terakurat.comwabah-penyakit– Wabah ppenyakit virus corona (coronavirus) tengah menjadi perhatian dunia. Bermula di kota Wuhan, China, virus jenis baru tersebut dikabarkan sudah terdeteksi hingga Amerika Serikat. Virus ini diketahui mewabah di Wuhan sejak Desember 2019, kemudian pada awal Januari 2020, Organisasi Kesehatan Dunia WHO mengidentifikasi virus asal China tersebut sebagai novel coronavirus (2019-nCoV).

Otoritas kesehatan China menyebut virus tersebut dapat menular dari manusia ke manusia. Wabah penyakit itu dapat menyebabkan pneumonia atau radang paru-paru.

Selain virus Corona, berikut beberapa virus yang sempat menggemparkan dunia:

1. Flu Babi.

Virus flu babi ditemukan di Meksiko, AS, Selandia Baru, Israel, dan Perancis. Lalu pada 26 April 2009, Asia memasuki siaga satu flu babi. Beberapa langkah diambil pemerintah untuk menangani wabah penyakit ini. Jepang memperketat pemeriksaan penumpang dari Meksiko yang turun di bandara internasional.

Petugas karantina juga giat membagikan masker penutup hidung dan mulut sekaligus memakai teknologi kamera pemindai panas tubuh terhadap para penumpang untuk memastikan adanya gejala-gejala flu atau demam. Korea Selatan, China, dan Taiwan juga melakukan kebijakan yang sama.

Selain itu pemerintah Korea Selatan memberlakukan karantina untuk daging babi impor dari Meksiko dan AS untuk menjaga penyebaran wabah penyakit mematikan ini. Pemerintah Rusia bahkan melarang impor daging dari Meksiko, beberapa negara bagian AS, dan sembilan negara Amerika Latin.

Organisasi Kesehatan Dunia WHO menyatakan pandemi influenza A-H1N1 bergerak ke seluruh penjuru dunia dengan kecepatan luar biasa atau di luar perkiraan. Flu babi juga masuk ke Indonesia melalui wisatawan yang pergi ke daerah-daerah terjangkit wabah penyakit tersebut.

2. Cacar Monyet.

Singapura pertama kali melaporkan kasus cacar monyet (monkeypox) pada 9 Mei 2019. Penyakit itu dibawa seorang pria (38) dari Nigeria. Gejala yang dialami pria itu adalah demam, benjolan di kulit, nyeri otot, dan kedinginan. Wabah penyakit ini endemis di Afrika Tengah dan Barat.

Setidaknya ada 23 orang yang melakukan kontak dengan pria itu. Mereka yang berada di Singapura akan dikarantina selama 21 hari. kasus cacar monyet pertama kali dilaporkan pada 1970 di Republik Demokratik Kongo.

Baca juga  Apa itu Obat Ambroxol - Manfaat , Dosis, Efek Samping

Tahun 2003 kasus itu dilaporkan di Amerika Serikat akibat manusia kontak dengan “praire dog” atau hewan pengerat pemakan rumput yang terinfeksi tikus Afrika. Wabah penyakit ini disebut cacar monyet karena penularan dari monyet, tikus gambia, dan tupai.

3. Flu Burung.

Wabah penyakit flu burung pertama kali ditemukan di Italia pada 1878. Tetapi baru dikenali dalam wabah besar yang melanda peternakan ayam di Amerika Serikat (AS) pada 1924-1925. Saat itu flu burung masih menular di antara unggas dan belum terjadi penularan ke hewan lain.

Pada Maret 1997, flu burung dari subtipe H5N1 mulai menjangkiti peternakan ayam di Hongkong. Dua bulan kemudian, flu itu menular ke seorang anak laki-laki berusia tiga tahun. Saat itu obatnya belum ditemukan, sehingga anak tersebut meninggal.

Selanjutnya, 17 orang terjangkit virus yang sama di Hongkong pada Desember 1997. Lalu pemerintah mulai membinasakan 1,5 juta ayam. Virus itu membuat 17 orang yang terjangkit wabah penyakit flu burung menderita komplikasi berat, seperti pneumonia dan radang selaput otak.

Lima di antaranya akhirnya meninggal sehingga total korban meninggal mencapai enam orang. Pada Februari 2003, virus H5N1 (flu burung) kembali menyerang Hongkong dan menulari dua orang. Salah satu korban kemudian meninggal karena wabah penyakit ini.

4. MERS.

MERS-CoV pertama kali diidentifikasi pada tahun 2012. Wabah penyakit ini menyebabkan penyakit pernapasan, yang disebut Middle East respiratory syndrome (MERS). Gejalanya meliputi demam, sesak napas, dan pneumonia. Virus tersebut juga menyebar ke manusia dari unta yang terinfeksi.

Pada tahun 2017 terjadi beberapa wabah MERS-Cov sekitar 224 kasus dan 67 kematian. Mayoritas kasus ini dilaporkan di Arab Saudi. Ada juga kasus di Uni Emirat Arab, Oman, Qatar, dan Lebanon. Sebagian besar wabah terjadi di lokasi yang kebersihannya buruk.

