakit yang bisa menyebabkan kematian mendadak. Mulailah pola hidup sehat agar terhindar dari kematian mendadak. Tidak hanya terjadi pada orang tua, karena lingkungan dan pola hidup yang tidak sehat kematian mendadak justru lebih banyak terjadi di kalangan anak muda.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here