Terakurat – Warm Boot dan Soft Boot – Ketika kita menyalakan sebuah komputer, laptop atau smartphone pastinya akan selalu terlihat logo dari suatu brand produk tersebut atau muncul logo sistem operasi yang kita gunakan. Mungkin buat kamu yang tidak terlalu memahami dunia komputer akan mengiram bahwa hal yang dimaksud dari proses tersebut hanyalah menunjukan brand produk tersebut saja.

Akan tetapi, Tahukah kamu jika proses tersebut dinamakan booting?

Dalam sebuah komputer, laptop, atau smarphone akan selalu menampilkan proses booting sebelum memulai untuk menjelajahi isi di dalam perangkat tersebut. Fungsi booting ini adalah sebagai mempersiapkan semua komponen-komponen perangkat agar dapat digunakan sebagaimana mestinya. Ketika sedang booting, maka komponen lainnya akan dibangunkan oleh prosesor dan bersiap-siap untuk bekerja.

Didalam proses booting sendiri terdapat dua jenis booting komputer yang selama ini banyak dipakai, pertama adalah Warm Boot dan Soft Boot.

Buat kamu yang ingin mengetahui lebih dalam lagi tentang komputer, maka istilah ini perlu untuk diketahui. Pastinya, kamu penasaran apa itu Warm Boot dan Soft Boot bukan? Nah untuk mengetahui perbedaannya maka simak ulasanya berikut ini.

Perbedaan Warm Boot dan Soft Boot

Perbedaan Warm Boot dan Soft Boot

Sisi Pengertian

Hal pertama adalah dari sisi pengertian. Untuk Warm Booting secara definisi luasnya adalah menghidupkan sebuah komputer, laptop atau smartphone dalam keadaan hidup.

Arti Warm sendiri memang lebih ke panas atau hangat, akan tetapi maksud warm disini adalah mengacu kepada komponen-komponen perangkat yang dalam keadaan menyala atau hidup.

Sementara itu, Soft Boot secara definisi luasnya adalah sebuah proses menghidupkan perangkat, namun dalam keadaan mati. Arti dari Soft sendiri memang halus atau lembut. Akantetapi, jika konteksnya berhubungan dengan komponen perangkat, maka lebih dimaksudkan untuk komponen-komponen yang dalam keadaan mati atau tidak dialiri listrik.

Baca juga  Rekomendasi Aplikasi Pemutar Video Terbaik untuk Laptop

Proses Booting

Untuk hal ini, baik Warm Boot maupun Soft Boot memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Perbedaannya adalah Warm Boot tidak melibatkan tombol power. Proses booting bisa terjadi di dalam sistem itu sendiri atau menggunakan tombol lainnya seperti menggunakan tombol reset.

Dengan menggunakan cara seperti ini, maka boot dapat dilakukan tanpa harus menggunakan tombol daya.

Sedangkan Soft Boot, proses ini terjadi karena adanya penekanan pada tombol power yang terdapat pada CPU komponen perangkat. Tombol yang ditekan bisa sekali saja atau juga ditahan selama beberapa detik saja hingga layar menyala.

Fungsi

Tentunya, baik Warm Boot maupun Soft Boot memiliki fungsinya masing-masing didalam suatu perangkat. Fungsi dari Warm Boot akan sangat terasa ketika perangkat mengalami hank, error atau masalah lainnya. Dengan begitu, maka sistem komputer dapat diulang kembali ke awal, sehingga perangkat dapat digunakan secara normal.

Sedangkan fungsi pada Soft Boot, frekuensi pemakaiannya sering digunakan oleh pengguna ketika sebuah perangkat akan dihidupkan. Hal ini disebabkan untuk menghidupkan sebauh perangkat dan dibutuhkan tombol power pada perangkatnya. Tanpa adanya tombol power, maka semua perangkat pada komputer tidak dapat dinyalakan.

Aliran Listrik

Jika dilihat dari sisi aliran listrik yang dilalui, baik itu Warm Boot maupun Soft Boot memiliki perbedaan. Pada Warm Boot, baik booting awal maupun akhir, semua komponennya seolah-olah mati. Padahal kenyataannya, komponen-komponen tersebut masih berjalan sebagaimana mestinya.

Maka dari itu, jika kita mencabut aliran listrik pada perangkat tersebut, janganlah dilakukan secara tiba-tiba. Pasalnya, hal tersebut justru akan merusak berbagai komponen di dalamnya.

Sedangkan pada Soft Boot, baik dilakukan booting pada awal dan akhir, semua komponen di dalamnya akan dimatikan. Meskipun aliran listrik masih mengalir pada berbagai perangkat. Akan tetapi, mesinya sendiri dalam keadaan mati.

Baca juga  Rekomendasi Aplikasi Partisi Hardisk Terbaik yang Patut Kamu Coba!

Maka dari itu, ketika proses booting selesai, kita dapat mencabut aliran listriknya saat perangkat pada komputer, laptop maupun smartphone telah dimatikan.

Baik Warm Boot ataupun Soft Boot keduanya sangatlah penting dalam suatu perangkat. Jika terjadi masalah seperti perangkat tidak mau booting, maka kamu harus mencari tahu penyebabnya atau apa yang menyebabkan perangkat tersebut tidak bisa booting.

Selain itu, kamu juga harus memahami cara mengatasi perangkat yang tidak bisa booting atau perangkat yang tidak dapat booting dengan baik. Jika kamu tidak bisa melakukannya, maka sebaiknya dibawa ke tempat service kepercayaanmu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here