terakurat.comrekomendasi-film-Film ‘Laila Majnun’ ini akan digarap oleh Montitiwa. Sedangkan untuk pemeran utama pria yang menjadi Qais diperankan oleh Reza Rahardian. Sementara yang memerankan Laila adalah aktris cantik, Acha Septriasa.

Kisah film ini diawali dengan cerita Laila, gadis cerdas berjilbab yang mengajar di sebuah pondok pesantren di Jawa. Laila sudah bertunangan dengan laki-laki yang sedang menyelesaikan pendidikannya di Amerika. Suatu ketika, Laila datang ke Baku, Azerbaijan atas undangan dari pihak KBRI. Di sinilah Laila berkenalan dengan Qays. Kisah cinta kedua anak manusia ini bermula dan penuh romantika.

chandparwez/instagram.com

Kisah Cinta Menyedihkan “Laila Majnun” Dalam Novel.

Ada sebuah kisah legenda dari tanah Arab yang begitu mahsyur hingga dikisahkan secara turun-temurun dan telah dialihbahasakan ke dalam berbagai bahasa lainnya. Kisah ini bernama Laila dan Majnun, sepasang kekasih penjalin kisah cinta abadi yang berakhir tragis. Kisah ini sebetulnya sudah dikenal di Persia (nama lawas Iran) pada abad ke-9.

Namun, kisah cinta ini baru populer setelah dirangkai indah oleh seorang pujangga yang sama-sama asal Persia di abad ke-12 bernama Nizami Ganjavi. Oleh karena itu, terdapat berbagai versi yang ditulis ulang oleh para penulis lainnya. Salah satu versi dari kisah mengharukan ini dapat kamu simak sebagai berikut.

Sepasang kekasih yang bertemu.

Ada seorang lelaki muda bernama Qays. Ia bukan siapa-siapa. Bukan lelaki kaya lagi berasal dari keluarga terhormat. Suatu hari, ketika sedang mengenyam pendidikan di suatu sekolah agama, ia bertemu seorang gadis bernama Laila. Dan pada detik itu juga, ia jatuh cinta pada gadis tersebut.

Sebagai bentuk rasa cintanya, Qays tak dapat mepersembahkan apapun selain puisi-puisi indah. Gayung bersambut, Laila yang terkagum pada puisi Qays, menaruh perasaan yang sama terhadapnya. Qays yang tergila-gila pada Laila terus-menerus menulis puisi yang memuji dan mengagungkan sosok menawan gadis tersebut. Ia tak segan membacakan puisi tersebut di sudut-sudut jalan. Tak peduli pada orang lain yang mengacuhkannya. Namun, tidak seperti saat ini, pada zaman dahulu, cinta mengenal sekat.

Orang Tua Laila Tidak merestui Cinta Mereka.

bombastis.com

Laila adalah seorang gadis cantik yang terlahir dari keluarga terpandang. Sebagai putri dari seorang kaya raya, tentu Laila diharapkan dapat dipersunting oleh lelaki dengan kedudukan setara sehingga ia bisa hidup dalam gelimangan harta dan kekayaan.

Baca juga  Marc Webb Siap Sutradarai 'Live-Action Snow White' !

Namun, cinta yang dimiliki Laila adalah cinta suci yang hanya akan ia persembahkan kepada lelaki yang sungguh-sungguh ia cintai. Dan ia telah menemukan sosok tersebut dalam diri Qays. Begitu usia mereka sudah matang, Qays, yang dijuluki Majnun atau “gila” oleh orang-orang lantaran ketergila-gilaannya terhadap Laila memberanikan diri untuk meminta restu ayah Laila.

Hasilnya sudah dapat ditebak, ayah Laila menolak mentah-mentah. Ayahnya beralasan bahwa jika pernikahan itu terjadi, kehormatan keluarganya akan tercoreng. Majnun yang terkejut mendengarnya, tak kuasa menahan kesedihan. Majnun yang tengah putus asa kemudian meninggalkan rumah dan keluarganya.

