terakurat.comperangi-wabah– Andre Rahadian, Koordinator Relawan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 mengatakan bahwa Indonesia memerlukan relawan. Sebanyak 1.500 dokter mulai dari spesialis paru, anastesi, umum, sampai pranata laboratorium untuk menghadapi pandemi COVID-19 di Tanah Air. Selain Dokter Indonesia juga membutuhkan 2.500 perawat dan administrasi rumah sakit serta supir ambulans.

Untuk itu, Gugus tugas juga sudah membuat microsite di situs Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk pendaftaran bagi para relawan.

Tercatat hingga Jum’at, 27 Maret 2020 total kasus positif COVID-19 di Indonesia sebanyak 1.046 kasus, sementara 46 orang sembuh dan 87 meninggal dunia.

Tentara Jas Putih Kuba Tawarkan Bantuan Untuk Dunia.

Bisnis ekspor medis Kuba berakar pada tahun-tahun setelah Revolusi 1959, saat seorang pemimpin pemberontak Fidel Castro menggulingkan kediktatoran Fulgencio Batista dan mendirikan rezim Komunis.

Perawatan kesehatan universal dan pendidikan gratis adalah hal mendasar bagi proyek Castro. Seorang Ahli Economist Intelegence Unit, Mark Keller mengatakan bahwa Dokter merupakan investasi besar revolusi. Kuba memiliki pupulasi yang terdidik dan dokter yang sangat baik.

Harapan hidup di pulau ini masih lebih tinggi daripada di Amerika Serikat dan Kuba memiliki hampir tiga kali lebih banyak dokter per kapita.

Kuba juga menggunakan para dokternya sebagai alat diplomatik untuk mengatasi isolasi politik.

Manfaat diplomatik mengirim dokter ke negara-negara berkembang membantu Kuba dalam hubungan internasional. Mengirim dokter ke luar negeri untuk tujuan kemanusiaan juga merupakan PR besar bagi negara.

Petugas Medis Kuba juga mendapat pujian di media internasional atas keampuhan dan komitmen mereka setelah gempa 2010 Haiti dan selama krisis Ebola 2014 di Afrika Barat.

Mengekspor Dokter merupakan salah satu hal utama yang ditawarkan Kuba kepada Dunia.

Baca juga  Ilmuan Buat Masker Pendeteksi Corona, Apakah akan Menggantikan Tes Swab?

Lansia Di Kuba Berusia Panjang.

Mengapa para lansia di Kuba cenderung berusia panjang bahkan hingga ratusan tahun?

Di Kuba para lansia ini sangat diperhatikan oleh negara. Bahkan ada sebuah perkumpulan bernama Klub 120 yang dibentuk tahun 2003. Perkumpulan tersebut berisi para dokter, klub 120 ini mempunyai misi mendorong khalayak untuk menerapkan gaya hidup sehat demi cita-cita panjang umur.  

Kuba memang dikenal memiliki dokter dan tenaga medis yang berlimpah. Layanan perawatan kesehatan serta pendidikan di Kuba adalah bagian dari hak asasi manusia sehingga tidak dipungut biaya alias gratis.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here