terakurat.comanak-garuda– Anak Garuda merupakan film terbaru garapan Faozan Rizal dan penulis naskah Alim Sudio. Film ini adalah karya perdana rumah produksi Butterfly Pictures, dikerjakan langsung oleh alumni dan murid-murid Sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI).

Film ini sudah diluncurkan sejak September 2019 di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta. Tayang di bioskop pada tanggal 16 Januari 2020 lalu.

imdb.com

Menceritakan tentang Julianto Eka Putra atau Koh Jul (Kiki Narendra) yang mengajak tujuh anak dengan latar belakang yang berbeda, mereka terdiri dari Sheren (Rania Putrisari), Olfa (Clairine Clay), Wayan (Geraldy Kreckhoff), Dilla (Rebecca Klopper), Sayida (Tissa Biani), Yohana (Violla Georgia), dan Robet (Ajil Ditto) menjadi sebuah tim yang membantu mengelola operasional sekolah dan unit-unit bisnis. Namun, Perbedaan agama, ras, dan suku ini menjadikan mereka sering salah paham.

Pertengkaran sering kali muncul mengiringi persahabatan mereka. Perbedaan paham hingga rasa iri yang memantik rasa cemburu hadir di antara anggota tim. Jalan cerita semakin pelik ketika ada cinta terpendam di antara mereka. Hal inilah yang memicu timbulnya perpecahan dalam tim.

Terinspirasi dari kisah nyata tujuh lulusan sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI) dengan latar belakang yang beragam untuk mengejar impian di Eropa. Sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI) sendiri merupakan sekolah yang diperuntukkan khusus bagi anak-anak yatim piatu secara gratis. Oleh sebab itu, film drama komedi yang satu ini sarat dengan nilai-nilai keberagaman dan kerja keras untuk menggapai harapan mereka.

Saat menghadapi konflik, satu-satunya orang yang mendamaikan mereka adalah Koh Jul. Demi mengokohkan kemandirian mereka, Koh Jul melepaskan ketujuh anak tersebut untuk berangkat ke Eropa tanpa didampingi dirinya.

Baca juga  5 Film Bagus Pemenang Oscar 2020!

Tanpa Pengawasan, Hubungan Semakin Memanas!

Di Negara orang tersebut, justru hubungan mereka semakin panas, pertengkaran dan keributan pun terjadi. Terlebih lagi saat kehadiran Rocky (Krisjiana Baharudin) yang membuat masalah persahabatan mereka semakin pelik.

Konflik yang sudah terbangun sejak di Indonesia, justru semakin meruncing tanpa pengawasan Koh Jul. Sisi egois dari masing-masing anak mulai keluar. Setelah persahabatan mereka menjadi genting, anak-anak ini mulai membangun kembali pondasi hubungan mereka satu sama lain.

Proses pengambilan gambar dan video film dikerjakan selama enam bulan. Mulai dari bulan Juli hingga Agustus 2019 di Kota Batu, Malang, tempat Sekolah SPI hingga di Paris dan Swiss.

Selain juga dibintangi oleh aktor-aktor kenamaan Indonesia, band Coklat juga turut mengambil bagian untuk mengisi soundtrack atau lagu tema film ini tentu dengan yang sama yaitu Anak Garuda.

Faozan rizal.

Faozan Rizal merupakan sutradara berkebangsaan Indonesia. Namanya mulai dikenal dalam industri pefilman sejak menyutradari film Habibie & Ainun yang dibintangi oleh Reza Rahardian dan Bunga Citra Lestari pada tahun 2012.

Sebelumnya, Faozan lebih sering berada di belakang layar, bekerja sama dengan Hanung Bramantyo sebagai penata sinematografi dan penata kamera.
Ia belajar sinematografi di Institut Kesenian Jakarta (IKJ).

Berhasil membuat banyak film pendek dan panjang, baik film cerita maupun dokumenter. Sutradara yang satu ini juga mahir menggali kekayaan tekstur film maupun bermain-main dengan ketegangan antara film dan fotografi.

