tips-memilih-mouse-wireless– Wireless mouse menjadi perlengkapan komputer pilihan karena dikenal kepraktisannya. Terlebih jika kamu sering terganggu dengan mouse kabel, kamu bia mengatasinya dengan menggunakan wireless mouse. Saat ini ada banyak jenis mouse dengan spesifikasi yang beragam, seperti sistem koneksi, sumber daya, hingga bentuknya. Hal ini mungkin akan membingungkan untuk kamu.

Sesuai namanya, wireless mouse adalah mouse yang tidak menggunakan kabel. Karakteristik ini membuat kamu bisa lebih bebas menggunakan perangkat penting ini saat menggunakan komputer.

Kekurangan mouse ini adalah butuh waktu untuk mengisi daya atau mengganti baterainya. Jika menggunakan wireless mouse dengan daya baterai, kamu juga perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli baterai baru. Namun, operabilitas mouse ini membuatnya lebih nyaman saat dibawa-bawa bersama laptop yang kamu miliki.

Kemudian, kamu juga tak perlu khawatir ruang gerak yang terbatas karena jangkauan wireless mouse ini cukup jauh. Dengan demikian, menggunakan mouse jenis ini menjadi keuntungan ekstra untuk kamu yang suka berpindah-pindah posisi saat bekerja.

Tips Memilih Wireless Mouse.

Periksa jenis konektivitas yang digunakan.

Bisa digunakan tanpa kabel, wireless mouse memiliki dua tipe konektivitas yaitu tipe Bluetooth dan tipe USB receiver. Mari lihat perbedaan keduanya, lalu pilihlah tipe konektor yang paling tepat untukmu.

Tipe USB receiver, instalasinya yang mudah tanpa pengaturan khusus.

Jika kamu mencari produk yang terhubung dengan mudah di perangkat komputer atau laptop, kami menyarankan mouse ini. Wireless mouse dengan USB receiver dapat terhubung tanpa perlu setting yang rumit. Kamu cukup mencolokkan receiver-nya ke port USB komputer, mouse pun bisa langsung digunakan. Jangkauan mouse ini juga cukup jauh, sekitar 10 meter.

Jika kamu sering membawa mouse jenis ini bepergian, pilihlah jenis yang memiliki wadah receiver di badan mouse. Hal ini untuk mengurangi risiko terjadinya kehilangan. Kamu juga bisa menggunakan adaptor untuk menghubungkan mouse ini dengan smartphone yang mempunyai port microUSB.

Namun, dengan memakai mouse ini, jumlah port USB komputer yang bisa kamu gunakan akan berkurang. Jadi, jika komputermu memiliki port USB yang sedikit, sebaiknya kamu menggunakan USB hub.

Tipe Bluetooth, bisa dikoneksikan ke banyak perangkat.

Jenis wireless mouse yang tidak membutuhkan receiver ini mempunyai banyak keunggulan. Jenis ini bisa menjadi solusi jika komputer kamu memiliki sedikit USB port. Kemudian, kamu bisa menggunakan satu mouse ini di beberapa perangkat. Tidak hanya itu, kamu juga dapat menghubungkankan mouse ini ke tablet atau smartphone dengan mudah.

Baca juga  Simak Berikut Ini Cara Kalibrasi Batrai Android Dengan Mudah!

Setting-nya pun cukup mudah dan hanya perlu dilakukan sekali saja. Kamu juga bisa segera bekerja menggunakan mouse yang nyaman dengan koneksi yang stabil. Jika komputer yang kamu miliki tidak dilengkapi dengan Bluetooth bawaan, kamu bisa memasang perangkat Bluetooth portable. Perangkat ini bisa kamu temukan di banyak online marketplace yang ada di Indonesia.

Periksa sistem sensor yang terpasang di mouse.

Akurasi wireless mouse akan sangat berbeda tergantung dari sistem sensor yang digunakan. Ada beberapa tipe wireless mouse yang tidak terbaca pada bidang tertentu tergantung sistem sensornya. Berikut ini empat jenis sistem sensor utama pada wireless mouse.

Tipe blue LED, tak perlu mouse pad, tingkat presisi tinggi.

Sistem sensor blue LED paling banyak ditemukan pada produk wireless mouse. Jenis ini dapat berfungsi dengan baik meskipun tanpa menggunakan mouse pad dengan presisi membaca yang tinggi. Keunggulan lainnya, mouse dapat digunakan dengan baik di tempat yang berdebu.

Selain itu, mouse ini juga dapat digunakan di berbagai jenis permukaan seperti permukaan mengilap atau kain. Namun, mouse tidak bisa berfungsi dengan baik saat digunakan di atas permukaan kaca yang sepenuhnya transparan. Dengan demikian, kamu perlu menyiapkan alas atau mouse pad saat menggunakannya di atas meja kaca.

Tipe red LED, memiliki harga terjangkau dan mudah digunakan.

Jika kamu mencari produk dengan harga terjangkau dan mempunyai akurasi yang memuaskan, pilihlah jenis mouse ini. Sistem sensor red LED merupakan sistem sensor optik yang paling populer dibandingkan sistem sensor LED lainnya.

Namun, mouse jenis ini tidak bisa dipakai pada bidang yang mengilap, berwarna putih, atau berpola. Dengan demikian, kamu perlu menyiapkan mouse pad polos sebagai alasnya.

Tipe LED infrared, konsumsi daya lebih hemat sehingga penggunaannya lebih awet.

