Perbedaan Lebah dan Tawon.

infojateng.id

Spesies lebah dan tawon sekilas memang Tampak mirip satu sama lain. Mereka sama-sama memiliki larva yang hampir serupa, juga bisa menyengat, dan bisa terbang serta termasuk dalam ordo Hymenoptera. Namun, lebah dan tawon memiliki cukup banyak perbedaan.

Bentuk Tubuhnya.

Lebah dan tawon termasuk dalam Subordo Apocrita sehingga mereka mempunyai pinggang yang kecil. Namun, jika kamu memerhatikan dengan lebih seksama, akan jelas terlihat bahwa perut dan dada lebah tampak lebih bulat daripada tawon yang tubuhnya berbentuk silinder. Perbedaan ini, dikabarkan oleh Encyclopedia Brittanica, mempunyai manfaat masing-masing. Lebah yang bulat dan berbulu memakai tubuhnya untuk terbang dan hinggap dari bunga ke bunga lain.

Bulu yang mereka miliki dapat membantu untuk mengumpulkan serbuk sari saat mereka sedang minum sari bunga. Disamping itu, bentuk tubuh tawon yang seperti Vespula dan lebih silinder membuat serangga ini jadi lebih aerodinamis hingga cocok untuk bermanuver di udara dan menyergap mangsanya.

Kemampuan Menyengat.

Baik lebah maupun tawon melindungi diri mereka dengan cara menyengat tentu hal tersebut dilakukan bersama dengan koloninya. Namun, jika keduanya dibandingkan, tawon dinilai lebih agresif daripada lebah. Lebah hanya menyengat sebagai bentuk dari perlindungan diri dan mayoritas spesiesnya mati setelah menyengat sekali. Hal ini disebabkan karena sengatan lebah berduri dan akan menancap ke targetnya.

Kehilangan sengatan ini dapat membuat lebah terluka hingga akhirnya mati. Sebaliknya, sengatan tawon berbentuk mulus dan dapat digunakan hingga berkali-kali.

Makanannya.

Lebah merupakan serangga vegetarian yang meminum sari atau nektar bunga. Mereka lalu memproduksi madu yang kaya akan protein dan karbohidrat sehingga dapat dikonsumsi oleh manusia dan juga mamalia lain.

Namun sebaliknya, tawon memangsa serangga seperti ulat dan lalat, meskipun mereka juga dapat minum sari bunga. Meskipun tawon juga memproduksi madu, jumlahnya jauh lebih sedikit jika dibandingkan dengan lebah. Madu yang dihasilkan oleh tawon kebanyakan dikonsumsi oleh larva mereka sendiri.

Struktur Sosial.

Perbedaan lainnya dari lebah dan tawon adalah jumlah koloninya. Lebah yang sangat sosial hidup dalam koloni yang bisa berisi 75.000 ekor. Mereka hidup di dalam sarang dengan sel-sel dari lilin lebah yang berbentuk heksagon sehingga dapat menyimpan telur, larva dan pupa.

Baca juga  Mitos Atau Fakta, Begadangn Menimbulkan Jerawat?

Jika dibandingkan dengan lebah, koloni tawon jauh lebih sedikit karena tidak sampai 10.000 ekor. Beberapa spesies dari mereka bahkan memilih untuk hidup sendirian tanpa koloni. Karena tawon tidak memiliki kelenjar yang menghasilkan lilin, sarang mereka biasanya terbuat dari zat yang mirip dengan kertas, diciptakan dengan mencerna bubur kayu.

WASPADA TAWON VESPA !

merahputih.com

Beberapa waktu lalu, masyarakat Jakarta dihebohkan dengan munculnya salah satu jenis tawon mematikan, yaitu tawon Vespa affinis. Tawon yang sering disebut tawon ndas ini ditemukan pada sebuah pohon di daerah Duren Sawit, Jakarta Timur. Beberapa tahun yang lalu, sebanyak tujuh orang meninggal dunia di Klaten akibat tawon ini.

Vespa affinis memang termasuk salah satu jenis tawon yang cukup berbahaya dan mematikan. Oleh sebab itu, kita disarankan untuk segera menghindari jenis tawon ini jika secara tidak sengaja menemukannya.

1. Ciri-Cirinya.

Tawon Vespa Affinis memiliki ukuran tubuh sepanjang kurang lebih tiga sentimeter. Warna tawon ini juga didominasi dengan warna hitam dengan gelang warna kuning atau oranye di bagian perutnya. Jika hanya satu atau dua ekor tawon yang menyengat, tidak akan terlalu berbahaya. Namun, jika tawon jenis ini menyerang secara berkelompok akan menjadi sangat berbahaya.

2. Sengatan.

Korban sengatan awalnya tidak langsung meninggal, mungkin hanya akan mengalami alergi dengan gejala bengkak. Bengkak tersebut bisa ditangani dengan cara mengompresnya menggunakan es atau obat-obatan antihistamin. Namun, jika tidak segera ditangani dalam waktu 1 x 24 jam atau saat menyerang dalam jumlah banyak, kondisi ini akan berlanjut menjadi reaksi alergi berat.

