terakurat.compernak-pernik-imlek– Tahun Baru Imlek akan segera tiba. Perayaan ini selalu identik dengan pernak-pernik yang unik dan meriah. Selain pada perayaan Tahun Baru Imlek, pernak-pernik ini jarang dijumpai di tempat-tempat umum. Bagi yang bukan warga Tionghoa mungkin penasaran dengan apa maksud dari setiap pernak-pernik yang digunakan tersebut. Penasaran dengan makna dari setiap benda unik tersebut? Berikut beberapa pernak-pernik dan maknanya.

Tulisan Selamat Tahun Baru Imlek.

Kamu sering melihat tulisan ataupun gantungan yang bertuliskan “Gong Xi Fa Cai”? Pastinya akan sangat banyak sekali ditemui saat perayaan Tahun Baru Imlek. Nah, tulisan ini artinya adalah selamat mendapatkan rezeki.

Warga Tionghoa juga biasa memasang tulisan “Fu” yang artinya adalah bahagia. Tidak jarang juga tulisan “Fu” ini dipasang terbalik yang terbaca sebagai “Dao” yang bunyinya sama seperti kata “Dao” yang memiliki arti “tiba”. Ini tandanya bahwa warga Tionghoa mengharapkan datangnya kebahagiaan pada tahun yang baru ini.

Ada juga yang memasang tulisan Chun yang artinya musim semi. Tahun Baru Imlek juga biasa disebut sebagai Festival Musim Semi.

Sepasang Puisi (Dui Lian).

Dui Lian ini berisi harapan yang penuh kebahagiaan yang biasa ditempel di sisi kanan dan kiri pintu. Warga Tionghoa berharap untuk kehidupan yang lebih baik di tahun yang baru. Selain itu, Dui Lian ini juga sebagai tanda rasa suka cita warga Tionghoa dalam merayakan Tahun Baru Imlek.

Gambar Ikan dan Dewa Rezeki.

Kamu pasti sering melihat lambang ikan ataupun gambar dewa rezeki dalam pernak-pernik perayaan Tahun Baru Imlek. Ikan diyakini sebagai lambang keberuntungan oleh warga Tionghoa. Selain itu, ikan juga sebagai makanan favorit mereka.

Dalam Bahasa Mandarin ikan adalah “Yu” yang memiliki bunyi yang sama dengan “Yu” yang artinya “lebih”. Dewa rezeki adalah dewa yang mengantarkan rezeki untuk manusia dalam keyakinan warga Tionghoa. Kedatangannya sangat diharapkan agar warga Tionghoa mendapatkan rezeki yang berlebih di tahun yang baru.

Baca juga  Christina Aryani, Caleg Dapil Jakarta 2

Petasan (Bian Pao).

Pada mulanya petasan digunakan untuk mengusir hewan buas yang memakan manusia dalam keyakinan warga Tionghoa (Nian Shou).

Hingga saat ini perayaan Tahun Baru Imlek masih lekat dengan pernak-pernik petasan. Warga Tionghoa yakin jika bunyi riuh petasan dapat mengusir makhluk halus dan ketidakberuntungan.

Barongsai Dan Singa.

Singa melambangkan kegagahan, keberanian, dan keberuntungan. Warga Tionghoa hampir tidak pernah absen untuk menampilkan tarian Barongsai setiap kali perayaan Tahun Baru Imlek untuk mengusir ketidakberuntungan. Selain tarian Barongsai yang diperankan dengan kostum singa, warga Tionghoa juga biasa menempel sticker bergambar singa.

Lampion / Lentera Merah.

Lampion atau lentera merah ini memiliki arti sebagai penerangan hidup bagi warga Tionghoa. Selain itu, ia juga bermakna persatuan, kebersamaan, keberuntungan, semangat, kebahagiaan dan juga bisnis yang lancar. Jadi, jangan kaget Squliners jika melihat banyak lampion digantung di rumah-rumah maupun ditempat umum pada saat perayaan Tahun Baru Imlek.

Gambar 12 Shio.

Warga Tionghoa memiliki simbol hewan untuk tahun-tahun dalam astrologi penanggalan Imlek. Mereka akan mengganti gambar shio lama dengan gambar shio tahun yang baru.

Jeruk.

Selalu ada jeruk dalam perayaan Imlek, iyaa tidak? Tahukah kamu jika jeruk dalam Bahasa Mandarin itu adalah “Ju” yang memiliki bunyi yang hampir sama dengan kata yang bermakna keberuntungan. Jadi, maksud dari adanya jeruk dalam perayaan Imlek itu adalah supaya keberuntungan selalu ada untuk warga Tionghoa.

Angpao.

Siapa coba yang tidak mau mendapatkan Angpao. Angpao ini diberikan oleh seseorang yang lebih dewasa kepada anak-anak atau yang belum menikah. Namun saat ini, pemberian angpao juga bisa ditemukan dalam berbagai acara, contohnya pernikahan.

Kue Keranjang.

Kue keranjang ini diibaratkan sedang menutup langit agar tidak hujan. Maksudnya biar hal-hal buruk tidak terjadi.

Baca juga  Tips Mengembalikan Warna Sepatu Suede yang Pudar

Mengenai cara pembuatannya, kudapan berbahan dasar tepung ketan dan gula merah ini diolah dengan cara dikukus selama sehari semalam. Proses membuat kue ini harus teliti agar tidak mudah gosong. Sebagai kue pelengkap imlek, penganan ini baru bisa dimakan 20 hari setelahnya.

Arti Di Balik Nian Gao ( Kue Keranjang ).

kue keranjang punya nama asli Nian Gao, dimana nian berarti tahun dan gao berarti kue. Dalam dialek Hokkian, Ti Kwe yang berarti ‘kue manis’, pelafalannya terdengar seperti kata ‘tinggi’ sehingga kue ini pun disusun tinggi atau bertingkat-tingkat.

Penyusunan ke atas makin mengecil dan ini memilik makna peningkatan rejeki atau kemakmuran. Di Tiongkok sendiri ada semacam kebiasaan untuk menyantap kue keranjang terlebih dulu saat tahun baru untuk mendapatkan keberuntungan dalam pekerjaan. Setelah itu baru menyantap nasi.

Kue keranjang dibuat dari tepung ketan yang punya sifat lengket. Ini punya makna persaudaraan yang begitu erat dan selalu menyatu. Rasanya yang manis dari gula dan terasa legit pun menggambarkan rasa suka cita, menikmati keberkatan, kegembiraan, dan selalu berusaha memberikan yang terbaik dalam hidup.

Bentuk bulat dari kue keranjang tanpa sudut di semua sisi juga punya makna mengagumkan karena melambangkan pesan kekeluargaan tanpa melihat ada yang lebih penting dibandingkan lainnya dan akan selalu bersama tanpa batas akhir.

Diharapkan keluarga juga bisa berkumpul minimal 1 tahun sekali sehingga akan tercipta kerukunan dalam hidup dan siap untuk menghadapi hari-hari kedepan. Jadi, pesan kekeluargaan begitu jelas terlihat disini, tidak hanya dengan keluarga saja, tetapi juga dengan komunitas, tetangga, klien, dan pelanggan usaha.

Tekstur dan daya tahan kue keranjang yang disantap saat Imlek pun punya arti filosofi. Kekenyalan yang terasa merupakan simbol dari sebuah kegigihan, keuletan, daya juang, dan perasaan pantang menyerah untuk meraih tujuan hidup.

Baca juga  Aturan Naik KRL Saat New Normal.

Karena itulah pesan untuk berjuang hingga akhir menjadi satu hal yang begitu terekam bagi masyarakat Tionghoa saat menyantap kue keranjang. Sedangkan daya tahannya yang begitu lama mempunya arti hubungan yang abadi biarpun jaman telah berubah. 

Kesetiaan dan sikap saling menolong pun sangat penting untuk mewujudkan pesan ini sehingga diharapkan ketika waktu terus berjalan, rasa kekeluargaan akan selalu terjalin dengan baik.

Proses Pembuatan Kue Keranjang.

Proses pembuatan kue keranjang juga punya makna. Karena waktu pengerjaan yang begitu lama yaitu sekitar 11 – 12 jam menuntut kesabaran, keteguhan hati, serta cita-cita untuk mendapatkan hasil maksimal.

Usaha yang begitu keras untuk membuatnya pun harus dilakukan dengan pikiran bersih dan jernih, penuh kesopanan serta konsentrasi tinggi sambil membebaskan hati dari prasangka buruk sehingga kue keranjang yang dibuat punya bentuk, rasa, dan tekstur sempurna. 

Ternyata banyak yaa pernak-pernik pada saat perayaan Tahun Baru Imlek. Sekarang Squliners sudah tahu kan arti dari tiap pernak-pernik tersebut.

Pada intinya, pernak-pernik tersebut adalah tanda suka cita sekaligus pengharapan dari warga Tionghoa agar mendapatkan rezeki dan keberuntungan yang lebih baik di tahun yang baru. Let’s enjoy this Chinese New Year!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here