Kamu juga bisa memilih mouse dengan sistem sensor LED infrared ini jika memiliki mobilitas tinggi dan sering bepergian. Mouse ini mengonsumsi daya paling sedikit sehingga awet digunakan dalam waktu lama. Baterai mouse-nya mampu bertahan 6-12 bulan. Dengan demikian, kamu tidak perlu takut kehabisan baterai dan menggantinya saat bepergian.

Baca juga  Cara Mudah Menggunakan Kahoot, Aplikasi Belajar yang Seru

Akurasi membaca jenis mouse ini hampir sama dengan sistem sensor optik. Jika kamu menginginkan kenyamanan dan efesiensi lebih, jangan lupa untuk menggunakan mouse pad, ya.

Tipe laser, kemampuan membaca respons yang paling baik.

Keunggulan mouse dengan sistem sensor laser adalah memiliki tingkat respons yang lebih akurat daripada tipe optik. Kemudian, sistem sensor tipe ini juga tidak terlihat oleh mata manusia. Mouse dengan tipe ini bisa digunakan untuk permukaan yang tidak rata maupun permukaan yang mengilap.

Namun, seperti tipe blue LED, mouse dengan sistem sensor laser sering tidak merespons saat digunakan pada permukaan transparan. Jika kamu memilih mouse ini, sebaiknya gunakan juga mouse pad saat hendak memakainya di permukaan meja kaca.

Periksa sumber dan cara pengisian daya pada mouse.

Ada dua jenis metode pengisian daya pada wireless mouse yaitu sistem baterai dan charging. Mouse dengan baterai lebih praktis karena kamu hanya cukup mengganti baterainya saat dayanya habis. Dengan demikian, kamu tidak perlu menunggu waktu charging. Walaupun biaya operasionalnya tinggi karena kamu perlu membeli baterai, jenis mouse ini memiliki harga yang lebih terjangkau.

Di sisi lain, mouse yang dapat di-charge memiliki biaya operasional yang lebih rendah. Namun, harga unit utama jenis mouse ini sedikit lebih tinggi dari jenis baterai. Kamu juga memerlukan waktu untuk mengisi dayanya. Namun, ada produk yang dapat digunakan sembari di-charge dengan USB. Jadi, periksa dengan cermat sebelum membeli, ya.

Pilihlah produk yang ringan dan nyaman digenggam.

Pilihlah mouse yang pas dan nyaman di tangan sehingga kamu tidak lelah menggunakannya dalam waktu lama. Jadi, jangan lupa untuk memeriksa ukuran, berat, dan bentuknya.

Berat mouse akan memengaruhi operabilitasnya. Beberapa orang beranggapan mouse yang ringan lebih mudah digunakan. Ada juga yang beranggapan mouse yang berat lebih nyaman di tangan. Jadi, penting untuk memahami selera kamu sendiri. Jika kamu ingin mengganti mouse lama, bayangkanlah berat mouse yang biasa kamu gunakan sebelumnya.

Selain itu, baru-baru ini ada produk dengan bentuk ergonomis yang nyaman di tangan saat digunakan. Akan tetapi, terkadang produk tersebut tidak simetris kanan dan kirinya. Jadi, perhatikan apakah mouse tersebut untuk pengguna tangan kanan atau pengguna tangan kiri (kidal). Pilihlah mouse yang sesuai dengan tangan dominan.

Baca juga  Tips & Tricks Menjalani Kehidupan?

Pilihlah mouse dengan tingkat respons yang baik.

Hal yang tak kalah pentingnya saat memilih wireless mouse adalah memeriksa tingkat responsnya. Untuk mengeceknya, kamu bisa mencoba melakukan klik, menggerakkan track wheel, dan scrolling. Kemudian, perhatikan kursor mouse pada layar untuk melihat apakah mouse mampu merespons dengan baik atau tidak.

Tingkat respons atau resolusi pada mouse ini memiliki satuan yang disebut dpi atau cpi. Jika kamu ingin melakukan aktivitas yang membutuhkan mouse yang sensitif seperti bermain game, pilihlah resolusi yang tinggi. Hal ini tentu akan meningkatkan operabilitas pada mouse. Namun, jika kamu menggunakan mouse untuk penggunaan yang umum seperti melakukan browsing, resolusi 800-1600 dpi sudah cukup. Kamu bisa menggunakan nilai ini sebagai panduan.

Namun, resolusi yang tertera pada mouse tidak selalu menunjukkan kinerja yang sebenarnya. Dengan demikian, kamu juga perlu memeriksa ulasan dari mereka yang telah menggunakan mouse tersebut.

Periksa fungsi tambahan.

Beberapa wireless mouse dilengkapi dengan fungsi tambahan seperti tombol pintasan maju, mundur, dan tombol pencarian. Fungsi tambahan ini berbeda pada tiap-tiap mouse. Pilihlah wireless mouse dengan fungsi tambahan yang sering kamu gunakan.

Ada juga mouse dengan scroll wheel yang bisa digerakkan ke kiri dan ke kanan. Dengan demikian, kamu juga bisa melakukan scrolling secara horizontal. Fitur ini akan membantu jika kamu bekerja mengolah data dengan tampilan horizontal panjang seperti pada Mircrosoft Excel.

Fitur tambahan lain yang biasanya ada pada mouse adalah silent type. Produk ini biasanya tidak mengeluarkan suara berisik baik saat scrolling maupun melakukan klik. Jenis ini cocok untuk kamu yang menggunakan mouse di tempat tenang seperti dalam perpustakaan dan ruang rapat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here