Terakurat.com – Seiring berkembangnya kemajuan Teknologi digital, turut mendorong munculnya berbagai tren Wisata yang cenderung aneh dan tidak biasa. Tren wisata backpacker berflanel dengan menggendong tansel besar yang dahulunya dianggap keren kini sudah dianggap jadul dan tak jaman lagi.

Meski demikian tren wisata yang terkenal saat ini terbilang sangatlah aneh, namun banyak juga peminatnya dan turut mengikuti tren tersebut.

Berikut ini adalah beberapa tren wisata aneh dan tidak biasa di dunia yang dapat membuat salah fokus dan geleng-geleng kepala namun banyak diminati oleh wisatawan.

Wisata Tidur

Rasanya agak terdengar cukup aneh karena biasanya pada saat liburan harusnya melakukan berbagai kegiatan yang seru dan menyenangkan, bukannya tidur atau malas-malasan.

Sleep Retreats di eropa banyak peminatnya lho. Wisata tidur hampir mirip dengan wisata spa, yang tujuannnya lebih spesifik membuat wisatawan merasakan tidur nyenyak dan nyaman.

Wisata Tidur ini hadir untuk memenuhi kebutuhan masyarakat modern yang belakangan ini sulit untuk tidur tenang karena stress dan kekhawatiran yang terlalu berlebihan. Di Indonesia, Bali menjadi salah satu wisata tidur. Mengingat lokasinya yang cukup lumayan jauh dari kebisingan kota besar dan dikelilingi oleh pemandangan tropis yang indah. Serta alamnya yang asri menjadikan Bali sebagai tempat yang cocok untuk dijadikan tempat wisata tidur ini.

Wisata Ganja

Senyawa Psikotropoka adiktif yang di hasilkan oleh ganja dapat memberi efek mabuk ketika di konsumsi dalam jumlah yang banyak. Ganja kerap kali disalah gunakan oleh pihak yang tak bertanggung jawab dan menjadi Narkoba.

Penggunaan ganja untuk non medis sangat tidak dianjurkan dan sangatlah dilarang oleh pemerintah Indonesia. Sedangkan untuk beberapa negara di Eropa seperti Belanda melegalkan konsumsi ganja dalam jumlah yang kecil.

Baca juga  3 Destinasi Wisata Labuan Bajo Yang Spektakuler

Legalisasi ganja mendorong muncul tren wisata ganja di Belanda sejak tahun 1976. Terdapat beberapa kedai kopi di belanda yang menjual ganja dalam jumlah yang kecil untuk kesehatan dan rekreasi saja. Hanya ganja saja, kedai kopi tersebut tidak di perkenankan menyajikan obat-obatan prikotropika lainnya dan pembelinya minimal harus berusia 18 tahun dan tidak dianjurkan untuk usia yang masih kurang dari 18 tahun.

Micro-Cation

Istilah Micro cation muncul sejak tahun 2020, Micro cation adalah salah satu wisata aneh di dunia yang merujuk pada perjalanan wisata yang dilakukan dalam waktu yang singkat dan paling lama selama empat hari.

Tren wisata ini muncul setelah munculnya kebutuhan untuk wisata muncul di tengah padatnya pekerjaan yang menumpuk. Karena hanya short break, maka aktivitasya pun hanyalah sekadar bersantai dan menjauh sejenak dari rutinitas sehari-hari.

Wisata Berburu Hantu

Wisata berburu hantu nampaknya di jepang menjadi sebuah wisata yang baru dan memiliki banyak peminat. Meskipun jepang dikenal sebagai negara yang penduduknya berpikir secara rasional, akan tetapi jepang ternyata memiliki minat yang cukup tinggi terhadap sesuatu yang berhubungan dengan supranatural.

Seperti namanya, Para wisatawan akan diajak menuju beberapa tempat-tempat angker yang berada di Jepang. Beberapa paket wisata berburu hantu yang paling banyak diminati adalah Graveyard Mistery Tour, Demons of The Red Loght Districk, Blood of Samurai, Backstreen Tokyo Ghost Walk dan Goblins of Old Tokyo.

Slow Travel

Slow Travel awal kali diperkenalkan oleh asosiasi biro perjalanan dan operator wisata yang berasal dari Negara Inggris. Tren wisata yang satu ini bertujuan agar para wisatawan lebih menikmati waktu liburannya, baik dari pilihan destinasi atau jadwal kunjungan dibuat sedikit dan lebih santai.

Baca juga  Pesona Madakaripura, Menyihir Wisatawan!

Dengan adanya slow travel ini, antara para wisatawan dan juga masyarakat akan menjadi peningkatan interaksi yang sangat signifikan sehingga secara tak langsung akan memberikan dampak yang positif bagi perekonomian.

Selama ini biro perjalanan maupun operator wisata seringnya menjual produk wisata yang padat atraksi. Wisatawan akan dijejali dengan banyaknya objek wisata yang harus dikunjungi dalam tempo waktu yang cukup singkat.

Hal inilah yang membuat kunjungan wisatawan menjadi sebentar dan tidak memberi waktu bagi wisatawan untuk menikmati perjalanan hingga puas.

Baca juga : Fakta Taman Nasional Baluran yang Harus Kamu Tahu!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here