kecelakaan-pesawat– Pada Hari Sabtu, 09 Januari 2021 sore hari Masyarakat Indonesia kembali berduka. Kecelakaan pesawat Sriwijaya Air SJ-182 dengan rute penerbangan Jakarta – Pontianak. Pesawat tersebut membawa 62 orang penumpang beserta kru pesawat. Kecelakaan ini menambah daftar kecelakaan pesawat penumpang yang ada di Indonesia. Berikut ini Kecelakaan penerbangan di Indonesia yang menewaskan banyak korban jiwa.

Mandala Air, 1992 (71 tewas).

liputan6.com

Mandala Airlines dengan nomer penerbangan 660 menabrak Bukit Inahau saat hendak mendarat di Bandara Paattimura, Ambon, Maluku. Pesawat ini mengangkut 64 penumpang dan tujuh awak pesawat. Pesawat dengan empat mesin itu mengalami kerusakan akibat dari cuaca yang buruk. Badai yang dasyat, perubahan arah angin dan kesalahan pilot menjadi penyebab kecelakaan tersebut.

Garuda Indonesia, 1997 (222 tewas).

tribunnews.com

Pesawat Garuda GA 152 (Airbus A300-B4) ini mengalami kecelakaan pada tanggal 26 September 1997. Pesawat ini jatuh di Desa Buah Nabar, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Sekitar 32 Km dari bandara, dan 45 Km dari Kota Medan. Insiden kecelakaan ini menewaskan seluruh penumpangnya sebanyak 222 orang.

Kecelakaan disebabkan karena terjadinya miss komunikasi antara pilot dan petugas menara, hingga menyebabkan pesawat salah mengambil arah lalu menabrak tebing gunung, pesawat tersebut langsung meledak dan hancur berkeping-keping.

Silk Air, 1997 (104 tewas).

tribunnews.com

SilkAir 1997 melakukan penerbangan yang ke 185 dengan pesawat Boeing 737-300 rute dari Bandara Soekarno-Hatta Jakarta-Bandara Changi Singapura. Pesawat tersebut mengalami kecelakaan pada 19 Desember 1997 di Sungai Musi, Palembang, Sumatera Selatan. Kecelakaan itu menewaskan semua penumpang yang berjumlah 104 orang (97 penumpang dan 7 awak kabin). Kecelakaan yang terjadi pada Silk Air disebabkan karena sang pilot (Kapten Tsu) yang sengaja melakukan bunuh diri dengan menjatuhkan pesawatnya ke Sungai Musi.

Baca juga  Caleg Artis PDIP di Pemilu Legislatif 2019

Lion Air, 2004 (26 tewas).

kompas.com

Pesawat Lion Air penerbangan 538 PK-LMN, MD-82 rute Jakarta-Solo-Surabaya, tergelincir saat mendarat di Bandara Adisumarmo, Solo, pada tanggal 30 November 2004. Sebanyak 26 orang yang ada dalam pesawat tersebut tewas seketika. Termasuk pilot dan seorang pramugari.

Hujan dan perubahan angin membuat pesawat yang hendak mendarat tersebut akhirnya keluar lintasanan dan tergelincir ke sawah, sampai akhirnya berhenti di area pemakaman penduduk.

Mandala Air, 2005 (100 tewas).

mercyrelief.org

Mandala Airlines penerbangan ke 91 – Boeing 737-200 juga mengalami kecelakaan pada tanggal 5 September 2005. Setelah jatuh di kawasan Padang Bulan, Medan, Sumatera Utara. Pesawat Mandala Air mengalami kecelakaan pada saat sedang lepas landas dari Bandara Polonia Medan. Pesawat tersebut membawa 117 orang (112 penumpang dan 5 awak pesawat). Dari 117, hanya 17 penumpang yang selamat.

Adam Air, 2007 (102 tewas).

matamatanews.com

Pada tanggal 28 Agustus 2007 pesawat Adam Air penerbangan 574 (KI 574, DHI 574) mengalami kecelakaan disekitar Selat Makassar, Insiden tersebut menyebabkan 102 penumpang tewas termasuk awak pesawat. Penyebab kecelakaan menurut Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) adalah cuaca buruk atau kerusakan yang terjadi pada IRS (Sistem Navigasi Inertial). Pesawat jatuh ke laut Selat Makassar menyebabkan seluruh penumpangnya tewas.

