Terakurat.com – Mitos pantai Sawarna – Padatnya kegiatan sehari-hari, tentu saja selalu kepikiran dan keinginan untuk berlibur ke suatu tempat. Baik itu ke tempat wisata dalam kota maupun luar kota seperti ke gunung atau pantai.

Pemilihan pantai sebagai tujuan wisata bukanlah tanpa alasan. Pantai lebih simpel dibandingkan naik gunung yang membutuhkan lebih banyak energi. Cukup hanya dengan berkendara saja kita sudah bisa menikmati deburan ombak dan angin sepoi-sepoi pantai.

Salah satu pantai yang beberapa tahun ini menjadi faforit beberapa orang adalah pantai Sawarna yang terletak di banten. Selain terkenal karena keindahannya ada beberapa mitos yang terdapat di pantai sawarna ini. Apa saja mitosnya, simak ulasannya berikut ini.

Pantai sawarna adalah pantai yang letaknya berada di Desa Sawarna, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Banten. Pantai ini mulai mendapat banyak perhatian baik dari wisatawan lokal maupun mancanegara karena keindahannya. Bahkan beberapa orang menyebutnya sebagai Surga tersembunyi karena beberapa waktu yang lalu belum begitu diketahui oleh beberapa orang.

Pantai ini memiliki wilayah seluas 2.500 hektar dengan hamparan pantai sepanjang 65 Km, saking luasnya pantai ini bahkan sampau memiliki delapan wisata. Delapan wisata tersebut diantaranya Ciantir, Tanjung layar, Karang Teraje, Karang Beureum, Pulo Manuk, Carinang, Goa Langir dan Teluk Lagon Pari. Bagi para wisatawan asing, Pantai sawarna ini menjadi tujuan menarik karena ombaknya dapat digunakan untuk berselancar.

Mitos Penamaan Pantai

Jean Louis van Gogh adalah sepupu dari Vincent van Gogh seorang pelukis terkenal yang berasal dari Belanda. Jean Louis van Gogh mencoba peruntungannya di Indonesia dengan menjadi pengusaha. Pada tahun 1907 lalu ia membuka sebuah perkebunan kelapa seluas 54 Hektar di pinggir Pantai Ciantir dan Tanjung Layar. Dengan wilayah yang masih banyaknya hutan belantara, akhirnya ia memerlukan banyak pekerja untuk mengubahnya menjadi sebuah perkebunan.

Baca juga  Misteri Lukisan Mona Lisa, Lukisan yang Sangat Terkenal Dan Misterius

Van Gogh kemudian memperkerjakan banyak orang yang berasal dari kalangan pribumi. Semakin lama hubungan mereka menjadi semakin erat dan mulai membentuk sebuah komunitas penduduk yang akhirnya diberinama Swarna.

Perbedaan logat anatara mereka yang memungkinkan terciptanya kesalahan pengucapan yang awalnya Sorana dalam bahasa Sunda yang artinya suaranya menjadi Sawarna.

Perkebunan kelapa itu akhirnya terbentuk sesuai keinginan Gogh, namun seiring berlalu dengan hal itu para pekerjanya muali tinggal di sekitaran pantai. Begitu pula dengan Van Gogh yang meninggal di wilayah tersebut dan ditemukan pada tahun 2000 di desa Sawarna.

Belut Penunggu Goa

Salah satu destinasi di Pantai Sawarna adalah sebuah goa yang terletak tak terlalu jauh dari pantai. Goa tersebut oleh penduduk sekitar diberi nama Goa Lalai. Disebut Goa Lalai karena di goa ini terdapat banyak kelalawar yang tinggal didalam goa.

Goa ini memiliki kedalaman sekitar dua meter. Wisatawan yang akan berkunjung ke goa ini disarankan ditemani oleh pemandu karena didalam goa ini sangatlah gelap. Konon didalamnya terdapat sebuah mahluk mistis yang menjadi penunggu goa ini. Mahluk ini berupa belut yang menurut masyarakat sekitar memiliki tubuh sebesar drum, tapi ada juga yang mengatakan bahwa ukurannya sebesar tumbukan padi.

Belut yang berada di Goa ini meski terdengan sangat menyeramkan tetapi ia tidak pernah mengganggu para pengunjung. Belut ini hanya muncul pada saat menjelang petang saja. Itupun yang terhlihat hanyalah bagian kepalanya dan tidak pernah menunjukan bagian keseluruhan ke permukaan.

Mitos Pantai Sawarna, Layar Perahu Sang Kuriang

Pantai Tanjung Layar sempat disebut-sebut didalam Babad Sunda dan Legenda dongeng Pesisir selatan. Karang Dua merupakan jelmaan dari dua kekuatan yang akan dijadikan sebuah layar perahu Sangkuriang. Perahu itu nantinya akan digunakan untuk mengarungi samudera selatan setelah dia melangsungkan pernikahan dengan ibunya sendiri, Dayang Sumbi.

Baca juga  Misteri Alas Roban yang Dapat Membuatmu Seketika Percaya Hantu

Tidak terima karena sang maha kuasa tidak mengijinkan keinginan Sangkuriang. Akhir nya Sangkurian membongkar semua peralatan perahu termasuk layarnya. Menurut cerita yang beredar perahu itu kemudian ditendang ke sebelah bagian utara yang kini menjadi Gunung Tangkuban Parahu dan layar-layarnya terdampar di wilayah Pantai Sawarna dan menjadi Pantai Tanjung Layar.

Peti Emas yang Berada Di Pantai Sawarna

Di wilayah Pantai Sawarna, konon ada sebuah peti yang isinya emas dan harta karun, akan tetapi masih belum jelas letak keberadaannya.

Ada sebuah cerita yang terkenal di kalangan masyarakat di Sawarna. Cerita tersebut tentang tiga orang yang sedang menjala saat bada shalat maghrib.

Karena air di muara terhitung rendah, akhirnya mereka menyusuri muara sambil menjala ikan. Tiba-tiba terlihat balok kayu persegi panjang seperti sebuah peti muncul ke permukaan, Namun ketika didekati peti itu malah hilang.

Kejadian lain yang berhubungan dengan peti emas adalah beberapa orang yang menggali di lokasi yang diduga tempat tersimpannya peti emas. Namun ketika sedang menyelesaikan galiannya mereka didatangi oenduduk dan menjelaskan niat mereka. Ketika melihat ke arah galian, galian tersebut sudah tertutup rapat.

Baca Juga : Misteri Gunung Agung Bali Mulai dari Kera Putih, Hingga Anjing Penjaga

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here