Kata orang kesehatan itu mahal harganya. Jika badan sakit maka kegiatan sehari-hari juga akan sangat terganggu. Agar merasa nyaman harus dilakukan pengobatan dan mengeluarkan biaya yang tentunya tidak sedikit. Itulah sebabnya, menjaga kesehatan sangat penting dilakukan. Namun ada beberapa mitos kesehatan yang beredar dimasyarakat dan belum tentu kebenarannya. Maka dari itu simaklah beberapa ulasan berikut ini.
Biasanya orang yang sedang sakit bintitan sering dikaitkan sebagai akibat dari sering mengintip. Namun hal tersebut salah besar, kondisi ini termasuk ke dalam golongan infeksi mata. Namun mata bintitan berbeda dengan penyakit mata merah. Mata merah, diakibatkan bibit penyakit yang bersarang pada bola mata atau selaput lendir yang ada pada kelopak mata. Sedangkan bintitan, bibit penyakit bersarang pada kelenjar-kelenjar yang ada di kelopak mata. Kelenjar yang terdapat di bola mata adalah kelenjar air mata dan kelenjar minyak pembasah bulu mata. Jika kelenjar tersebut dimasuki oleh bibit penyakit maka akan menimbulkan bisul.
Bintitan tidak boleh terlalu lama dibiarkan tanpa pengobatan. Karena jika bisul sudah terlanjur membatu, akan sulit mengempis kembali meskipun telah diobati. Tindakan yang bisa dilakukan setelah bisul membatu adalah melakukan Operasi untuk membuang batu bisulnya.
Apakah setiap kali mata kamu merah selalu menggunakan obat tetes mata untuk menyembuhkannya?
Ada banyak jenis obat mata yang beredar bebas di pasaran, namun ternyata memiliki fungsi yang berbeda-beda. Yaitu untuk kuman, virus, jamur, dan jenis infeksi mata yang tanpa luka. Sakit mata merah tidak selalu disebabkan oleh infeksi, bisa juga karena debu, alergi, dan penyakit mata glukoma. Pada Glukoma tekanan bola mata meninggi dan menyebabkan mata merah. Glukoma tidak bisa diobati dengan obat tetes ata infeksi atau obat tetes mata yang dijual bebas, melainkan arus dengan obat khusus penurun tekanan bola mata. Membiarkan Glukoma dalam jangka yang lama bisa menyebabkan kebutaan.
Mata merah yang disebabkan oleh Virus Herpes juga tidak bisa diobati dengan obat tetes mata biasa, harus dengan tetes mata antivirus. Begitu pula dengan mata merah yang disebabkan oleh alergi yang hanya bisa disembuhkan dengan obat tetes mata yang mengandung antialergi. Artinya tidak semua obat tetes mata bisa sembarang diberi obat tetes mata.
Obat tetes mata yang telah dipakai sebaiknya jangan digunakan lagi karena bisa saja berubah kepekatannya sehingga sudah tidak ampuh lagi dan tercemar bibit penyakit dari mata saat menggunakannya.
Rambut beruban katanya karena terlalu banyak berpikir. Hal ini tidaklah benar, dan merupakan sebuah mitos belaka. Faktanya, Orang Asia memiliki pigmen eomelanin berwarna gelap atau hitam. Oleh kare itu tidak hanya kulit tapi rambut pun juga ikut gelap. Namun ada beberapa orang yang kondisi tubuhnya tidak bisa memproduksi pigmen. Misalnya saja Albinisme ( Albino ) dan Vitilligo membuat rambut tidak bisa berwarna hitam.
Munculnya uban di usia muda disebabkan oleh stress yang berkepanjangan yang bisa menyebabkan macetya produksi pigmen pewarna rambut yang disebut melanin. Pigmen ini dihasilkan oleh sel tubuh yang dikenal dengan nama melanosit, rambut menjadi putih karena melanosit tidak lagi memproduksi melanin. Macetnya produksi pigmen hanyalah sementara. Saat stress hilang secara otomatis pigmen akan kembali normal dan rambut putih akan rontok dengan sendirinya kemudian kembali menjadi hitam.
Makan cokelat dan gorengan bisa menimbulkan Jerawat adalah Mitos. Sejauh ini belum ada pembuktian yang menghubungkan Jerawat dengan makanan tertentu. Selama makanan tersebut tidak dikonsmsi secara berlebihan maka tidak akan menimbulkan jerawat. Namun berbeda jika kamu memiliki alergi terhadap makanan cokelat dan gorengan, maka akan timbul bisul atau jerawat. Alergi bisa membuat si penderita terkena Mukosa Lendir seperti batuk dan pilek, serta Mukosa Kulit seperti gatal, bisul, atau jerawat.
Masuk Angin sangat identik dengan kerokan, menurut mitos yang beredar di masyarakat. Jika masuk angin harus di kerok agar anginnya bisa keluar. Faktanya, Kerokan bukanlah pertanda bahwa anginnya keluar dari tubuh, melainkan pecahnya pembuluh kapiler tepi yang berada di kulit. Maka tidak heran saat setelah kerokan gejala-gejala masuk angin akan kembali terjadi. Kerokan akan menimbulkan rasa sakit, karena rangsangan rasa sakit yang baru maka seolah-olah rasa sakit sebelumnya mereda karena terlupakan.
Gejala masuk angin tidak boleh disepelekan atau dianggap hanya sekedar gejala masuk angin biasa. Karena bisa jadi gejala tersebut merupakan gejala awal dari serangan jantung yang serig rancu dengan gejala masuk angin biasa.
Nah guys, itulah berapa mitos kesehatan yang umumnya menjadi pemahaman yang salah di masyarakat. Semoga bisa beranfaat.
terakurat - Negara Mana yang Memiliki Durasi Puasa Paling Singkat di Tahun 2026 lagi jadi…
terakurat - Rostov dalam beberapa waktu terakhir jadi salah satu tim yang cukup menarik buat…
terakurat - DAZN sekarang lagi ada di fase yang bisa dibilang cukup agresif banget di…
terakurat - Sao Echoes Of Aincrad lagi jadi bahan omongan besar di kalangan fans Sword…
terakurat - Adam Armstrong jadi salah satu nama yang lagi sering dibahas lagi di sepak…
terakurat - Strasbourg vs dalam beberapa waktu terakhir jadi salah satu topik yang cukup sering…