5. SARS.

SARS atau severe acute respiratory syndrome merupakan sindrom pernapasan akut parah. penyebaran virus tersebut sempat memicu kepanikan di mana-mana. Akibatnya, banyak orang membatalkan kunjungan ke negara-negara yang disebutkan terjangkit penyakit tersebut.

Baca juga  Manfaat Anggur Untuk Kesehatan

Beberapa daerah yang sudah terjangkit saat itu menurut catatan WHO adalah Beijing, Guangdong, Shanxi, dan Hongkong (Cina), Taipei (Taiwan), Hanoi (Vietnam), Toronto (Kanada), dan Singapura. Dikutip dari Harian Kompas, 3 Januari 2004, kasus pertama SARS di dunia tercatat di Guangdong pada November 2002.

Penyakit mirip flu itu menewaskan 349 orang di daratan Cina dan sejumlah 774 orang di seluruh dunia. Lebih dari 8.000 orang terinfeksi. Gejalan SARS dimulai dari demam, suhu badan mencapai 38 derajat Celsius, batuk-batuk kering, sesak napas, dan pernah kontak dengan penderita dari negara yang ada kasus SARS.

6. Ebola.

Ebola adalah parasit paling berbahaya dan bersifat menular. Jika tertular, maka 90 persen dipastikan akan membawa kematian. Virus ini salah satu virus yang paling mematikan dan dapat membunuh korbannya dalam hitungan hari.

Ebola adalah salah satu dari beberapa virus penyebab demam berdarah. Gejala yang umum adalah ialah demam, diare, muntah, dan pendarahan. Diberitakan Harian Kompas, 3 Juli 2014, virus ebola menyerang negara-negara di Afrika Barat. Mulai merebak sejak Januari 2014.

Namun WHO menyebutkan virus ebola pertama kali teridentifikasi pada 1976 di Republik Demokratik Kongo, kemudian Zaire. Setelah 6 bulan berlalu dari Januari 2014, 500 orang dilaporkan tewas. Jumlah korban terus melonjak setelahnya.

Penyakit Ebola menewaskan lebih dari 11.000 orang di seluruh Afrika Barat setelah muncul di Guinea bagian selatan pada Desember 2013. WHO pada 14 Januari 2016 mengumumkan wabah ebola yang melanda Afrika Barat selama dua tahun telah lewat. Hal ini setelah Liberia, negara terakhir yang terkena, dinyatakan bersih.

7. Virus CORONA.

Virus ini viral sejak awal Januari 2020. Yang ditimbulkan berupa penyakit pernapasan yang mirip dengan SARS. Menyerang organ tubuh Paru-paru. Gejalanya seperti sakit flu dan menular dari orang yang satu ke orang lainnya.

CORONA pertama kali ditemukan di Wuhan, China. Lalu menyebar ke Hongkong dan Makau. Corona masuk ke dalam golongan virus yang biasanya menginfeksi hewan, namun lambat lain dapat berevolusi dan menyebar ke manusia.

Baca juga  5 Cara Mencegah Kanker Serviks, Wajib Untuk Wanita

Gejala : Bersin Pilek Batuk Kelelahan Demam Sesak Napas Pencegahan : Hindari kontak dengan hewan. Cuci tangan dengan sabun dan Air mengalir. Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut. Gunakan masker.

8. Colera.

Epidemi kolera menjadi masalah sepanjang sejarah. Penyakit ini disebabkan makanan atau air yang terkontaminasi bakteri Vibrio cholerae. Hal ini dapat menyebabkan diare parah dan dehidrasi. Namun, angka tersebut diperkirakan masih meningkat.

Kolera di Yaman semakin rentan terjadi karena konflik yang sedang berlangsung dan infrastruktur kesehatan yang hancur. Tahun ini, ada juga wabah kolera di Kenya, Zambia, dan Nigeria. WHO menyarankan, saat bepergian ke negara-negara dengan endemik kolera atau daerah dengan sanitasi air yang buruk, sebaiknya minum air dari botol sendiri untuk menghindari tertularnya kolera atau virus dan parasit lainnya.

Kolera dapat membunuh manusia dalam hitungan jam bila tidak diobati. Wabah kolera terbesar tahun ini terjadi di Yaman. Wabah dimulai pada Oktober 2017 dengan 862.858 kasus dan 2.177 kematian.

9. Antrax.

Antraks disebabkan oleh bakteri yang membentuk spora, terutama memengaruhi hewan. Manusia dapat terinfeksi melalui kontak dengan hewan yang terinfeksi atau dengan menghirup spora. Cara penyebarannya, melalui sengatan atau gigitan hewan ataupun serangga.

Penularan Penyakit Antrax pada Manusia Seseorang dapat terkena penyakit antrax dalam waktu sekitar 1 hingga 5 hari setelah terpapar bakteri antrax.Ketika sudah berada di dalam tubuh, bakteri antrax akan berkembang biak lalu menghasilkan racun yang dapat menyebabkan penyakit antrax.

Proses penularan penyakit antraks pada manusia bisa melalui beberapa cara, yakni:

  • Infeksi antrax melalui luka terbuka di kulit.
  • Infeksi antrax melalui saluran pernapasan.
  • Pengobatan dan Pencegahan Penyakit Antrax.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here