Ia memutuskan untuk tinggal di padang belantara yang dipenuhi hewan-hewan buas. Di sanalah ia menjalani hidup pengasingan dan kesendirian. Dalam keterpurukannya, ia tak henti-hentinya menulis puisi yang berkisah tentang kekasih pujaannya tersebut.

Laila Dipaksa Menikah Dengan Pria Lain.

paragram.id

Di sisi lain, Laila dipaksa oleh orang tuanya untuk menikahi pria lain. Pria itu bernama Ibnu Salam yang datang langsung melamar Laila. Meski hatinya menolak, namun Laila terpaksa mengiyakan karena tak tega membawa aib bagi keluarganya.

Sepanjang hidupnya, Ibnu Salam tak pernah sekalipun berhasil menyentuh Laila. Apalagi menjamah kesucian Laila. Meski tetap menjalani peran sebagai istri yang baik dan patuh terhadap suaminya, wanita tersebut tak pernah sekalipun merelakan tubuhnya kepada pria tersebut.

Berita menyakitkan ini lambat laun sampai juga ke telingan Qays si Majnun. Sudah barang tentu hatinya semakin tersayat mendengar kebar ini. Sejak saat itu ia memutuskan untuk menjauh dari peradaban dan menghabiskan sisa waktunya sendirian di pedalaman hutan.

Hari-harinya hanya ditemani oleh hewan-hewan liar yang secara ajaib kerap berkumpul di dekatnya, khususnya manakala cuaca sedang sangat tak bersahabat. Beberapa pelancong dari negeri sebrang pernah melihat dirinya ketika mereka tengah bepergian dari dan ke dalam kota. Ketika menulis puisi, Majnun hanya bersenjatakan dahan kayu dan menulisnya di atas pasir.

Orang Tua Majnun Meninggal.

Bertahun-tahun kemudian, kedua orang tua Majnun meninggal. Mengetahui hal ini, Laila berniat mengirimkan kabar tersebut kepada Majnun. Ia menemukan seorang pria tua yang mengklaim sering melihat Majnun di gurun pasir. Melihat Laila memohon sesenggukan, pak tua akhirnya menyetujui permintaan Laila.

Baca juga  10 Lagu Barat Terbaik dan Terpopuler Hingga 2019

Suatu hari, ketika pria tua tersebut kembali menemukan Majnun, ia pun memberitahukan kabar duka ini. Tersiksa, terpuruk dan menyesal mendengar kabar kepergian orang tuanya, Majnun kemudian bersumpah untuk menghabiskan seluruh sisa hidupnya di padang gurun ini.

Beberapa tahun setelahnya, suami Laila meninggal. Meski tengah dirundung duka, wanita tersebut tetap berharap ia dapat berjumpa dan bersatu dengan cinta sejatinya, selamanya. Sayang, takdir tak berkata demikian.

Kisah Cinta Tragis Yang Tidak Bisa Bersama.

Dalam tradisi sukunya, Laila diwajibkan untuk berkabung atas kepergian suaminya selama dua tahun penuh tanpa menemui orang lain sekalipun. Mengetahui hal tersebut, Laila menangis. Ia tak terima jika harus menunggu dua tahun lagi lamanya untuk dapat bertemu dengan sang pujaan hatinya. Ia sudah sangat tersiksa setelah harus dipisahkan bertahun-tahun lamanya.

Laila pun menyerah pada kehidupan. Ia meninggal akibat sakit hati yang tak tersembuhkan, sendirian di masa perkabungan tanpa mampu menemui Majnun yang ia cintai. Kabar kematian Laila pada akhirnya sampai juga terdengar oleh Majnun. Sesaat setelah mendengar kabar tersebut, ia langsung pergi menuju tempat dimana Laila dikuburkan.

Di sana ia habiskan waktunya dengan menyesal dan menangisi Laila, sosok pujaan yang harus ia relakan pergi untuk selama-lamanya. Ia pun meninggal dunia dengan damai dan jasadnya tergeletak tepat di pinggir makam Laila. Ketika kerabat Laila datang untuk berziarah ke makam Laila, mereka mengetahui bahwa sosok di sampingnya adalah Qays yang dulu dicintai oleh Laila. Qays si Majnun pun dikubur di samping Laila. Konon, ruh mereka bersatu dalam dunia yang abadi.

