Pergerakan Gender, Melalui Tarian Lengger

rianto

Rianto Manali adalah seorang penari lengger asal Banyumas yang kisah hidupnya diangkat kedalam sebuah film panjang berjudul Kucumbu Tubuh Indahku. Film yang belum tayang di Indonesia ini justru sudah mendunia. Pemutaran perdananya dilakukan di Venice, Italia.  Kucumbu Tubuh indahku atau  Memories of My Body ini juga telah banyak membawa pulang penghargaan Festival Film International.

Salah satu tarian dari Banyumas yang di pentaskannya adalah Lengger Lanang. Rianto pernah menjadi penari International Dance Day di Solo, melakukan tarian selama 24 jam. Ia juga tercatat sebagai penari di Akram Khan Company, Inggris. Dua karyanya Soft Machine dan Medium paling banyak menyita perhatian. Medium akan dipentaskan di Esplanade Theatre Studio dalam Da:ns festival 2018 di Singapura.

Tidak hanya itu, Rianto juga pernah menampilkan tariannya di panggung penyambutan Presiden Amerika Serikat Barack Obama di Capital hill. Dalam tariannya Rianto ingin menyampaikan pesan Damai untuk dunia agar dapat hidup dalam harmoni. Hingga tidak terjadi lagi perang seperti Irak dan Afganistan.

Karya Work in Progres Rianto adalah Hijrah yang di pentaskan pada tanggal 25 May 2018 lalu di ArtJog, Jogja National Museum. Menginterpretasikan soal gender, Rianto menggambarkan kegelisahan konsepsi tentang perjalanan tubuh seorang penari lengger pria yang berpindah.

Rianto Manali, lahir pada tanggal 7 September 1981 di Kaliori, Banyumas, Jawa Tengah. Kegemarannya sejak kecil adalah menari dan bermain bersama anak perempuan sehingga teman laki-laki menyebutnya “ Banci “, hal tersebut menimbulkan konflik bantin bagi Rianto yang mulai menari sejak usia 7-14 tahun.

Mengambil jurusan seni tari di salah satu SMK di Banyumas, membuatnya bertahan selama tiga tahun menjadi satu-satunya siswa yang berjenis kelamin laki-laki di kelas.

Ia benar-benar menekuni dunia tari pada usia 15 tahun. Mulai menampilkan tariannya dari panggung ke panggung di desanya hingga mementaskan tariannya keliling dunia. Banyak penghargaan yang di raih oleh Rianto, hingga mendirikan komunitas tari di Jepang.

Rianto

Berikut Prestasi yang Telah Diraih Rianto Manali :

2012

  • Demonstration “Creative Asian Contemporary dance based on Traditional and Spiritual” at CARE of Singapore and NAFA dance Academy, and collaboration with sari sari kulintang ensemble in Asian Civilization museum of Singapore.
  • Work “ To Belong” with Akiko Kitamura perform at Salihara Teatre Jakarta,Indonesia.
  • Work “ Victims of the full moon “ participated at International SHARING ART OCEAN MOUNTAIN vicinity of BOROBUDUR TEMPLE Magelang, Central Java, Indonesia .
  • Project Asian Tour in work in progress “ To Belong ” with Akiko Kitamura at Morishita Studio,Tokyo Japan.
  • Choreographer ‘victim of the full moon” at festival srawung seni candi sukuh in Sukuh tample of karanganyar-Indonesia.
Baca juga  Didik Nini Thowok, Maestro Dua Wajah.

2011

  • Choreographer “Martial Arts” at Dhauli – Kalinga Mahotsav in Bhubaneswar-Orissa ,India
  • Spiritual Dance Of Asia “Ritual Lengger Sintren” in Nagoya
  • Leader of Indonesia Friendship Culture in Banyumsa and Solo city Indonesia.
  • work at Indonesian Them Park,Trans Studio Bandung ( TSB ) as Trainner choreographer
  • work at Lanjong Arts Festival in East Kalimantan Indonesia.

2010

  • Choreographer “Shadowing the Body”at Male Matters and NARTAK DANCE FESTIVAL in Chennai, India.
  • Leader of “Indonesian Friendship Culture 2010” Indonesia tour’s.
  • Choreographer “Pintu Amaterasu & Hallucination”at theatre studio 2 KLPAC Malaysia.
  • Choreographer and Dancer “Hallucination”at TPAM Showcase, Japan.

2009

  • Artist in Recidence ,Nottle Teater ,Hooyongri Performing Arts Center-Korea
  • dancer, ‘ Galibaba`s strange world ‘ Work with Pappatarahumara dance theatre,Japan.
  • Choreographer & dancer “Ritual Lengger Sintren” at Spiral hall Tokyo,Japan.
  • Collaboration “New moon” with Mr.Suzuki actor noh theatre japan,
  • Dancer ‘Song of body’ , in Salihara Jakarta,by Danang Pamungkas.
  • Choreographer and dancer “New Spirit of Indonesia” on Gala Innauguration of Obama in Washington DC.USA.

2008

  • Workshop & Collaboration with South-East Asian Arts by Nusantara for Postgraduate at Royal Northern Collage of Music Nottingham,UK.
  • Choreographer ‘Pintu Amaterasu’ at Cak Durasim Festival in Surabaya,Indonesia.
  • Choreographer ‘Rousoku’ on Emerging Choreographer at Indonesia Dance Festival, Jakarta.
  • Gulliver and Swift collaboration with Pappatarahumara dance theatre,Japan.
  • Choreographer ‘Pintu Amaterasu’ at Pastakom ( Contemporary Dance Market ) Riau-Indonesia.
  • Choreographer ‘Healing’ and ‘ pintu Amaterasu’ in Arts Centre of Central Java, Indonesia.

