Terakurat – Tips Merawat Kulit Sensitif – Kulit sensitif merupakan kulit yang rentan bereaksi, selain itu kulit sensitif juga mudah reaktif terhadap lingkungan seperti matahari, udara, serta beberapa zat-zat tertentu dan lain sebagainya.

Oleh karena itu, pemilik kulit sensitif sering merasa frustasi untuk merawatnya. Pasalnya salah langkah sedikit saja, maka kulit dapat langsung bereaksi. Sehingga tak heran saja dalam merawat kulit sensitif dibutuhkan kehati-hatian yang esktra.

Tips Merawat Kulit Sensitif yang Mudah di Lakukan

Tips Merawat Kulit Sensitif

Lantas bagaimana cara merawat kulit sensitif yang baik dan benar? Berikut ini adalah beberapa cara merawat kulit sensitif yang mudah dilakukan.

Gunakan Step Skincare yang Simple

Mengaplikasikan banyak produk skin care pada kulit, terutama yang mengandung bahan aktif dengan konsentrasi tinggi atau menggunakan produk yang seharusnya tidak boleh digunakan secara berbarengan dapat mengakibatkan kulit sensitifmu menjadi iritasi.

Menurut dermatologis bernama Shilpi Khaterpal pada laman SELF menjelaskan bahwa “less is more”, adalah prinsip yang sangat tepat untuk pemilik kulit sensitif. Menggunakan produk skin care yang minimal dengan ingridient list yang simple dapat meminimalisisr resiko timbulnya alergi atau iritasi. Jadi, dengan menggunakan cleanser, mosturizer dan sunscreen saja sebenarnya sudah cukup.

Gunakan Skin Care yang Tepat

Pemilik kulit sensitif juga disarankan untuk menggunakan produk yang mampu menjaga dan menutrisi skin barrier. Pada laman Allure, Cheung menjelaskan bahwa bahan humecant dan emolient seperti hyaluronic acid dan shea butter dapat mempertahankan kelembaban kulit. Sedangkan ceramides dan fatty acid  dapat membantu memperkuat skin barrier.

Selain itu, gunakan juga produk yang mengandung anti-inflamasi, salah satu contohnya adalah centella aciatica. Dan pastikan juga semua produk tersebut fragrance free atau tanpa menggunakan pengharum.

Baca juga  Flu Singapura, Penyebab dan Cara Mengobati

Gunakan Physical Sunscreen

American Academy of Dermatology (AAD) menjelaskan jika beberapa bahan chemical sunscreen seperti oxybenzone memiliki potensi untuk membuat kulit menjadi iritasi, bahkan alergi.

Maka dari itu, pilihlah physical sunscreen yang menggunakan bahan tanpa campuran chemical sunscreen yang hanya menggunakan zinc dioxide atau titanium dioxide atau gabugan dari keduanya sebagai gabungan UV filter.

Perhatikan Ingredient List

Gunakanlah beberapap produk yang memang diformulasikan untuk kulit sensitif. Biasanya beberapa produk tersebut tidak mengandung bahan-bahan yang pada umumnya dapat memicu iritasi atau alergi dan terdapat label hypoallergenic.

Label tersebut memang dapat memudahkan kamu dalam memilih produk, namun akan lebih baik lagi jika kamu mencermati ingridient list untuk lebih memastikan bahwa produk tersebut aman untuk kamu gunakan.

Dan pastikan juga produk-produk tersebut tidak memiliki bahan-bahan yang dapat memicu alergi, seperti essential oil, pewarna sintetik, alkohol, sulfat, fragrance dan beberapa bahan pengawet lainnya. Jika ingin lebih aman lagi, konsultasikan produk-produk skincare kamu dengan dokter kulit agar kamu diberi arahan apakah produk-produk tersebut aman untuk kamu gunakan atau tidak.

Hindari Over Washing dan Over Exfoliating

Mencuci muka terlalu sering atau terlalu kasar adalah hal yang perlu di hindari oleh pemilik kulit sensitif. Pasalnya hal tersebut dapat mengikis lapisan pelindung kulit yang akhirnya dapat menimbulkan iritasi pada kulit.

Jadi, gunakanlah cleanser yang lembut untuk kulit dengan air hangat atau dingin serta bersihkan wajah maksimal dua hari sekali. Hal ini juga berlaku pada eksfoliasi meskipun eksfoliasi dapat membantu mengangkat sel kulit mati dan membuat kulit lebih halus serta bercahaya.

Namun, jika kamu mengguakan produk eksfoliasi yang salah seperti chemical exfoilant atau scrub yang kasar justru malah dapat menyebabkan kulit menjadi merah-merah dan iritasi. Maka dari itu, untuk kulit sensitif maka gunakan produk eksfoliasi yang sangat lembut.

Baca juga  Manfaat Ikan Bawal Untuk Kesehatan Tubuh

Dr Zeincher pada laman Well and Goof menyarakan untuk menggunakan scrub atau PHA dengan partikel yang halus serta gunakan secara perlahan. Lalu eksfoliasi kulit sebaiknya jangan hanya 1 sampai 2 jali seminggu dan hindari penggunaan produk eksfoliasi jika kulit sedang mengalami iritasi.

Melakukan Patch Test

Karena bahan-bahan yang dapat memicu alergi ataupun iritasi pada setiap orang berbeda-beda, maka jangan pernah malas untuk melakukan patch test, apalagi saat mencoba produk baru. Dengan melakukan patch test maka kamu akan mengetahui apakan produk tersebut dapat menyebabkan alergi atau iritasi atau tidak.

Pada umumnya, patch test ini dilakukan dengan cara mengoleskan produk pada belakang telinga atau sekitar jawline. Jika tidak ada reaksi buruk dalam kurun waktu 24-48 jam, maka produk tersebut tidak berpotensi menyebabkan alergi atau iritasi pada kulit. Jika terjadi iritasi pada area tersebut, maka segera oleskan produk yang mengandung soothing agent seperti lidah buaya, oat dan lainnya.

Dr. Khetarpal menjelaskan bahwa patch test juga dapat digunakan untuk melihat apakah produk tersebut dapat menimbulkan komedo atau jerawat pada kulit. Sehingga kedepannya kamu bisa menghindari produk atau bahan yang dapat memicu kulit bereaksi.

Biarkan Kulit Beradaptasi dengan Produk Baru

Produk skincare yang mengandung active ingridient biasanya lebih berpotensi menyebabkan breakout, iritasi ataupun alergi. Atau kamu juga bisa mencampurkannya dengan moisturizer agar ia lebih cair dan mengurasi resiko timbulny airitasi. Jika dengan cara tersebut masih membuat kulitmu iritasi, maka carilah bahan alternatif ingridients yang lebih gentle dari produk tersebut.

Segera Tangani Jika Kulit Bereaksi

Jika reaksi atau iritasi timbul setelah menggunakan produk baru atau produk lama yang kamu beli, maka segera hentikan penggunaanya. Dan gunakan produk yang mengandung sooting agent untuk meredakan reaksi tersebut. Jika kamu mencoba produk baru secara bersamaan dan kamu tidak yakin produk mana yang menyebabkan alergi atau iritasi tersebut, maka gunakan produk tersebut satu persatu.

Baca juga  Strategi WHO Mengatasi COVID-19!

Selain itu, berilah jeda setidaknya satu minggu lalu tambahkan produk lainnya, namun solusi yang paling aman adalah dengan segera mengunjungi dokter kulit agar kamu diberi threatment yang tepat.

Pilihlah Produk Makeup yang Tepat

Banyak yang menyarankan agar menggunakan mineral makeup atau silicone bases untuk kulit yang sensitif. Namun tetap saja kamu perlu memperhatikan beberapa bahan yang terkandung dalam makeup tersebut. Jika terdapat banyak bahan pengawet dan parfum fragrance, maka produk tersebut tetap tidak aman untuk kulit sensitif.

Nonni pada artikel Elle menjelaskan bahwa solid makeup yang berbentuk stick atau compact cenderung lebih aman. Pasalnya selain mengandung air, tetapi juga pengawetnya lebih sedikit dibandingkan dengan liquid makeup. Untuk tools, sebaiknya gunakan spone namun pilih yang tidak mengandung latek agar tidak membuat kulit menjadi alergi.

Nah itulah beberapa tips merawat kulit sensitif yang dapat kamu coba. Pastikan untuk menghindari beberapa bahan yang dapat memicu kulit kamu bereaksi. Jika kamu merasa kesulitan dalam menangani kulit sensitifmu, maka jangan ragu untuk mengunjungi dermatologis.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here