Terakurat – Mitos Tentang Jerawat – Kehadiran Jerawat kerap kali menjadi momok yang menakutkan bagi sebagian orang. Apalagi jika kemunculannya tepat berada di hidung. Selain dapat membuat orang menjadi merasa minder, kehadiran jerawat juga bisa saja mengganggu karena rasa sakit yang ditimbulkan. Beragam cara terkadang dilakukan seseorang untuk menghilangkan benjolan yang muncul di beberapa bagian tubuh seperti wajah, dada, leher bahkan di punggung.

Nah, membicarakan tentang jerawat, di Indonesia sendiri banyak sekali mitos yang beredar di masyarakat yang terkadang bisa membuat orang yang mengalaminya merasa bingung. Seperti apakah mitos-mitos tentang jerawat yang beredar di masyarakat tersebut? Simak ulasannya berikut ini.

Mitos Tentang Jerawat yang Beredar di Masyarakat!

Menandakan Sedang Jatuh Cinta

Mitos Tentang Jerawat

Kehadiran jerawat di hidung kerap kali di sangkutpautkan dengan kisah asmara seseorang. Mitos seperti ini sudah terdengar cukup lama di masyarakat. Hal tersebut dipercaya oleh sebagian orang. Padahal kenyatannya, anggapan mengenai sedang jatuh cinta dapat menimbulkan jerawat hanyalah mitos belaka.

Faktanya faktor utama penyebab timbulnya jerawat sendiri bukanlah karena sedang jatuh cinta, melainkan karena adanya perubahan hormon dalam tubuh lain yang dapat memicu timbulnya jerawat. Dalam hal ini, peningkatan hormon androgen seperti testosteron sering dianggap sebagai pencetus utama timbulnya jerawat, terutama pada remaja.

Sering Dialami Oleh Remaja

Beberapa masyarakat mempercayai jika jerawat di hidung hanya dialami oleh remaja saja. Padahal gangguan hormonial sendiri bisa terjadi pada orang dewasa sekalipun. Mitos mengenai hal tersebut muncul bisa jadi karena masyarakat sendiri yang beranggapan bahwa masa dimana peningkatan hormin yang cukup tinggi biasa terjadi pada masa remaja yang berakal pubertas.

Kenyataannya, jerawat juga sering ditemukan pada usia 20-40 tahun. Hal tersebut tentunya mematahkan mitos yang menyebutkan bahwa jerawat hanya dialami oleh para remaja saja. Faktor timbulnya jerawat pada orang dewasa pun bisa beragam, bisa jadi karena gangguan hormon, genetikan, adanya infeksi, atau mungkin pertanda adanya sebuah penyakit berat.

Baca juga  Misteri Lukisan Mona Lisa, Lukisan yang Sangat Terkenal Dan Misterius

Sering Makan Cokelat

Setelah menandakan hubungan asmara, cokelat juga sering kali menjadi kambing hitam atas munculnya jerawat yang tumbul di area hidung. Bayak masyarakat yang beranggapan bahwa cokelat merupakan salah satu penyebab timbulnya jerawat. Kenyataannya, hal tersebut hanyalah mitos yang sangat mengganggu dan meresahkan bagi mereka yang sangat menyukai hidangan berbahan cokelat.

Menurut Diana McShane dermatologi yang berasal dari Duke University, Amerika Serikat. Cokelat tidak memiliki pengaruh yang besar terhadap timbulnya jerawat. Menurutnya, pernyataan tersebut tidak memiliki data yang cukup akurat, mengingat selama ini tidak ada studi yang pernah ditemukan mengenai korelasi antara cokelat dan jerawat di hidung.

Sembuh Tanpa Diobati

Kehadiran jerawat terutama pada area hidung tentunya sangat menyiksa. Selain dapat mengurangi estetika, posisinya yang rentan terkena sentuhan menjadi masalah lain yang sangat mengesalkan. Masyarakat sendiri banyak yang mempercayai jika jerawat yang timbul pada area hidung akan hilang dengan sendirinya. Padahal hal tersebut adalah sesuatu kekeliruan.

Jika jerawat dihidung tidak segera di tangani dengan pengobatan maka akan berdampak serius karena akan meninggalkan bekas seprti bercak hitam serta dapat menimbulkan bopeng yang akan menurunkan rasa percaya diri ketika bergau.