2007

  • Demonstration “ Javanese Traditional Dance “ for Postgraduate at Seijo University of Tokyo.
  • Monteverdi’s The Coronation Of Popea Director by Chen Shi Zheng with English National Opera in London Collesium.
  • Choreographer ‘Rousoku’ at World Dance Alliance Asia-Pasific Singapore.
  • Choreographer- Pintu Amaterasu at Sketsa Tari bulan Ganjil in Arena Theatre Arts Centre of Central Java, and  Utan Kayu Theatre in Jakarta
  • “Infinita ” Collaboration with Sen Hea Ha and TBS Dance Theatre Studio in Europe( toured in Holland,Belgium and Austria)
Baca juga  10 Lagu Barat Terbaik dan Terpopuler Hingga 2019

2006-now

  • Founder & Teacher at Dewandaru Dance Company Tokyo, Japan.
  • “ Monteverdi’s Orfeo “ choreographed by Chen Shi Zheng in Shubert Theatre Boston.
  • “ infinita ” TBS dance theatre Studio at Concert Gebouw in Brugge Belgium.
  • “ A Prayer For Refuge “ work Sen Hea Ha in Utan Kayu Theatre Jakarta.
  • “ Infinita and Bebrayan “ in collaboration with Sen Hea Ha,Indonesia Gedung Kesenian Jakarta,Indonesia.
  • “ Lenggeran “ at International Youth Conference, Indonesia, Choreographer ‘Blue Moon’ collaboration project suara in Uplink Factory Tokyo, Javanese Traditional Dance Performance at Asia & Iwate Genki Festa, Iwateken , Japan.

2003 – 2005

  • Workshop Instructor- Javanese traditional dance in several studio(Amrita Studio,Chika Dance Studio,Sport craff Dance,etc Tokyo.
  • Instructor Voca Erudita Choire’s Sebelas Maret University Surakarta.
  • Klono mask dance at South Asian dance performance Univercity of Shobi Tokyo-Japan.
  • ” Wahyu “ in collaboration with Sen Hea Ha at Ujiengbu Music Theatre Festival and at MODAFE in Korea and Singapore Art Mart.
  • Choreographer- Misteri lengger Banjarwaru at regional art mission in TMII,Jakarta.
  • Kontrang Kantring Kubur collaboration with artist at the Yogyakarta Art Festival.

 

Dewandaru Dance Company ( DDC )

rianto

 

Saat Rianto menetap di jepang, ia mendirikan Dewandaru Dance Company ( DDC ) di Tokyo. lembaga ini mengajarkan tari tradisional Jawa di Jepang dan mengembangkannya dalam lingkungan yang berbeda bersama istrinya Miray Kawashima.

Miray adalah salah seorang penari asli jepang yang menari tarian lengger Banyumas. Ia mulai mengenal tarian lengger sejak dirinya kuliah di Institut Seni Indonesia ( ISI ), Solo pada tahun 2001. kemudian ia menikah dengan Rianto pada tahun 2003. Miray belajar tarian lengger selama 17 tahun, ia mengaku sangat menyukai tarian lengger karena gerakannya yang lincah, dinamis, dan agak sedikit erotis.

Baca juga  Kucumbu Tubuh Indahku, Kalahkan 70 Negara.

Seni tari lengger atau lenggeran merupakan kesenian Banyumasan yang sudah cukup tua, dan sudah ada pada masa penjajahan kolonial Belanda. Kata lengger sendiri merupakan Jarwo Dhosok bahasa Jawa yang berasal dari kata Diarani Leng Jebule Lengger (dikira babon/ayam betina ternyata jengger/ayam jantan) yang berarti dikira wanita ternyata pria, karena dalam penampilannya biasanya pria yang berdandan ala wanita.

Namun seiring perkembangannya, berangsur-angsur tarian lengger ini ditarikan oleh para wanita dengan istilah Ronggeng yang berasal dari kata Ronging Ketunggeng. Rong yang berarti gua atau lubang dan Ketunggeng yang menggambarkan binatang yang suka menyengat.

 

Kisah Hidup yang Diangkat Jadi Film.

 

rianto

 

Kisah hidup Rianto yang ditinggal ayahnya sejak kecil dan melawan diskriminasi dalam kelompok tarinya menginspirasi seorang Garin Nugroho untuk mengangkat kisah penari lengger ini menjadi sebuah film panjang. Film tersebut di putar perdana di Venice, Italia. Sebelum masuk di bioskop tanah air, film yang berjudul Kucumbu Tubuh Indahku ini banyak mendapat penghargaan dalam Festival Film International. diantaranya :

  • Culture Diversity Award Under the Patronage of UNESCO pada Asia Pacific Screen Award ke-12 di Brisbane, Australia tahun 2018.
  • Bisato D’Oro Award lewat Venice Indipendent Film Critic di Italia tahun 2018.
  • Best Film Festival Des 3 Continets di Prancis tahun 2018.

 

Baca juga : Kucumbu Tubuh Indahku , Kalahkan 70 Negara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *