Kerja online dari rumah hingga liburkan sekolah, Indonesia kenapa belum lakukan itu?

terakurat.comstop-covid-19– Bayangkan berapa banyak pekerja di Jakarta yang menggunakan transportasi umum setiap harinya? Terutama KRL yang selalu padat bahkan berdesakkan setiap pagi dan sore hari. Pertanyaannya adalah masih amankah?

Jika WHO sudah menyurati Presiden Republik Indonesia untuk mengumumkan darurat nasional terhadap virus Corona, artinya kita tidak boleh lagi mengganggap remeh COVID-19 ini, stop COVID-19 !. Dalam dua hari pasien yang terinfeksi virus ini naik hampir dua kali lipat. Kecepatan sangat diperlukan untuk mengatasi hal ini.

Sepertinya Indonesia perlu mengikuti langkah-langkah yang berhasil dilakukan oleh negara lain, yang dinegaranya mengalami penurunan kasus COVID-19. Salah satunya membatasi kegiatan warganya agar tidak terlalu sering berinteraksi secara langsung misalnya, meliburkan sekolah seperti yang dilakukan Korea Selatan, melakukan Lockdown dan menerapkan kerja online dari rumah.

Hal ini terbukti dapat meminimalisir masyarakat untuk saling berinteraksi bahkan bersentuhan satu sama lain, serta tidak menyentuh benda-benda yang terpapar oleh COVID-19 di jalanan.

Selain itu, masyarakat juga bisa melakukan karantina terhadap dirinya sendiri. Pemerintah juga bisa lebih mudah memantau terhadap penyebaran COVID-19 yang pergerakannya sangat cepat.

Manfaat Kerja jarak Jauh.

Berkat kemunculan teknologi yang terus menjadi semakin canggih seiring waktu, sehingga orang dapat bekerja dari mana saja dan kapan pun mereka inginkan.

Sibuk tidak sama dengan produktif. Jangan sampai salah membedakan antara pekerja yang terlihat sibuk dengan kerja keras dan pekerja produktif. Dalam kebanyakan kasus, karyawan hanya berpura-pura terlihat sibuk namun pada kenyataannya, mereka tak sabar menunggu jam pulang.

Sementara untuk pekerja jarak jauh, salah satu alasan mereka memilih bekerja seperti ini adalah karena mereka tahu betapa berharganya waktu. Mereka tidak suka bolak-balik kantor dan rumah karena dianggap hanya membuang-buang waktu. Dengan pola pikir seperti itu, mereka cenderung lebih efisien dan produktif.

Baca juga  Lakukan 4 Langkah ini Jika Anda Terkena Kutu Air

Pekerja jarak jauh sering kali bekerja lebih keras dan lebih produktif dibandingkan karyawan kantoran. Mereka menghargai fleksibilitas yang diberikan oleh perusahaan, dan ingin membuktikan ke perusahaannya bahwa mempekerjakan mereka adalah keputusan terbaik.

Oleh karena itu, mereka biasanya akan lebih produktif dan mengikuti tenggat waktu, sehingga mereka dapat membuktikan bahwa pekerja jarak jauh dapat diandalkan.

Lebih Fokus!

Saat bekerja jarak jauh, godaan menjadi lebih sedikit. Gosip, becandaan dan suara-suara yang mengganggu akan menurunkan produktivitas secara signifikan. Tentu hal ini akan menghabiskan banyak waktu karyawan.

Oleh karena itu, kerja jarak jauh di lingkungan yang tenang akan memberikan lebih banyak waktu untuk fokus pada pekerjaan dan memberikan hasil yang optimal.

Stop COVID-19 !

Virus tidak bisa dilihat dengan mata telanjang. Jika A terinfeksi COVID-19, kemudian ia bepergian kesana-kemari karena belum terlihat gejalanya selama dua hari, lalu secara tidak sengaja menularkan ke B, C, dan D begitu seterusnya. Bayangkan berapa banyak orang yang akan terpapar COVID-19?

COVID-19 (coronavirus disease that was discovered in 2019).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here