mengatasi-keputihan– Setiap perempuan pasti pernah mengalami keputihan dalam hidupnya. Keputihan pada dasarnya adalah reaksi tubuh yang normal. Meskipun begitu, kondisi ini tetap akan membuatmu merasa tidak nyaman. Apalagi jika cairan keputihan yang keluar cukup banyak.

Besar kemungkinannya keputihan yang kamu alami masih tergolong normal. Jika dokter mengatakan demikian, kondisi seperti ini biasanya tidak perlu diatasi dengan perawatan khusus. Keputihan merupakan reaksi tubuh yang normal dan justru berdampak baik untuk kesehatan tubuh.

Namun jika keputihan yang keluar berlebihan sampai membuat kamu merasa risih dan mengganggu aktivitas, kamu bisa menggunakan beberapa cara sederhana tanpa perlu obat. Berbagai cara ini juga bisa kamu kombinasikan dengan perawatan medis untuk menghilangkan keputihan akibat infeksi.

Menjaga kebersihan Miss V.

Bilas Miss V dengan bersih sehabis BAK/BAB, juga sebelum dan setelah berhubungan seks. Cara membilasnya juga tidak boleh sembarangan. Basuhlah dengan air hangat suam-suam kuku dari depan ke belakang, Tujuannya agar kuman yang bersarang di anus tidak berpindah ke vagina.

Kemudian, usap dengan tisu atau handuk lembut dan tepuk-tepuk pelan hingga kering. Ingat, jangan menggosok atau mengusap terlalu keras karena bisa mengiritasi kulit vagina. Jangan lupa mencuci tangan Sebelum dan sesudah menyentuh Miss V

Rutin Mengganti Celana Dalam.

Normalnya kamu bisa mengganti celana dalam minimal dua kali dalam sehari. Namun jika keputihan sedang banyak-banyaknya, sebaiknya kamu lebih sering mengganti celana dalam, agar tetap kering dan nyaman. Apalagi jika kamu baru saja melakukan kegiatan yang mengeluarkan banyak keringat, seperti berolahraga atau panas-panasan di bawah terik matahari.

Pakailah celana dalam yang berbahan katun dan bisa menyerap keringat dengan baik. Menjaga vagina tetap bersih dan kering bisa menjauhkan risiko infeksi bakteri, jamur, atau parasit karena terlalu lembap. Apabila bahan celana dalam yang kamu gunakan tidak bisa menyerap keringat, bakteri dapat berkembang biak dengan subur. Jika terus dibiarkan kondisi ini akan memperburuk infeksi vagina yang kamu alami.

Baca juga  Langkah Menggunakan Pelembab Wajah dengan Baik dan Benar

Jangan lupa juga untuk rutin mengganti pembalut minimal 3-4 kali sehari jika sedang dalam keadaan haid. Malas mengganti pembalut akan membuat kuman dan jamur berkembang biak dan menimbulkan keputihan.

Hindari Sabun Pembersih Vagina ( Vaginal Douche ).

Membersihkan vagina sebenarnya cukup hanya dengan air bersih yang mengalir, tidak perlu menggunakan sabun. Apalagi pakai vaginal douche atau sabun wewangian seperti sabun sirih.

Bukannya mengatasi keputihan, cara ini justru bisa menyebabkan kulit vagina yang sensitif makin mudah iritasi dan terinfeksi. Douching juga bisa mengganggu keseimbangan pH dan bakteri baik di dalam vagina.

Jika kamu merasa menggunakan air saja masih terasa kurang bersih, kamu bisa menggunakan sabun yang netral. Sabun yang tidak mengandung parfum/wewangian, zat antiseptik, pewarna, dan bahan kimia keras lainnya.

Mengkonsumsi Yogurt.

Kandungan bakteri baik (probiotik) dalam yogurt bisa membantu mengembalikan keseimbangan bakteri dan jamur di dalam vagina.

Jangan Gunakan Celana atau Rok Ketat.

Saat kamu mengalami keputihan, usahakan untuk tidak menggunakan celana atau rok ketat. Celana yang terlalu ketat bisa mengiritasi kulit vagina dan bisa membuat keringat terperangkap di kulit. Area vagina yang terus-terusan lembap akan memperlambat penyembuhan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here