Tempramen adalah suatu gaya atau perilaku seseorang dan cara khasnya dalam memberi tanggapan. Beberapa individu bertempramen aktif, sedangkan yang lainnya tenang. Dikutip dari (Wikipedia.org)
Suatu gejala karakteristik dari sifat emosi individu, termasuk juga mudah tidaknya terkena rangsangan emosi, kekuatan serta kecepatannya bereaksi, kualitas kekuatan suasana hatinya, segala cara dari pada fluktuasi (gelombang) dan identitas suasana hati.
Tipe Sanguinis mempunyai karakteristik kepribadian yang menarik, suka berbicara, mudah bergaul, penuh rasa ingin tau, tidak neko – neko, kreatif dan inovativ, mempunyai kelemahan pada emosi yang tidak stabil, eksentris, tidak disiplin dan suka membesar – besarkan masalah.
Tipe Koleris mempunyai karakteristik sifat pembawaan berjiwa pemimpin, berorientasi pada tujuan, terorganisir, berkemauan kuat, namun type ini memiliki kelemahan pada kecerobohan, pemarah, dominan dan terkadang menjadi sarkastis
Tipe Melankolis mempuyai karakteristik sifat yang lebih serius dan tekun, teratur dan rapi, perfeksionis, kreatif, tertib dan terorganisasi, perhatian dan mempunyai rasa yang mendalam, biasanya type orang Melankolis akan mencari teman hidup yang ideal, namun kelemahannya adalah sangat perasa dan terkadang cenderung sering murung, kurang bermasyarakat dan sering berfikiran negatif terhadap diri sendiri.
Tipe Flegmatis adalah type orang yang memiliki sifat rendah hati, penyabar, tenang, stabil dan santai, dan biasanya punya lebih banyak teman karena bisa menjadi pendengar yang baik, namun, di balik itu Type Flegmatis biasanya kurang tegas, dan motivasi dirinya rendah
Berdasarkan golongan dan karakteristik diatas, Sebagian orang memiliki tempramen yang tinggi dan tidak bisa mengendalikannya sebagian lain mampu mengatasinya dengan baik dan bersifat lebih tenang.
Kita perlu mengetahui Apa yang menyebabkan seseorang menjadi tempramen dan tidak bisa mengendalikannya.
Saat seseorang mengalami depresi tentunya ia akan merasa sangat tertekan dan menjadi lebih sensitif dan merasa bersalah, Depresi bisa membuat seseorang menjadi tempramen seketika karena tekanan yang di alaminya.
Rendahnya kadar gula darah seseorang juga berdampak pada serotonin di dalam otak yeng menjadi kurang seimbang sehingga mempengaruhi tempramen seseorang menjadi lebih cepat tersinggung dan mudah marah
Penyakit Alzheimer alias penyakit pikun ini tidak hanya menyerang para lansia saja loh ternyata banyak anak muda yang juga mengalaminya, Alzheimer adalah penyakit karena fungsi otak yang menurun sehingga mudah saja mempengaruhi kondisi kejiwaan dan tempramen seseorang.
Penyakit ini menyerang metabolisme penderitanya sehingga dalam banyak kasusnya, seseorang yang mengidap penyakit ini akan mudah gelisah dan sulit untuk berkonsentrasi sehingga mengganggu kondisi kejiwaan penderitanya yang mudah marah dan tempramen yang tinggi.
Baca juga artikel Sribu.com
terakurat - Negara Mana yang Memiliki Durasi Puasa Paling Singkat di Tahun 2026 lagi jadi…
terakurat - Rostov dalam beberapa waktu terakhir jadi salah satu tim yang cukup menarik buat…
terakurat - DAZN sekarang lagi ada di fase yang bisa dibilang cukup agresif banget di…
terakurat - Sao Echoes Of Aincrad lagi jadi bahan omongan besar di kalangan fans Sword…
terakurat - Adam Armstrong jadi salah satu nama yang lagi sering dibahas lagi di sepak…
terakurat - Strasbourg vs dalam beberapa waktu terakhir jadi salah satu topik yang cukup sering…