Mengkonsumsi Makanan Berminyak

Jerawat dihidung memang bukanlah sesuatu yang harus ditakuti secara berlebihan. Meskipun dapat menurunkan performa diri, namun kehadiran jerawat bukan akhir dari segalanya.

Jika sebelumnya cokelat sering disebut sebagai pencetus timbulnya jerawat dihidung, maka selain cokelat makanan berminyak juga kerap disalahkan mengenai hal tersebut.

Seperti yang kita ketahui jika area hidung dan sekitar wajah memang kerap muncul sebum atau minyak alami yang dihasilkan oleh tubuh. Sebum sendiri bisa muncul karena faktor hormonal dan tak ada kaitannya denan minyak dalam makanan yang masuk ke dalam tubuh. Sehingga jika ada yang beranggapan jika makanan berminyak dapat menimbulkan jerawat, maka hal tersebut adalah sebuah mitos belaka.

Baca juga  Angkernya Jalur Gumitir, Penghubung Jember Banyuwangi

Sering Mencuci Muka

Wajah termasuk bagian tubuh yang sensitif,  perawatan wajah sendiri bisa lebih mahal dari perawatan tubuh lain. Nah dimata masyarakat sendiri, kerap kali beredar mitos yang menyebutkan jika sering mencuci muka akan menghindari jerawat. Padahal hal tersebut tidak sepenuhnya benar.

Karena pada kenyataannya kulit wajah terutama bagian hidung diketahui memiliki sensitifitas yang cukup tinggi sehingga jika terlalu sering disentuh malah akan berpotensi menimbulkan iritasi yang dapat menimbulkan jerawat.

Wajah Kotor

Pada dasarnya timbulnya jerawat bisa juga karena bakteri yang dikenal dengan nama Propionibacteria acnes. Bakteri yang satu ini memang cukup banyak di kulit manusia dan kerap kali menjadi penyebab peradangan yang akhirnya menimbulkan permasalah seperti komedo dan jerawat di sekitar area hidung.

Jika selama ini masyarakat menganggap wajah kotor sebagai penyebab utama jerawat. Hal tersebut memang tidak sepenuhnya salah, hanya saja masyarakat sendiri sering kali tidak menyadari bahwa tangan merupakan media yang cukup efektif dalam memaparkan beragam bakteri, termasuk dengan bakteri penyebab jerawat.

Bawang Putih yang Dipercaya Mampu Mengatasi Jerawat di Hidung

Masyarakat di Indonesia memang terkenal sering memanfaatkan bahan alami untuk mengatasi beragam permasalahan terkait kesehatan. Hanya saja kebiasaan tersebut kerap dipercaya pada informasi mulut ke mulut tanpa melakukan penelitian terlebih dahulu. Sehingga hal tersebut bisa saja menjadi bumerang tersendiri.

Salah satunya adalah seperti penggunaan bawang putih yang dipercaya mampu mengobat jerawat di hidung. Meskipun memiliki kandungan yang mampu melawan bakteri, namun bawang putih sendiri dapat mengakibatkan dermatitis kontak atau peradangan kulit akibat iritasi. Peradangan ini akan mengakibatkan kulit terasa panas dan terbakar bahkan dapat menimbulkan noda hitam yang memerlukan cukup lama untuk menghilangkannya.

Baca juga  Misteri Anak Gunung Krakatau yang Menarik Untuk Diteliti

Memencet Jerawat

Timbulnya jerawat di area hidung memang cukup mengesalkan, tak jarang untuk menghilangkan jerawat dengan cara memencetnya. Namun menghilangkan jerawat dengan cara memencetnya hanya akan menimbulkan masalah baru.

Perlu kamu ketahui bahwa ketika kamu melakukan hal tesebut, sumbatan pada pori-pori kulit bisa masuk dalam. Sehingga akan membuat proses penyembuhan jauh lebih lama, bahkan bisa menimbulkan bekas luka yang akan sulit dihilangkan.

Selain itu, kondisi tangan yang tidak terjamin kebersihannya akan semakin memperparah kondisi jerawat yang ada di hidung. Sebelum kamu melakukannya, sebaiknya gunakan pengobatan yang disarankan untuk mengatasi jerawat.

Nah, itulah beberapa mitos tentang jerawat di hidung yang beredar di masyarakat. Banyaknya mitos yang beredar mengenai jerawat, terkadang malah membingungkan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here