Faozan juga membuat film-film tari bersama Katia Engel dan bekerjasama dengan seniman alam (nature artist) bernama Andy Goldsworthy. Karya Faozan Rizal sering kali menunjukkan kemanusiaan dan alam dalam kesunyian yang meditatif.

Tidak Hanya Film, Faozan Juga Belajar Seni Lukis dan Tari !

Ia sendiri telah mempelajari tarian Jawa klasik dan Bali, menekuni pendidikan seni lukis dan kemudian masuk sekolah film di La Femis, Paris. Karya-karya Faozan Rizal telah ditampilkan dalam berbagai festival internasional seperti Singapore International Film Festival, eKsperimnto Film & Video Festival 2004 Filipina, Cinemanila International Film Festival serta Emirates Film Competition.

Baca juga  Trailer James Bond 25 (2019).

Faozan Rizal mengawali debutnya sebagai aktor, penata sinematografi, hingga akhirnya menjadi seorang sutradara. Selain menggarap sebuah film, dia juga mengajar Fakultas Fotografi, Televisi dan Film di Institut Kesenian Jakarta.

Debut pertamanya sebagai sutradara film layar lebar yaitu, Habibie & Ainun (2012), bukan hanya berhasil secara teknis dan estetika namun juga mendulang sukses komersial yang sangat luar biasa. Ia masih tetap aktif sebagai pengarah sinematografi untuk berbagai bentuk film.

Berikut ini beberapa film yangdisutradarai oleh Faozan Rizal:

  • Habibie & Ainun (2012).
  • Yasujiro Journey (2004).
  • Aries, a Poem for Katia (2004).

Beberapa film yang pernah di garap oleh Faozan Rizal sebagai Penata Camera:

  • Dajang Soembi, Perempoean jang Dikawini Andjing (juga sebagai aktor, 2004).
  • Hijab (2015).
  • Hijrah Cinta (2014).
  • Parts of the Heart (2013).
  • Soekarno: Indonesia Merdeka (2013).
  • Isyarat (2013).
  • Perahu Kertas (2012).
  • Perahu Kertas 2 (2012).
  • The Perfect House (2011).
  • Tendangan dari Langit (2011).
  • Pengejar Angin (2011).
  • Menebus Impian (2010).
  • Sang Pencerah (2010).
  • Perempuan Berkalung Sorban (2009).
  • Fugu, a Sushi Tale (2009).
  • Get Married 2 (2009).
  • Queen Bee (2009).
  • Fugu, a Sushi Tale (2009).
  • Best Friend? (2008).
  • Doa Yang Mengancam (2008).
  • Ayat-ayat Cinta (2008).
  • Pasangan Baru (2008).
  • Get Married (2007).
  • Legenda Sundel Bolong (2007).
  • Kamulah Satu-satunya (2007).
  • Maskot (2006).
  • Aries, a Poem for Katia (2004).
  • Yasujiro Journey (2004).
  • Banyu Biru (2004).
  • 100% Sari (2003).
  • Everything’s Ok (2003).

Penghargaan yang pernah diraih oleh Faozan Rizal:

  • Penata Kamera Terpuji, Festival Film Bandung, Indonesia pada film Sang Pencerah (2011).
  • Pengarah Sinematografi Terbaik, Piala Citra pada film Pengejar Angin (2011).
  • Penata Sinematografi Terbaik, di Festival Film Indonesia, Indonesia pada film Perempuan Berkalung Sorban (2009).
  • Sinematografi Terbaik, Festival Film Indonesia, Indonesia pada film Get Married (2007).
Baca juga  Terra Willy: Unexplored Planet (2019)

Alim Sudio.

Alim Sudio adalah penulis naskah film-film horror indonesia, Film horror karyanya seperti Tali Pocong Perawan, Air Terjun Pengantin, dan Jenglot Pantai Selatan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here