Peluang Bisnis Investasi Apartemen di Bandung Menggiurkan

Peluang Bisnis Investasi Apartemen di Bandung Menggiurkan

Selain Jakarta, ternyata Bandung menjadi salah kota yang populer dicari oleh pembeli properti. Berdasarkan data dari portal properti Lamudi, Bandung menjadi kota kedua yang paling banyak dicari oleh pencari properti setelah Jakarta.

Setiap bulannya rata-rata ada sekitar 22.267 orang berminat untuk membeli properti di Kota Kembang tersebut. Berbicara mengenai Bandung, tahukah Anda ternyata minat untuk beli atau sewa apartemen di Bandung meningkat setiap tahunnya, contohnya seperti tahun 2017 lalu pencari apartemen di Bandung meningkat sekitar 25% persen jika dibandingkan tahun 2016.

Menurut Mart Polman, Managing Director Lamudi Indonesia, alasan minat pembeli untuk beli ataupun sewa apartemen di Kota Bandung meningkat karena keberadaan lahan tanah di sana semakin berkurang, hal ini pun diperparah dengan semakin mahalnya harga rumah tapak di sana.

Apartemen menurut Mart Polman, kedepannya akan menjadi hunian favorit masyarakat Bandung, karena karakteristik apartemen menawarkan kehidupan yang mudah dan praktis.

“Rata-rata apartemen di Bandung berada di pusat kota sehingga sangat membantu pemiliknya untuk menuju tempat bekerja. Selain itu dengan membeli atau sewa apartemen, penghuni dapat menikmati berbagai fasilitas sehingga sangat cocok untuk mereka masyarakat urban yang ingin hidup praktis dan mewah,” kata Mart.

Meningkatnya pencarian apartemen di Bandung ternyata juga direspons positif oleh banyak pengembang, mereka banyak membangun proyek apartemen di sana dengan beragam fasilitas dan harga. Untuk sekedar catatan harga apartemen di Bandung per meter perseginya mencapai Rp 15 juta per meter persegi.

Peluang Bisnis Investasi Apartemen di Bandung

Salah satu pengembang yang membangun apartemen di Bandung adalah Kagum Land, mereka membangun apartemen Grand Asia Afrika, di Jalan Karapitan Bandung, dari 2.228 unit apartemen yang dijual saat ini sudah ada 1.754 unit yang terjual.

Menariknya, mayoritas atau sekitar 91 persen pembeli apartemen Grand Asia Afrika menggunakan metode pembayaran tunai bertahap, sisanya menggunakan metode pembayaran perbankan atau Kredit Pemilikan Apartemen (KPA).

Dari fenomena tersebut bisa dilihat bahwa pembeli apartemen di Bandung sebenarnya sudah siap secara finansial, sehingga mereka dengan mudahnya dapat memilih metode pembayaran tunai bertahap jika dibandingkan dengan KPA.

Sementara menurut Asep Ahmad Rosidin, Direktur Agent Property Era Parahyangan Realty, kebanyakan pembeli apartemen di Bandung merupakan para investor yang mengincar untuk mendapatkan keuntungan dari hasil sewa.

Faktor maraknya tempat wisata alam dan pusat ritel fashion, menjalin alasan mengapa banyak investor apartemen mengincar Bandung. Tidak hanya itu, banyaknya universitas terkemuka juga dijadikan alasan mengapa kawasan ini begitu prospektif.

Contohnya seperti di kawasan pendidikan Jatinangor, di sana banyak terdapat perguruan tinggi berdiri seperti Universitas Padjadjaran (Unpad), Institut Teknologi Bandung (ITB), Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dan Institut Koperasi Indonesia (IKOPIN).

Area ini terbilang sangat prospektif, karena setiap tahunnya ada sekitar 20.000 mahasiswa baru dan membutuhkan tempat tinggal baru.

Pengembang lainnya yang ikut membangun apartemen sewa atau servis di Bandung adalah Maju Makmur yang membangun Somerset Asia Afrika. Untuk mengembangkan proyek ini, pihak pengembang ikut menggandeng The Ascott Limited, perusahaan properti asal Singapura untuk mengelola apartemen.

Menurut Kenneth Roger, Regional GM Indonesia dan Australia The Ascott Limited, pasar sewa apartemen di Bandung terbilang menarik, karena berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2017 tingkat hunian kamar hotel atau sewa di Jabar naik 57 persen jika dibandingkan dengan tahun 2016.

Kenneth menuturkan, pasar Bandung dan Jawa Barat (Jabar) terbilang menarik. Karena, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) 2017, tingkat penghunian kamar (TPK) hotel di Jabar naik 57 persen dibanding tahun sebelumnya. Kenaikan ini menempatkan Bandung sebagai salah satu lokasi dengan pertumbuhan kunjungan wisatawan terbesar di Indonesia tahun lalu.

 

Terakurat

Recent Posts

Tugas Warehouse di Perusahaan Logistik dan Manufaktur

terakurat - Pernahkah kamu membayangkan bagaimana barang-barang yang kamu pesan online bisa sampai dengan cepat…

1 month ago

Biaya Demurrage Adalah Apa? Begini Cara Menghitungnya

terakurat - Pernah nggak sih kamu merasa kaget saat tagihan kontainer datang dan angkanya jauh…

1 month ago

Mengenal Perusahaan Karoseri dan Perannya dalam Industri Kendaraan

terakurat - Pernahkah kamu melihat truk atau bus yang bentuknya unik, beda dari yang biasanya…

1 month ago

Apa Arti EXIM dalam Dunia Kerja dan Bisnis?

terakurat - Pernah dengar istilah exim adalah tapi masih bingung maksudnya apa? Banyak orang mengira…

1 month ago

Masalah Operasional yang Sering Terjadi di Gudang

terakurat - Pernahkah kamu merasa frustasi karena tiba-tiba stok barang di gudang tidak sesuai dengan…

1 month ago

Produksi Baju Sendiri untuk Dijual, Mulai dari Mana?

terakurat - Kamu pernah nggak sih berdiri di depan lemari, menatap tumpukan baju, tapi tetap…

1 month ago