Begitulah, kisah cinta Laila dan Majnun yang harus berakhir tragis dan memilukan. Namun, kisah perjuangan mereka dalam menjaga kesucian cinta bagi satu sama lain akan terus abadi dan selalu dikenang terutama oleh insan-insan manusia yang mencari cinta suci dari kekasih sejati.

Tokoh dalam cerita “Layla Majnun.

  • Utama : Layla dan Qays (majnun).
  • Kedua : Naufal,ibnu salam.
  • Ketiga / Tokoh Pembantu : syed Omri,ayah layla,ishaq dan zayd.
  • Piguran : ibu Qays atau majnun,warga.

Utama.

Layla

Disini digambarkan sebagai gadis yang cantik yang sabar dan penurut, akan tetapi ia lemah sehingga ia tidak mempunyai kekuatan untuk menolak perintah ayahnya. Layla yang sabar menunggu kekasihnya sampai ia terkubur oleh tanah dengan batu nisan”.

Baca juga  Live-Action 'Dumbo' Akan Hadir Menguras Air Mata !

Tokoh Qays (Majnun).

Memiliki sifat yang mudah putus asa dengan dikisahkan bagaimana perilaku Majnun setelah ia pisah dengan Layla. Majnun yang hidup dengan keputusasahan dan penderitaan hanya karena cintanya pada Layla. Perilaku Majnun yang dianggap banyak orang bahwa ia gila sehingga ia dijuluki Majnun.

Kedua.

Tokoh Nufal.

Seorang penggembara yang terkenal yang memiliki sifat pemberani, bersahabat, baik, dan jujur. Hal itu bisa dilihat ketika Naufal menolong Majnun, dan Naufal rela menukarkan nyawanya dan berperang melawan kabilah Qhatibiah asal keluarga Layla menyetujui Qays untuk meminang Layla meskipun Naufal gagal karena ia tidak tega dengan ayahnya Layla.

Tokoh Ibnu Salam (suami Layla).

Ibnu Salam yang sabar menunggu sampai Layla bisa mencintai sepenuh hatinya sampai Ibnu Salam wafat karena rasa sakit dalam hati yang diderita karena cintanya pada Layla”.

Ketiga/Pembantu.

Tokoh seyh Omri ayah dari Majnun.

Memiliki sifat bijaksana dan baik dengan kekayaannya yang berlimpah akan tetapi ia tidak begitu mengenal apa itu cinta sebenarnya, ia lebih membangga-banggakan kekayaannya yang berlimpah. Yang dalam kisah ia datang meminang Layla untuk Qays dengan membawa emas yang belimpah. Ia mengira dengan emas ia bisa membawa Layla untuk anaknya yang gila karena cinta.

Tokoh ayah Layla.

Memiliki sifat yang tegas dan sangat mempunyai pendirian, dan sangat menjaga harga diri dari bani Qhatibiah, hal itu bisa dilihat ketika ayah Layla menjauhkan Layla dari Qays dan ia tidak sudi menikahkan puterinya yang cantik jelita dengan orang gila, ia tidak mau mencoreng nama baik Bani Qhatibiah.

Tokoh Iskhaq dan Zayd.

Seseorang yang mempunyai sifat fathonah yaitu seseorang yang dapat dipercaya. Mereka berdua yaitu seseorang yang pernah disuruh Layla untuk menyampaikan pesan Layla pada Majnun.

Piguran.

Ibu Qays atau Majnun.

Memiliki sifat penyayang,penyabar,selalu menuruti kemauan anaknya demi kebahagian anaknya Qays/ Majnun tetapi anaknya tidak pernah menuruti kemauannya hingga ajalnya menjemput.

Tokoh masyarakat.

Memiliki sifat tidak perduli dengan keadaan sekitar dan lain sebagainya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here