Xian MA60 Merpati Nusantara, 2011 (27 tewas).

republika.co.id

Pesawat jenis Xian MA60 milik Merpati Nusantara dengan rute Sorong-Kaimana Papua jatuh di dekat Bandara Utarom pada tanggal 7 Mei 2011. Seluruh penumpang dan kru yang semuanya berjumlah 27 orang tewas seketika.

Sukhoi Superjet 100, 2012 (45 Tewas)

kompas.com

Pesawat Sukhoi Superjet 100 (SSJ-100) mengalami kecelakaan tragis di sekitar Gunung Salak, Sukabumi pada itanggal 9 Mei 2012. Pesawat Sukhoi tersebut pada awalnya sedang melakukan demonstrasi pesawat tipe baru, namun tiba-tiba tanpa sebab yang jelas pesawat tersebut diketahui menabrak tebing batu Gunung Salak dan langsung hancur berkeping-keping. Kecelakaan tersebut menewaskan semua penumpangnya termasuk awak kapal sebanyak 45 orang penumpang.

Baca juga  Ganda Puteri Dapat Emas di Olimpiade Tokyo !

Air Asia, 2014 (162 tewas).

setkab.go.id

Insiden ini terjadi pada tanggal 28 Desember 2014 Airbus A320-200 milik Air Asia QZ8501 dengan rute Surabaya-Singapura mengalami kecelakaan dan jatuh di Selat Karimata, Kalimantan Tengah. Pesawat ini mengangkut 155 penumpang dan 7 orang kru. Dilaporkan bahwa Pesawat QZ8501 kehilangan daya angkat yang pada umumnya disebabkan oleh tingginya hidung pesawat. Hasil akhir investigasi menyatakan bahwa bagian rudder-travel-limiter pada bagian ekor pesawatnya mengalami kerusakan, ditambah dengan miskomunikasi antar pilot dan kopilot hingga akhirnya pesawat terjatuh.

Lion Air, 2018 (188 tewas).

kompas.com

Pada tanggal 29 Oktober 2018, pesawat Lion Air JT 610 rute Jakarta-Pangkal Pinang jatuh di laut perairan Karawang, Jawa Barat. Inseden tersebut mengakibatkan sebanyak 188 penumpang yang terdiri dari 178 penumpang dewasa, 1 penumpang anak-anak, dan 2 bayi, 2 pilot dan 5 kru dinyatakan tewas dalam kecelakaan tersebut.

Sriwijaya Air SJ 182, 2021 (62 Tewas).

katadata.co.id

Insiden pesawat jatuh yang baru saja terjadi ini adalah Sriwijaya Air SJ 182 dengan rute Jakarta – Pontianak. Pesawat ini mengangkut 62 penumpang termasuk kru pesawat dan terdapat 3 orang bayi di dalamnya. Pesawat jatuh dan hancur berkeing-keping di perairan kepulauan seribu, diantara pulau laki dan pulau lancang. Pencarian Black box dan jenazah para korban sedang dilakukan oleh tim gabungan BASARNAS, POLRI, dan TNI. Para relawan dari media juga ikut menyelam ke dasar laut untuk membantu mencarian serta mengangkat puing – puing pesawat yang hancur berkeping-keping.

Story Instagram para penumpang yang vral juga menambah duka bagi pada keluarga korban yang trauma terhadap peristiwa yang terjadi secara mendadak ini. Beberapa puing pesawat sudah diangkat ke permukaan, ditemukan juga barang-barang milik korban dan sedang dilakukan proses identifikasi jenazah. Duka mendalam bagi penerbangan Indonesia ini diharapkan bisa menjadi pelajaran untuk lebih baik dikemudian hari. Serta Turut berduka cita yang sedalam-dalamnya bagi keluarga korban yang ditinggalkan.

Baca juga  Peraturan PPKM Darurat Di Pulau Jawa-Bali.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here