Reaksi alergi berat inilah yang bisa menimbulkan risiko sistemik atau merusak organ tubuh. Tawon Vespa affinis memiliki racun sengat, sehingga orang yang menerima sengatan banyak yang mengalami kematian.

Baca juga  Cara Mengobati dan Ciri-ciri Gejala Penyakit Usus Buntu

Jika sengatan cukup banyak, kemungkinan besar orang yang disengat tidak bisa lama bertahan hidup, apalagi jika orang tersebut sensitif atau alergi dengan racun sengat. Kalau tidak ditangani dengan tepat, sengatan bisa merusak organ tubuh seperti edema paru akut, dan gagal ginjal hanya dalam hitungan hari.

Edema paru akut, merupakan kondisi adanya penumpukan cairan di dalam paru-paru yang menyebabkan si penderita kesulitan bernapas. Sementara, gagal ginjal akut menyebabkan fungsi ginjal menurun secara drastis.

3. Merangsang Datangnya Koloni.

Saat disengat pertama, tawon akan mengeluarkan feromon yaitu senyawa yang dapat memicu tawon lain untuk ikut menyerang. Dari serangan pertama inilah yang kemudian dapat berubah menjadi serangan koloni yang mematikan. Tawon akan menyerang lawannya jika dirinya merasa terganggu dan terancam.

Oleh sebab itu, jika melihat adanya sarang tawon, usahakan jangan merusaknya. Tawon Vespa affinis memiliki kemampuan untuk memanggil kawanannya dan melakukan serangan balik.

4. Memindahkan Sarang.

Meski terdengar cukup berbahaya, sarang tawon Vespa affinis dapat dipindahkan secara aman jika dilakukan dengan benar. Beberapa alat yang perlu disiapkan antara lain adalah kantong plastik bening yang agak tebal, pisau dapur, kapas, dan cairan etil asetat untuk membuat tawon berada dalam kondisi pingsan.

Pemindahan sarang tawon lebih baik dilakukan saat kondisi gelap dan pastikan juga semua tawon telah berada di dalam sarangnya. Proses pemindahan ini juga tentunya harus dilakukan oleh orang dewasa atau bisa meminta bantuan kepada petugas untuk mengurangi segala risikol yang bisa terjadi.

5. Tempat Hidup.

Tawon Vespa affinis hidup di kawasan subtropis Asia, seperti Hongkong, Laos, Taiwan, Sri Lanka, Thailand, Vietnam, Malaysia, dan Indonesia. Di Jakarta, tawon tak bisa hidup di antara gedung pencakar langit. Namun kawanan tawon ini tetap mencari tempat yang rimbun untuk mereka tinggali.

Tawon ini juga bisa menjadi predator pemangsa serangga lain dan sering berkeliaran di sekitar tanaman, termasuk bunga pada tanaman pisang. Meski penuh dengan gedung tinggi, di Jakarta masih banyak terdapat semak dan taman kota yang bisa membantu perkembangbiakan tawon ini. Dengan begitu, keberadaannya di tengah permukiman masih dapat ditemukan.

Baca juga  2 Gejala Penyakit ISPA Yang Harus di Waspadai!

Selain itu, tawon jenis ini juga memiliki sifat pemakan bangkai, sehingga sisa-sisa daging dan fermentasi yang ada di tempat sampah pun bisa menjadi sumber makanan bagi mereka. Sengatan beracun dari tawon ini dapat menyebabkan hiperalergi, penumpukan cairan, serta kerusakan organ tubuh sampai meninggal dunia.

Meskipun mematikan, sengatan tawon dalam skala ringan dapat kamu hambat dengan penanganan pertama yang tepat. Pada umumnya, sengatan ringan akan menunjukkan alergi dan bengkak. Jangan takut, ini yang harus kamu lakukan jika tersengat tawon vespa affinis.

a. Kompres Dengan Es Batu.

Bagian yang tersengat tawon kemungkinan besar akan bengkak dan nyeri. Kompreslah dengan menggunakan es batu selama beberapa menit hingga terasa lebih baik. Cara seperti ini dapat meredakan pembengkakan dan nyeri. Namun, sengatan tawon dalam skala yang besar harus segera dibawa ke rumah sakit terdekat karena dalam hal ini mengompres tak lagi berguna.

b. Antisipasi Dengan Analgesik dan Konsumsi Obat-obatan Antihistamin.

Memperlambat peredaran racun dalam sengatan tawon vespa affinis dapat kamu lakukan dengan memberikan obat analgesik dan antihistamin. Obat analgesik bisa meredakan nyeri karena mengandung anti-inflamasi nonsteroid. Sedangkan, obat antihistamin mampu mengobati alergi. Konsumsi obat-obatan tersebut sesuai dengan anjuran yang berlaku.

c. Lakukan Pengobatan Lebih Lanjut Ke Rumah Sakit.

Untuk terhindar dari efek samping yang lebih berbahaya, hubungi atau kunjungi rumah sakit terdekat. Terutama untuk kamu yang tersengat dalam jumlah yang banyak.

d. Hubungi pemadam kebakaran.

Setelah mendapat penanganan medis, hubungi tim pemadam kebakaran secepatnya. Tim pemadam kebakaran dapat mengamankan sarang tawon. Hal ini juga dapat membantu untuk mencegah bertambahnya korban.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here